Sidang Klasis Nabire Timur Ke-V GPDP Resmi Dibuka, Bahas Evaluasi hingga Pemilihan Pengurus Baru

NABIRE, PAPUTENG.COM – Bupati Nabire yang diwakili Asisten III Sekretariat Daerah Kabupaten Nabire, Benoni Arubaba, secara resmi membuka Sidang Klasis Ke-V Gereja Pentakosta di Papua (GPDP) Nabire Timur Tahun 2026, Rabu (24/6/2026). Sidang Klasis tersebut mengusung tema “Melayani dengan Penuh Pengabdian, Memimpin dengan Keteladanan”.

Kegiatan ini menjadi forum penting bagi jajaran GPDP Nabire Timur untuk melakukan evaluasi pelayanan, menyusun program kerja, memperkuat organisasi gereja, serta merumuskan langkah-langkkah strategis pelayanan ke depan.

Dalam sambutannya, Benoni Arubaba menyampaikan apresiasi kepada seluruh jajaran GPDP Nabire Timur yang telah mempersiapkan dan menyelenggarakan Sidang Klasis Ke-V tersebut. Menurutnya, Sidang Klasis bukan sekadar agenda internal gereja, tetapi juga memiliki peran penting dalam memperkuat pelayanan umat sekaligus mendukung pembangunan masyarakat di Kabupaten Nabire.

“Sidang Klasis merupakan forum penting dalam kehidupan bergereja untuk melakukan evaluasi pelayanan, menyusun program kerja, memperkuat organisasi gereja, serta merumuskan langkah-langkah strategis bagi kemajuan pelayanan dan pembangunan umat di masa yang akan datang,” ujarnya.

Ia mengatakan, gereja memiliki peran strategis dalam membangun kualitas kehidupan masyarakat. Selain menjalankan pelayanan rohani, gereja juga berkontribusi dalam pembentukan karakter, menjaga persatuan, menciptakan kedamaian, serta mendukung pembangunan melalui pelayanan sosial, pendidikan, kesehatan, dan pemberdayaan masyarakat.

Pemerintah Kabupaten Nabire, lanjut Benoni, terus membuka ruang kemitraan dengan seluruh lembaga keagamaan, termasuk GPDP, dalam mewujudkan masyarakat Nabire yang maju, sejahtera, aman, damai, dan berkeadilan.

Benoni berharap Sidang Klasis Nabire Timur Ke-V GPDP dapat mempererat persaudaraan antarjemaat, memperkuat komitmen pelayanan, serta menghasilkan keputusan-keputusan yang bijaksana dan bermanfaat bagi gereja maupun masyarakat luas.

Ia juga mengajak seluruh peserta sidang untuk menjadikan forum tersebut sebagai momentum memperkuat sinergi antara gereja, pemerintah, dan seluruh elemen masyarakat dalam menjaga kerukunan serta mendukung pembangunan daerah. Di tengah tantangan kehidupan masyarakat yang semakin kompleks, gereja diharapkan terus berperan aktif dalam menanamkan nilai kasih, kejujuran, toleransi, disiplin, dan tanggung jawab kepada generasi muda.

“Dengan demikian, kita dapat mempersiapkan generasi yang beriman, berkarakter, dan mampu menjadi pelopor pembangunan di Kabupaten Nabire,” katanya. Pada kesempatan tersebut, Benoni mengajak seluruh jemaat GPDP untuk menjaga persatuan dan kesatuan, menjunjung tinggi semangat kebersamaan, serta menjadi teladan dalam menciptakan kehidupan bermasyarakat yang harmonis di tengah keberagaman.

Mengakhiri sambutannya, ia mengucapkan selamat mengikuti Sidang Klasis Ke-V GPDP Nabire Timur Tahun 2026 dan berharap seluruh rangkaian persidangan dapat berjalan lancar, tertib, serta menghasilkan keputusan yang membawa kemajuan bagi pelayanan gereja dan kesejahteraan masyarakat.

Dengan mengucapkan puji syukur kepada Tuhan Yang Maha Kuasa, Sidang Klasis Ke-V Gereja Pentakosta di Papua (GPDP) Nabire Timur Tahun 2026 secara resmi dibuka.

Sementara itu, Ketua Panitia Pelaksana Sidang Klasis Nabire Timur Ke-V GPDP, Pdt. Michael Marhole, S.Pi, mengatakan kegiatan tersebut menjadi momentum refleksi, evaluasi, sekaligus pemilihan pengurus klasis yang baru.

“Sidang Klasis kami laksanakan setiap lima tahun sekali. Selain memilih dan menetapkan para pengurus baru serta melakukan evaluasi terhadap program yang sudah berjalan, kami juga membahas program baru guna meningkatkan pelayanan terhadap umat,” kata Pdt. Michael saat diwawancarai di sela-sela kegiatan.

Terkait peran gereja dalam mendukung program pemerintah, Michael menegaskan bahwa pelayanan gereja tetap berpedoman pada firman Tuhan dengan mengajak umat untuk hidup dalam kasih, beriman, bertakwa, dan senantiasa berbuat baik.

“Keberadaan gereja tetap mendukung dan selaras dengan program-program pemerintah. Hubungan yang terjalin selama ini berjalan sesuai koridor dan harmonis,” tutupnya.(red-paputeng)

Jadikan Postingan ini Sebagai Diskusi