NABIRE – PAPUTENG.COM – Wakil Ketua I Majelis Rakyat Papua (MRP) Papua Tengah, Paulina Marey, mengajak seluruh anak di Papua Tengah memanfaatkan berbagai program pendidikan yang disediakan pemerintah sebagai bekal meraih masa depan. Ajakan tersebut disampaikan bertepatan dengan momentum peringatan Hari Anak Nasional (HAN) 2026.
Menurut Paulina, peringatan Hari Anak Nasional menjadi momentum penting untuk memperkuat komitmen bersama dalam menjamin hak-hak anak, mulai dari hak hidup, pendidikan, perlindungan, hingga lingkungan yang aman dan ramah bagi tumbuh kembang mereka.
Di Papua Tengah, peringatan HAN 2026 dipusatkan di SMA Plus Kolese Pendidikan Guru (KPG), Nabire Barat. Selain itu, sejumlah kegiatan juga digelar di berbagai lokasi, di antaranya di Klinik Santo Rafael dengan rangkaian kegiatan seperti parenting, sastra, melukis, dan aktivitas edukatif lainnya.
Paulina mengapresiasi perhatian Pemerintah Provinsi Papua Tengah melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan yang dinilainya terus menunjukkan komitmen terhadap peningkatan kualitas hidup anak-anak.

“Saya merasa bangga atas peringatan Hari Anak Nasional yang digelar Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Papua Tengah. Ini mengindikasikan betapa besarnya perhatian pemerintah terhadap keberlangsungan hidup anak-anak agar memperoleh kehidupan yang layak,” ujar Paulina, Senin (27/7/2026).
Ia menegaskan, keberhasilan pemenuhan hak anak tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, tetapi juga memerlukan peran aktif orang tua, guru, dan masyarakat dalam memberikan pola asuh yang baik serta menciptakan lingkungan yang mendukung perkembangan anak.
Paulina juga memberikan apresiasi terhadap Program Sekolah Sepanjang Hari (SSH) yang dijalankan Pemerintah Provinsi Papua Tengah. Menurutnya, program berbasis pendidikan berasrama tersebut mampu menjawab harapan banyak orang tua karena memberikan pembinaan yang menyeluruh kepada peserta didik.
“Program SSH merupakan program pendidikan berbasis pola asuh dan asrama yang luar biasa. Di sana anak-anak dididik, diberikan perlindungan, jaminan makan, serta waktu istirahat yang cukup. Kami sangat mengapresiasi program ini,” katanya.
Ia menilai pendidikan merupakan investasi jangka panjang yang sangat penting dalam mewujudkan Indonesia Emas sekaligus membangun Papua Tengah yang adil, maju, dan berkelanjutan.
Di sisi lain, Paulina mengingatkan para orang tua agar lebih bijak dalam mengawasi penggunaan gawai oleh anak-anak. Menurutnya, perkembangan teknologi tidak boleh menghilangkan dunia bermain yang menjadi bagian penting dari masa tumbuh kembang anak.
“Dunia anak tidak terlepas dari bermain, tetapi kita sebagai orang tua harus bijak. Kecanduan gawai bukan hal yang wajar. Bermain boleh, namun tetap harus ada batasannya. Anak-anak harus belajar, belajar, dan terus belajar,” tegasnya.
Lebih lanjut, Paulina mengajak seluruh anak di Papua Tengah memanfaatkan berbagai program pendidikan yang telah disiapkan pemerintah, mulai dari sekolah gratis jenjang SMP, SMA/SMK, bantuan biaya kuliah, hingga kesempatan mengikuti sekolah kedinasan.
Menurutnya, kesempatan tersebut terbuka bagi seluruh anak yang tinggal di Papua Tengah untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia di masa depan.
“Ini kesempatan bagi anak-anak Papua, bukan hanya Orang Asli Papua (OAP), tetapi semua anak yang berada di Papua Tengah. Raihlah cita-cita kalian. Papua Tengah masih membutuhkan guru, dokter, anggota TNI, polisi, politikus, serta berbagai profesi lainnya, baik di pemerintahan maupun sektor swasta,” pungkasnya.
Paulina berharap semangat Hari Anak Nasional dapat menjadi penguat komitmen semua pihak dalam mendukung percepatan pembangunan sumber daya manusia di Papua Tengah, seiring dengan pembangunan infrastruktur yang terus dilakukan pemerintah daerah. (redaksi-paputeng)
