NABIRE, PAPUTENG.COM – Wakil Ketua I Majelis Rakyat Papua (MRP), Paulina Marey, berharap pelaksanaan Musyawarah Besar (Mubes) Enam Suku Pesisir dan Kepulauan dapat segera terealisasi sesuai jadwal yang telah ditetapkan. Harapan tersebut disampaikannya saat diwawancarai awak media di ruang kerjanya, Senin (27/7/2026).
Sebagai representasi masyarakat adat Papua sekaligus berasal dari wilayah pesisir, Paulina menilai Mubes Enam Suku Pesisir dan Kepulauan memiliki makna dan posisi strategis dalam memperkuat peran masyarakat pesisir untuk berkontribusi dalam pembangunan daerah serta menjalin kolaborasi dengan Pemerintah Kabupaten Nabire dan Pemerintah Provinsi Papua Tengah.
“Atas nama pribadi dan masyarakat, saya sangat berharap Mubes bisa segera terealisasi guna mendapatkan pemimpin yang akan menjadi panutan masyarakat dan mampu menakhodai kebijakan-kebijakan strategis bagi kemajuan masyarakat Papua pesisir, khususnya, dan masyarakat Papua secara keseluruhan,” ujar Paulina.
Ia menjelaskan, Mubes Enam Suku Pesisir diharapkan tidak hanya menghasilkan pemimpin adat yang representatif, tetapi juga mampu melahirkan sejumlah regulasi yang nantinya dapat diakomodasi oleh MRP bersama DPR untuk kemudian diajukan kepada pemerintah pusat.
Menurutnya, masing-masing suku diperkirakan akan mengusulkan kandidat terbaik untuk dipilih menjadi Kepala Suku Besar Enam Suku. Proses tersebut diharapkan menjadi momentum penting dalam memperkuat eksistensi dan peran masyarakat adat pesisir di tengah pesatnya pembangunan Papua Tengah.
“Kami berharap dalam Mubes nanti, selain memilih Kepala Suku Besar Enam Suku, Mubes juga dapat melahirkan peraturan atau undang-undang yang akan kami akomodir bersama DPR dan selanjutnya diajukan ke pemerintah pusat,” katanya.
Paulina menuturkan, sebagai daerah otonomi baru (DOB) dan ibu kota Provinsi Papua Tengah, Nabire saat ini tengah mengalami percepatan pembangunan di berbagai sektor. Oleh karena itu, masyarakat Orang Asli Papua (OAP) harus menjadi bagian penting dari proses pembangunan, bukan hanya menjadi penonton.
Ia mengapresiasi perhatian pemerintah daerah yang terus mendorong pembangunan di sektor kesehatan, pendidikan, dan ekonomi yang menyentuh kehidupan masyarakat Papua. Namun demikian, menurutnya, masyarakat pesisir dan kepulauan juga memiliki cita-cita besar untuk turut berkontribusi dalam memajukan daerahnya secara kultural maupun sosial.

“Nabire merupakan daerah yang majemuk dan layak disebut miniatur Nusantara. Kami ingin mendedikasikan hidup kami bersama saudara-saudara dari berbagai suku lain untuk membangun Nabire yang lebih baik,” ungkapnya.
Paulina juga menekankan pentingnya sektor pendidikan sebagai salah satu pilar utama pembangunan masyarakat Papua. Ia menilai investasi pendidikan bagi generasi muda merupakan langkah strategis yang harus menjadi perhatian seluruh pemangku kepentingan.
“Pendidikan adalah warisan yang paling penting bagi generasi penerus. Karena itu, perhatian terhadap sektor pendidikan harus terus ditingkatkan,” tambahnya.
Diketahui, pelaksanaan Mubes Enam Suku Besar Pesisir dan Kepulauan telah beberapa kali mengalami penundaan akibat kendala teknis dan keterbatasan anggaran. Berdasarkan jadwal terbaru, Mubes direncanakan akan berlangsung pada 30 Juli hingga 1 Agustus 2026.
Masyarakat berharap seluruh tahapan persiapan dapat berjalan lancar sehingga agenda penting bagi masyarakat adat pesisir Papua tersebut dapat terlaksana sesuai rencana.
“Kami berdoa dan mendukung sepenuhnya pelaksanaan Mubes. Semoga dapat terlaksana sesuai jadwal yang telah ditetapkan,” tutupnya. (red-paputeng)





