Kebakaran Pasar Bapouda Paniai Tewaskan 11 Orang, 148 Warga Mengungsi

PANIAI,PAPUTENG.com  –

Kebakaran melanda kawasan Pasar Kampung Bapouda, Distrik Paniai Timur, Kabupaten Paniai, Papua Tengah, Senin (7/9/2026) sekitar pukul 00.25 WIT.

Kebakaran tersebut menghanguskan 49 bangunan yang terdiri dari rumah dan kios. Sebanyak 148 warga kehilangan tempat tinggal dan terpaksa mengungsi.

Tak hanya menyebabkan kerugian materi, kebakaran itu juga menewaskan 11 orang. Para korban terdiri dari lima orang dewasa dan enam anak-anak.

Pasca-kejadian, Kapolda Papua Tengah Brigjen Pol Jermias Rontini menurunkan tim dari Polda Papua Tengah untuk membantu proses penyelidikan guna mengungkap penyebab kebakaran.

Pelaksana Tugas Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Papua Tengah Kompol Henry J Manurung mengatakan, Kapolda memerintahkan Direktur Reserse Kriminal Umum Kombes Pol Asep Sayidi Wijaya dan Direktur Reserse Kriminal Khusus Kombes Pol I Ketut Suarnaya turun langsung ke Paniai.

“Atas perintah Bapak Kapolda, kedua PJU (Pejabat Utama) datang ke Paniai untuk membantu proses penyelidikan sehingga penyebab kebakaran dapat segera diketahui,” kata Manurung kepada wartawan.

Selain dua pejabat utama tersebut, Polda Papua Tengah juga mengirim lima perwira berpangkat perwira menengah dan pertama serta anggota Reskrim untuk membantu penyelidikan di lokasi kejadian.

11 Orang Tewas

Manurung mengatakan, berdasarkan hasil olah tempat kejadian perkara (TKP) sementara, tercatat 49 unit bangunan berupa rumah dan kios hangus terbakar.

“Dari olah tempat kejadian perkara sementara, tercatat 49 unit bangunan, terdiri dari kios dan rumah, hangus terbakar, dan 148 orang kehilangan tempat tinggal,” ujarnya.

Sementara itu, 11 orang meninggal dunia akibat kebakaran. Lima korban merupakan orang dewasa, sedangkan enam lainnya adalah anak-anak.

Lima korban dewasa yakni Najamuddin (70), Wandi (36), Hasyim (30), Rizka Falma (28), dan Herlina (30).

Adapun enam korban anak-anak adalah Aska (9), Abie (6), Adit (5), Ardi (9), Icha (6), dan Ai Yusuf (2).

“Saat ini seluruh korban jiwa disemayamkan di RSUD Paniai. Rencana visum akan kita lakukan kepada para korban, namun kita masih menunggu izin dari pihak keluarga,” kata Manurung.

Warga Mengungsi

Sebanyak 148 warga yang kehilangan tempat tinggal telah mendapat tempat pengungsian sementara.

Kepolisian mendirikan posko pengungsian di halaman Polsek Paniai Timur. Namun, sebagian besar warga memilih tinggal sementara di rumah keluarga masing-masing.

Polisi hingga kini belum dapat memastikan penyebab kebakaran. Untuk membantu proses penyelidikan, Polda Papua Tengah akan mendatangkan tim Disaster Victim Identification (DVI) dan Laboratorium Forensik (Labfor).

“Saat ini kami belum bisa memastikan penyebab kebakaran. Upaya yang kami lakukan antara lain mendatangkan tim DVI dan Labfor dari Pusdokes Polda Papua untuk membantu penyelidikan,” ujar Manurung.

Menurut dia, penyidik masih fokus mengumpulkan barang bukti di lokasi kejadian serta memeriksa sejumlah saksi.

“Kami fokus mengumpulkan barang bukti dan meminta keterangan saksi-saksi. Sehingga kami belum bisa berandai-andai dalam mengungkap penyebab kebakaran,” katanya.

Polisi juga mengimbau masyarakat agar tetap tenang dan tidak mudah terprovokasi oleh informasi yang belum dapat dipastikan kebenarannya.

“Kami minta masyarakat menyerahkan sepenuhnya penanganan kasus ini kepada pihak kepolisian dan tidak terpancing kabar yang belum tentu benar. Jika menemukan informasi penting, laporkan kepada aparat agar dapat ditindaklanjuti,”pungkasnya. (ist)

  

Jadikan Postingan ini Sebagai Diskusi