11 Jenazah Korban Kebakaran Kompas Lama Paniai Timur Disemayamkan di Nabire

Proses pengiriman jenazah korban kebakaran Kompas Lama Distrik Paniai Timur ke Nabire untuk dimakamkan

NABIRE — Sebanyak 11 jenazah korban kebakaran di Kompleks Pasar (Kompas) Lama Bapouda, Distrik Paniai Timur, Kabupaten Paniai, Papua Tengah, tiba di Nabire pada Rabu (9/9/2026) dini hari.

Kesebelas korban yang merupakan satu keluarga terdiri dari dua Kepala Keluarga (KK) dan berasal dari suku Makassar tersebut dibawa melalui jalur darat pada Selasa (8/9/2026) malam. Rombongan jenazah mendapat pengawalan dari Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Paniai selama perjalanan menuju Nabire.

Setibanya di Nabire, jenazah disemayamkan di Masjid Al-Azhar, Kampung Samabusa, Distrik Teluk Kimi. Selanjutnya, seluruh korban dimakamkan di Pemakaman Islam Kelurahan Kimi.

Pemakaman 11 korban telah selesai dilaksanakan pada Rabu.

Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Kerukunan Keluarga Sulawesi Selatan (KKSS) Kabupaten Nabire, Burhanudin Pawennari, menyampaikan keprihatinan mendalam atas musibah kebakaran yang menewaskan 11 orang tersebut.

Sebagai bentuk solidaritas dan kepedulian terhadap keluarga korban serta warga terdampak, KKSS Provinsi Papua Tengah mendirikan Posko Peduli Korban Kebakaran yang berlokasi di Masjid Baiturrahman, Oyehe, Nabire.

Burhan mengimbau masyarakat agar tidak menyampaikan pernyataan atau spekulasi mengenai penyebab kebakaran sebelum adanya keterangan resmi dari pihak berwenang.

“Pesan saya kepada masyarakat dan dipahami media untuk tidak berstatemen tanpa dasar yang kuat terkait penyebab kebakaran di Paniai Timur, sebelum ada pernyataan resmi dari pihak kepolisian,” ujar Burhan, Rabu (9/9/2026).

Mantan anggota Polres Nabire tersebut mengatakan, tim Disaster Victim Identification (DVI) dan Laboratorium Forensik (Labfor) Polda Papua telah diterjunkan ke lokasi kejadian untuk melakukan penyelidikan.

Menurutnya, proses tersebut diperlukan untuk memastikan penyebab pasti kebakaran yang mengakibatkan 11 orang meninggal dunia dan puluhan warga lainnya harus dievakuasi.

“Tim DVI dan Labfor dari Polda Papua sudah terjun ke TKP guna melakukan penyelidikan penyebab pasti kebakaran,” katanya.

Burhan juga mengajak masyarakat untuk menunjukkan kepedulian dengan membantu para korban yang terdampak kebakaran. Sebagian warga, kata dia, kini kehilangan tempat tinggal, harta benda, hingga pakaian.

Bantuan dapat disalurkan melalui Posko Peduli Korban Kebakaran di Masjid Baiturrahman, Oyehe, Nabire. Bantuan yang dibutuhkan antara lain berupa uang, makanan, maupun pakaian bekas yang masih layak pakai.

“Kami mengharapkan kepedulian masyarakat untuk membantu saudara-saudara kita yang saat ini tidak memiliki rumah, harta, bahkan pakaian,” pungkasnya.(red-paputeng)

Jadikan Postingan ini Sebagai Diskusi