Produksi Ikan Tangkapan Papua Tengah Capai 26.116 Ton pada 2026

Pemprov Paputeng melalui Dinas Perikanan dan Kelautan melaunching Aplikasi Si Bapa, Kamis (22/9/26)

NABIRE – PAPUTENG.COM – Produksi perikanan tangkap di Provinsi Papua Tengah mencapai 26.116 ton sepanjang 2026. Produksi tersebut berasal dari hasil tangkapan laut serta kegiatan budidaya perikanan di sejumlah danau.

 

Hal itu disampaikan Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Dinas Perikanan dan Kelautan Provinsi Papua Tengah, Karlos Matuan, saat membuka peluncuran aplikasi Sistem Informasi Bahari Papua Tengah (Si Bapa) di Ballroom Kantor Gubernur Papua Tengah, Kamis (24/9/2026).

 

Menurut Matuan, angka produksi tersebut mencakup hasil tangkapan perikanan laut umum serta budidaya yang dilakukan di tiga danau, yakni Danau Paniai, Danau Tigi, dan Danau Tage.

 

“Angka 26.116 ton ini berasal dari tangkapan laut umum dan budidaya di tiga danau, yaitu Danau Paniai, Tigi, dan Tage,” ujar Matuan.

 

Ia mengatakan, sebagai provinsi baru, Papua Tengah memiliki potensi kelautan dan perikanan yang cukup besar. Wilayah tersebut memiliki garis pantai sekitar 1.128 kilometer dengan luas laut mencapai sekitar 16.525,88 kilometer persegi serta memiliki 50 pulau.

 

Selain itu, Papua Tengah memiliki kawasan konservasi laut yang disebut mencapai sekitar 384.000 hektare. Di wilayah tersebut juga terdapat Taman Wisata Teluk Cenderawasih dengan luas sekitar 1.453.500 hektare, yang terdiri atas wilayah perairan/laut dan daratan pesisir.

 

“Data di pusat, luas laut konservasi kita masuk dalam potensial konservasi sektor kelautan dan perikanan,” tutur Matuan.

 

Selain sektor perikanan, Matuan menyebut Papua Tengah juga memiliki potensi pengembangan sumber daya air (PSDA), termasuk untuk pembangkit listrik tenaga air (PLTA), khususnya di Kabupaten Paniai dan Deiyai.

 

Sementara itu, Staf Ahli II Bidang Kemasyarakatan, SDM, dan Pengembangan Otsus, Ukkas, yang mewakili Gubernur Papua Tengah Meki Fritz Nawipa, mengatakan luas wilayah laut Papua Tengah berdasarkan data yang dimiliki pemerintah mencapai sekitar 17.000 kilometer persegi.

 

“Menurut data, wilayah laut kita sekitar 17.000 kilometer, sekitar 11.000 wilayah perairan/laut dan 6.000 wilayah pesisir/daratan. Dengan wilayah laut yang cukup luas, tentu potensi ikan pun berlimpah,” kata Ukkas.

 

Menurut Ukkas, besarnya potensi sumber daya alam tersebut dapat menjadi salah satu modal bagi Papua Tengah untuk membangun kemandirian daerah.

 

Karena itu, Pemerintah Provinsi Papua Tengah terus mendorong pengelolaan sumber daya secara terencana dan berbasis data. Salah satunya melalui peluncuran aplikasi Si Bapa sebagai sistem informasi yang terintegrasi dan dapat diakses untuk mendukung pengelolaan sektor kelautan dan perikanan.

 

“Melalui launching aplikasi Sistem Informasi Bahari Papua Tengah (Si Bapa), sebuah sistem terintegrasi, mudah diakses, dan dapat dipertanggungjawabkan sebagai provinsi baru. Kita harus berani melakukan perubahan,” ujarnya.

 

Ukkas menambahkan, perencanaan pembangunan berbasis data menjadi bagian penting dalam memastikan setiap program pemerintah dapat dilaksanakan secara tepat sasaran.

 

“Menjalankan program berdasarkan data yang akurat, kita meyakini program yang dikerjakan akan tepat sasaran dan membawa manfaat bagi masyarakat,” pungkasnya.(red-paputeng.com)

Jadikan Postingan ini Sebagai Diskusi