NABIRE – PAPUTENG.COM – Gubernur Papua Tengah Meki Fritz Nawipa (Mepa) mendorong Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Papua Tengah untuk memperkuat kreativitas dan produktivitas dunia usaha melalui pengembangan produk lokal yang memiliki nilai ekonomi dan daya saing.
Hal tersebut disampaikan Meki Nawipa saat membuka Rapat Pimpinan Provinsi (Rapimprov) II Kadin Papua Tengah di Guest House, Nabire, Kamis (24/9/2026).
Dalam sambutannya, Meki menekankan pentingnya peran Kadin dalam mendorong pertumbuhan sektor usaha sekaligus menciptakan lapangan kerja melalui pengembangan produk, bukan hanya bergantung pada pemerintah.
Ia mencontohkan persoalan upah minimum regional (UMR) Papua yang berada di kisaran Rp4 juta. Menurutnya, kondisi tersebut perlu menjadi perhatian bersama, terutama bagi dunia usaha di Papua Tengah.
“Perumusan upah minimum regional Papua di kisaran angka Rp4 juta, kedua setelah UMR DKI Jakarta. Di sinilah peran aktif Kadin Papua, khususnya Papua Tengah, untuk melakukan kalkulasi apakah di angka Rp4 juta ini para pengusaha di Papua Tengah mampu membayarkan atau tidak,” ujar Meki.
Meki juga menyoroti kecenderungan masyarakat yang masih menjadikan pemerintah sebagai tujuan utama dalam mencari pekerjaan. Karena itu, ia mendorong Kadin yang diisi para pengusaha untuk melahirkan berbagai terobosan melalui kegiatan produksi yang memiliki nilai ekonomi.
Menurutnya, Papua Tengah memiliki sumber daya alam yang melimpah dan dapat dikembangkan menjadi komoditas unggulan. Salah satunya adalah kopi Papua yang telah memiliki pasar dan dikenal karena kualitasnya.

Ia mengatakan, daya saing produk tidak hanya ditentukan oleh kualitas bahan baku, tetapi juga branding dan kemasan yang mampu meningkatkan nilai jual produk.
“Kopi Papua telah diakui pasar dunia akan kualitasnya. Sekarang bagaimana caranya Kadin bisa memproduksi kopi lokal kita yang bisa memberikan nilai ekonomi tinggi. Letaknya ada pada kemasan,” tegasnya.
Selain pengembangan produk, Meki mengatakan pertumbuhan ekonomi Papua Tengah sangat bergantung pada pertumbuhan ekonomi di masing-masing kabupaten. Dalam hal ini, sektor swasta dinilai memiliki peran penting sebagai salah satu penggerak ekonomi masyarakat.
Untuk mendukung pembangunan daerah, ia mengingatkan para pengusaha agar memenuhi kewajiban membayar pajak dan retribusi daerah.
“Saya berpesan kepada para pengusaha untuk taat membayar pajak, tidak main di bawah meja,” tegas Meki.
Tekan Biaya Transportasi
Dalam kesempatan tersebut, Meki juga meminta Kadin Papua Tengah mencari solusi untuk menekan biaya transportasi yang masih relatif tinggi. Menurutnya, persoalan transportasi menjadi salah satu faktor yang memengaruhi daya saing komoditas lokal.
Ia mencontohkan potensi perikanan di wilayah Papua Tengah, khususnya Kabupaten Nabire dan Mimika yang memiliki wilayah laut cukup luas.
Perairan Papua dan Teluk Cenderawasih, kata dia, memiliki potensi perikanan yang besar, termasuk ikan dan kepiting yang dapat dikembangkan sebagai komoditas unggulan daerah.
Meki menyebut kepiting lokal Papua memiliki permintaan di pasar nasional, termasuk di Pulau Jawa. Namun, tingginya biaya transportasi dan lamanya waktu pengiriman dapat memengaruhi kualitas sekaligus harga jual komoditas tersebut.
“Dari dua pemetaan tadi, sudah cukup memberi gambaran dari mana dan bagaimana cara kita melangkah agar komoditas Papua Tengah bisa berkompetisi dari segi harga dan kualitas produksi,” pungkasnya.
Sementara itu, Ketua Kadin Provinsi Papua Tengah Alexander Gobai mengatakan Rapimprov II menjadi momentum untuk meningkatkan pemahaman peserta mengenai struktur organisasi serta peran dan pergerakan Kadin dalam pembangunan ekonomi daerah.
Menurut Alexander, hal tersebut penting karena Kadin Papua Tengah diisi oleh talenta-talenta muda dan sejumlah anggota yang masih tergolong pemula dalam organisasi.
“Kami berharap Kadin yang diisi dengan talenta-talenta muda dan sebagian para anggota pemula, yang belum banyak memahami apa, bagaimana keberadaan dan pergerakan kami, dapat memahami organisasi ini,” ujar Alex.
Ia berharap Rapimprov II dapat memperkuat konsolidasi internal sekaligus mendorong peran Kadin dalam mendukung pembangunan dan perekonomian di Provinsi Papua Tengah.(red-paputeng.com)





