NABIRE-PAPUTENG.COM – Sebanyak 13 kelompok tani (Poktan) yang beranggotakan Orang Asli Papua (OAP) di Kabupaten Nabire menerima bantuan alat dan mesin pertanian (alsintan), bibit tanaman, serta pupuk dari Pemerintah Kabupaten Nabire melalui Dinas Pertanian, Kamis (5/11/2026).
Penyerahan /penyaluran bantuan tersebut merupakan bagian dari upaya pemerintah daerah untuk mendukung peningkatan produktivitas pertanian, memperkuat kapasitas petani lokal, sekaligus mendorong pengembangan sektor pertanian di Kabupaten Nabire.
Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Nabire, Yasor Victor Sawo, mengatakan bantuan tersebut bersumber dari Dana Otonomi Khusus (Otsus), Dana Bagi Hasil (DBH), serta sisa lebih (SiLva) Dana Alokasi Khusus (DAK) Tahun Anggaran 2026.
Adapun bantuan yang disalurkan meliputi cultivator, power thresher, hand sprayer, mesin sensor, mesin babat, pupuk urea, pupuk NPK, serta berbagai jenis benih tanaman pangan dan hortikultura.
Berikut 13 kelompok tani penerima bantuan tersebut:
1. Kelompok Tani Mamai, Kampung Kimi, penerima manfaat Manuel Mandabayan, memperoleh satu unit cultivator.
2. Kelompok Tani Maleo, Kampung Topo Jaya, penerima manfaat Yulianus Degei, memperoleh satu unit cultivator.
3. Kelompok Tani Dani, Kampung Biha, penerima manfaat Lince Wanimbo, memperoleh satu unit cultivator.
4. Kelompok Tani Ahyo, Kampung Samabusa, penerima manfaat Marlisa Sawaki, memperoleh satu unit power thresher.
5. Kelompok Tani Ruba Deo, Kampung Manunggal Jaya, penerima manfaat Fitro Kahamahu, memperoleh satu unit power thresher.
6. Kelompok Tani Mulia II, Kampung Lani, penerima manfaat Denius Enumbi, memperoleh satu unit power thresher.
7. Kelompok Tani Lembah Sunyi, Kampung Karadiri, penerima manfaat Finsensius Pekei, memperoleh satu unit power thresher.
8. Kelompok Tani Anigo, Kampung Topo, penerima manfaat Yafet Mauri, memperoleh satu unit hand sprayer.
9. Kelompok Tani Eromani, Kampung Epomani, penerima manfaat Marthen Uwiya, memperoleh satu unit mesin sensor, satu unit mesin babat, dan satu unit hand sprayer.
10. Kelompok Tani Makmur Jaya, Kampung Wanggar Sari, penerima manfaat Welem Muyapa, memperoleh dua sak pupuk urea dan 20 kilogram benih jagung Bisi 18 yang diserahkan secara simbolis.

11. Kelompok Tani Kairoa, Kampung Kalibobo, penerima manfaat Hans Yohanis Imbiri, memperoleh 20 sachet benih cabai rawit, 50 sachet benih jagung manis, dan satu unit mesin babat.
12. Kelompok Tani Dadi Mamu, penerima manfaat Langgeng, memperoleh berbagai sarana produksi pertanian berupa empat botol herbisida Supremo, delapan liter insektisida Lense, 40 kilogram pupuk NPK, dua kilogram benih kacang panjang, enam sachet benih semangka nonbiji, sembilan sachet benih cabai keriting, 30 sachet benih cabai rawit, 20 sachet benih kangkung, enam sachet benih sawi putih, 28 sachet benih tomat, satu unit hand sprayer, satu unit mesin babat, serta satu rol plastik mulsa.
13. Kelompok Tani Lembah Hijau, Kampung Karadiri, penerima manfaat Yustus Korowa, memperoleh satu unit cultivator.
Victor menjelaskan, bantuan tersebut diharapkan dapat dimanfaatkan secara optimal oleh masing-masing kelompok tani untuk meningkatkan hasil produksi dan mengembangkan usaha pertanian secara berkelanjutan.
Selain penyaluran bantuan, Dinas Pertanian Nabire juga memberikan perhatian terhadap komoditas pangan yang memiliki pengaruh terhadap stabilitas harga dan inflasi daerah.
Menurut Victor, bawang merah menjadi salah satu komoditas dengan harga relatif tinggi di pasar Nabire sehingga turut memberikan tekanan terhadap inflasi.
“Bawang merah menjadi salah satu komoditas pemicu inflasi. Ke depan, kami akan memberikan bantuan bibit bawang merah kepada petani agar produksi lokal meningkat dan harga di pasaran bisa lebih terjangkau,” jelasnya.
Melalui program bantuan tersebut, Pemerintah Kabupaten Nabire berharap petani, khususnya kelompok tani OAP, semakin berkembang, produktivitas pertanian meningkat, serta ketergantungan terhadap pasokan komoditas dari luar daerah dapat dikurangi.(red-paputeng.com)





