WAGHETE,PAPUTENG.com, – Rabu, 26 November 2025 di Kota Waghete ibukota Kabupaten Deiyai, Provinsi Papua Tengah tampak ramai.
Ribuan ASN, Tenaga Kontrak, TNI/Polri, KONI, KNPI, KADIN, APINDO, Pramuka, para tokoh adat, tokoh masyarakat, tokoh Perempuan, tokoh agama, tokoh Pendidikan, tokoh Kesehatan, para tokoh masyarakat, Bank BRI, Bank Papua, dan ribuan warga Deiyai memadati halaman Kantor Bupati. Sejak pagi, kantor Bupati Deiyai yang terletak di Tigidoo, Kampung Mugouda ini cukup ramai.
Forkompimda, Kepala OPD dan sejumlah Pimpinan Ormas dan Paguyuban juga terlihat hadiri upacara tersebut
Pada tahun pertama kepemimpinannya, Bupati Melkianus Mote menggagas pelaksanaan HUT ke-17 sebagai wujud syukur dan penghargaan kepada pemerintah serta masyarakat yang telah memperjuangkan dan menghadirkan Kabupaten Deiyai.
Tema HUT tahun 2025, “Bersatu dan bekerja bersama membangun Deiyai (Enaimoo Ekowai) untuk Deiyai,” menekankan pentingnya mewujudkan kesejahteraan yang merata dan berkeadilan, dengan fokus pada kaum yang terpinggirkan dan tidak berdaya, yaitu “Daba, Dobiyo, Miaa, adama” (Orang kecil, Yatim piatu, Janda-duda, Orang tua/lanjut usia).
Fokus pembangunan dalam lima tahun mendatang adalah pendidikan, kesehatan, dan ekonomi kerakyatan, diikuti oleh bidang-bidang lainnya seperti infrastruktur, sosial, dan budaya.
Bupati Melkianus Mote menegaskan ‘Enaimoo Ekowai’ sebagai Spirit Pembangunan Deiyai pada HUT ke-17
Kata dia, setiap pemimpin memiliki masanya untuk berbakti dan bekerja keras membangun daerah demi mencapai kesejahteraan Kabupaten Deiyai yang berkeadilan.
“Semua pihak memiliki tanggung jawab untuk melanjutkan estafet pembangunan bangsa di Kabupaten Deiyai, mewujudkan visi-misi dengan slogan “Enaimoo Ekowai untuk Deiyai,”ujarnya saat memberikan amanah.
Mote mengajak seluruh masyarakat untuk memaknai motto kabupaten “Dou, Gai, Ekowai (Melihat, Berpikir, Bekerja)” sebagai landasan dalam setiap tindakan dan generasi, yang disesuaikan dengan visi misi pembangunan.
Bupati Melkianus Mote mengatakan pada tahun pertama kepemimpinannya, telah diletakkan pondasi melalui penegakan disiplin ASN dan peluncuran beberapa fasilitas penunjang pelaksanaan pembangunan.
Dirinya meyakini pada penghujung tahun 2025, semua akan bangkit dan bekerja melayani masyarakat, mengejar ketertinggalan.
Dengan modal kebersamaan dan kerja keras, cita-cita mewujudkan Kabupaten Deiyai yang maju, mandiri, sejahtera, dan berkeadilan dapat diraih dengan semangat “Enaimoo Ekowai”. Usai Upacara, dilanjutkan acara dengan pemotongan kue ulang tahun dan tumpeng, pemberian hadiah lomba desain batik khas Suku Mee, lomba mewarnai tingkat TK/PAUD. (PK/red)