WAGHETE, PAPUTENG.com –
Pemerintah Kabupaten Kabupaten Deiyai menggelar Pra Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Pra Musrenbang) dalam rangka penyusunan Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Tahun 2027. Kegiatan tersebut berlangsung di Aula Setda Deiyai, kawasan Waghete, Rabu (8/4/2026).
Bupati Deiyai Melkianus Mote dalam sambutannya menegaskan bahwa penyusunan RKPD harus disesuaikan dengan kondisi anggaran daerah, terutama setelah adanya kebijakan efisiensi anggaran dari pemerintah pusat.
“Saya tahu semua dinas ingin melakukan banyak hal untuk masyarakat. Namun, kita harus realistis dengan keadaan yang ada dan menyesuaikan dengan anggaran yang diberikan pemerintah pusat ke daerah,” kata Mote.
Ia mengajak seluruh organisasi perangkat daerah (OPD) untuk meningkatkan kualitas perencanaan dengan mengedepankan pendekatan berbasis data serta kebutuhan riil masyarakat di lapangan.
“Kita ajukan kegiatan itu harus betul-betul ada datanya, bukan hanya keinginan OPD tanpa melihat kebutuhan masyarakat. Fokus pembangunan harus menyasar daba (kaum miskin), dobiyo (anak yatim dan piatu), serta miyaa (para janda dan duda). Itu wajib menjadi perhatian,” ujarnya.
Selain itu, Mote juga menekankan pentingnya sinergi dan kolaborasi lintas sektor antar OPD agar tidak terjadi tumpang tindih program pembangunan.
Sebagai contoh, ia menyebut program bantuan bibit ternak babi yang sudah menjadi program di Dinas Pertanian. Karena itu, dinas lain diminta tidak mengusulkan program serupa dan dapat mengajukan program berbeda yang lebih dibutuhkan masyarakat.
“Kita semua harus fokus pada peningkatan kesejahteraan masyarakat, ekonomi kerakyatan, serta pembangunan infrastruktur,” tegasnya.
Dalam arahannya, Bupati juga menekankan bahwa sektor pendidikan dan kesehatan harus menjadi prioritas pembangunan daerah. Menurutnya, dua sektor tersebut harus dibangun sejak dari tingkat dasar.
Ia menyebut pemerintah daerah akan mendorong setiap kampung memiliki fasilitas pendidikan anak usia dini seperti TK atau PAUD serta layanan kesehatan dasar seperti posyandu.
“Anak-anak harus pintar dan juga harus sehat. Dua hal ini harus berjalan seiring. Kita harus meletakkan pondasi bagi generasi muda yang cerdas dan sehat,” kata Mote.
Di akhir arahannya, Mote mengajak seluruh peserta forum untuk aktif memberikan masukan, saran, dan gagasan guna menyempurnakan rancangan awal RKPD Tahun 2027. Ia juga menegaskan bahwa program yang tidak memiliki dasar jelas atau tidak dapat dipertanggungjawabkan akan dihapus.
“Jika ada program yang tidak bisa dipertanggungjawabkan, saya akan minta Bappeda Kabupaten Deiyai untuk menghapus program tersebut,” tegasnya. (PK)