Sertijab Kepala Bappeda Deiyai, Sekda Tekankan Penyelesaian RPJMD dan Renstra

WAGHETE, Paputeng.com — Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Deiyai resmi berganti dari Ambrosius Eria kepada Melianus Dogopia.

Serah terima jabatan (sertijab) Kepala Bappeda Kabupaten Deiyai berlangsung di ruang pertemuan Kantor Bappeda, Waghete, pada Senin pagi (2/2). Kegiatan tersebut disaksikan oleh sejumlah kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) serta seluruh staf Bappeda Deiyai.

Sekretaris Daerah (Sekda) Deiyai, Ambrosius Eria, yang sebelumnya menjabat sebagai Kepala Bappeda, mengatakan bahwa pergantian jabatan merupakan hal yang biasa dalam pemerintahan.

“Saya dipercayakan menjadi Sekda Deiyai, sementara Saudara Melianus Dogopia ditugaskan sebagai Kepala Bappeda menggantikan saya. Ini hal yang lumrah dalam pemerintahan,” ujar Eria.

Eria menjelaskan bahwa dirinya menjabat sebagai Kepala Bappeda selama hampir 11 bulan, namun belum dapat bekerja secara maksimal karena kondisi kantor yang belum memadai.

“Oleh karena itu, saya menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh staf. Sebenarnya saya ingin banyak berbagi ilmu, khususnya terkait perencanaan daerah, namun kondisi kantor belum mendukung,” ungkapnya.

Ia juga meminta seluruh ASN di lingkungan Bappeda untuk mengikuti arahan Kepala Bappeda yang baru, karena setiap pemimpin memiliki gaya kepemimpinan dan kebijakan yang berbeda.

“Saya tetap akan melakukan pengawasan dan turun langsung membantu, khususnya di Bappeda. Hal-hal yang belum saya lakukan akan ditindaklanjuti bersama Kepala Bappeda yang baru,” katanya.

Dalam kesempatan tersebut, Eria juga menekankan pentingnya penyelesaian dokumen perencanaan pembangunan Kabupaten Deiyai, seperti Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) dan Rencana Strategis (Renstra) masing-masing OPD.

“Hingga saat ini, Renstra dari setiap OPD belum diserahkan ke Bappeda. Ini harus segera diselesaikan karena Renja tahunan bersumber dari Renstra. Selain itu, RPJMD juga harus segera dirampungkan karena merupakan dokumen perencanaan wajib daerah,” tegasnya.

Sementara itu, Kepala Bappeda Deiyai yang baru, Melianus Dogopia, menyampaikan terima kasih kepada Bupati Deiyai atas kepercayaan dan amanah yang diberikan kepadanya.

“Saya masih baru di bidang perencanaan. Oleh karena itu, saya meminta dukungan dari sekretaris, para kepala bidang, dan seluruh staf untuk bersama-sama membangun Kabupaten Deiyai,” ujar Dogopia.

Ia menegaskan akan bekerja bersama seluruh staf sesuai dengan tugas pokok dan fungsi (tupoksi) masing-masing.

Usai kegiatan sertijab, mantan Kepala Bappeda, Ambrosius Eria, menyerahkan bantuan 10 unit laptop dan 4 unit printer Epson untuk mendukung kelancaran pekerjaan di Kantor Bappeda Deiyai. (PK/red)

RPJMD Papua Tengah Jadi Pedoman Pembangunan Lima Tahun Ke Depan

NABIRE, PAPUTENG –

Sebagai provinsi yang baru berdiri selama hampir tiga tahun. Pemprov Papua Tengah menggelar  Forum Konsultasi Publik Rancangan Awal Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Tahun 2025-2029, di Aula RRI Nabire , Rabu (30/4/2025).

Kegiatan ini menjadi langkah awal dalam penyusunan dokumen perencanaan pembangunan Provnisi Papua Tengah yang bakal menjadi pedoman pembangunan lima tahun ke depan.

Dalam sambutan sebelum membuka kegiatan ini secara resmi. Pj Sekda Papua Tengah Silwanus Sumule menekankan pentingnya perencanaan pembangunan sebagai proses menentukan kebijakan masa depan yang melibatkan berbagai unsur.

”Di Forum inilah kita mulai merumuskan ulang arah dan strategi pembangunan yang menjadi kenyataan,”ujarnya.

Tetapi hal ini bakal menjadi tantangan. Khususnya di Provinsi  Papua Tengah. Sebab bukan hanya sekedar berdasarkan data makro saja. Namun berdasarkan suara dari pelosok.

Lanjutnya RJPMD merupakan cerminan kesepakatan antara rakyat dan Pimpinan. Dimana dokumen ini juga menjadi dasar dalam menyusun kebijakan dan kegiatan pembangunan yang harus tepat sasaran, terukur  serta menyentuh masyarakat.

” RPJMD harus Reformatif, harus memastikan keadilan sosial benar – benar hadir ditengah masyarakat adat dan kelompok yang rentan,”tukasnya.

Dikesempatan itu, dirinya memperkenalkan visi pembangunan Provinsi Papua Tengah untuk lima tahun mendatang. Visi tersebut adalah Mewujudkan Papua Tengah Emas, Adil, Berdaya Saing, Bermarabat, Harmonis, Maju dan Berkelanjutan.

Untuk itu dibutuhkan masukan yang kritis dan kerja nyata. “Oleh karena itu saya minta jangan jadikan forum ini sebagai tempat presentasi semata,”ujarnya menghimbau. (Tim)