Gelar Pra Musrenbang RKPD 2027, Bupati Deiyai Tekankan Perencanaan Berbasis Kebutuhan Masyarakat

WAGHETE, PAPUTENG.com

Pemerintah Kabupaten Kabupaten Deiyai menggelar Pra Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Pra Musrenbang) dalam rangka penyusunan Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Tahun 2027. Kegiatan tersebut berlangsung di Aula Setda Deiyai, kawasan Waghete, Rabu (8/4/2026).

Bupati Deiyai Melkianus Mote dalam sambutannya menegaskan bahwa penyusunan RKPD harus disesuaikan dengan kondisi anggaran daerah, terutama setelah adanya kebijakan efisiensi anggaran dari pemerintah pusat.

“Saya tahu semua dinas ingin melakukan banyak hal untuk masyarakat. Namun, kita harus realistis dengan keadaan yang ada dan menyesuaikan dengan anggaran yang diberikan pemerintah pusat ke daerah,” kata Mote.

Ia mengajak seluruh organisasi perangkat daerah (OPD) untuk meningkatkan kualitas perencanaan dengan mengedepankan pendekatan berbasis data serta kebutuhan riil masyarakat di lapangan.

“Kita ajukan kegiatan itu harus betul-betul ada datanya, bukan hanya keinginan OPD tanpa melihat kebutuhan masyarakat. Fokus pembangunan harus menyasar daba (kaum miskin), dobiyo (anak yatim dan piatu), serta miyaa (para janda dan duda). Itu wajib menjadi perhatian,” ujarnya.

Selain itu, Mote juga menekankan pentingnya sinergi dan kolaborasi lintas sektor antar OPD agar tidak terjadi tumpang tindih program pembangunan.

Sebagai contoh, ia menyebut program bantuan bibit ternak babi yang sudah menjadi program di Dinas Pertanian. Karena itu, dinas lain diminta tidak mengusulkan program serupa dan dapat mengajukan program berbeda yang lebih dibutuhkan masyarakat.

“Kita semua harus fokus pada peningkatan kesejahteraan masyarakat, ekonomi kerakyatan, serta pembangunan infrastruktur,” tegasnya.

Dalam arahannya, Bupati juga menekankan bahwa sektor pendidikan dan kesehatan harus menjadi prioritas pembangunan daerah. Menurutnya, dua sektor tersebut harus dibangun sejak dari tingkat dasar.

Ia menyebut pemerintah daerah akan mendorong setiap kampung memiliki fasilitas pendidikan anak usia dini seperti TK atau PAUD serta layanan kesehatan dasar seperti posyandu.

“Anak-anak harus pintar dan juga harus sehat. Dua hal ini harus berjalan seiring. Kita harus meletakkan pondasi bagi generasi muda yang cerdas dan sehat,” kata Mote.

Di akhir arahannya, Mote mengajak seluruh peserta forum untuk aktif memberikan masukan, saran, dan gagasan guna menyempurnakan rancangan awal RKPD Tahun 2027. Ia juga menegaskan bahwa program yang tidak memiliki dasar jelas atau tidak dapat dipertanggungjawabkan akan dihapus.

“Jika ada program yang tidak bisa dipertanggungjawabkan, saya akan minta Bappeda Kabupaten Deiyai untuk menghapus program tersebut,” tegasnya. (PK)

Bupati Deiyai Pimpin Apel CPNS dan Tenaga Kontrak, Tekankan Disiplin dan Persiapan Prajabatan

WAGHETE, PAPUTENG.com –

Bupati Kabupaten Deiyai, Provinsi Papua Tengah, Melkianus Mote, memimpin apel bersama seluruh Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) Formasi 2024, Tenaga Honorer Kategori II (THK2), serta Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) di halaman Kantor Bupati Deiyai, kawasan Waghete, Rabu pagi (8/4/2026).

Dalam arahannya, Bupati Mote mengatakan apel tersebut sengaja dilaksanakan untuk menyampaikan sejumlah informasi penting terkait pelaksanaan prajabatan bagi CPNS dan THK2.

Ia menjelaskan dirinya baru saja melakukan kunjungan ke kantor Badan Kepegawaian Negara (BKN) Regional di Jayapura guna berkonsultasi mengenai pelaksanaan prajabatan.

“Belum lama ini saya sudah ke kantor BKN Regional di Jayapura dan menanyakan terkait prajabatan,” kata Mote.

Berdasarkan informasi dari Badan Kepegawaian Negara yang disingkat BKN, pelaksanaan prajabatan dapat dilakukan, namun harus dibagi dalam beberapa sesi. Setiap kelompok dibatasi sekitar 45 hingga 47 peserta.

Menurut Mote, pelaksanaan prajabatan di Deiyai akan menyesuaikan dengan kapasitas gedung yang tersedia di daerah tersebut.

“Karena sesuai aturan per sesi hanya 45–47 orang, sementara gedung besar di Deiyai juga terbatas, maka pelaksanaan prajabatan akan kami prioritaskan berdasarkan absensi,” tegasnya.

Ia menambahkan, peserta yang menunjukkan kedisiplinan sejak awal akan diprioritaskan mengikuti prajabatan pada gelombang pertama.

“Siapa yang rajin, saya akan utamakan. Prajabatan akan dilakukan beberapa gelombang dan saya akan memprioritaskan mereka yang disiplin sejak awal,” ujarnya.

Selain itu, pelaksanaan prajabatan juga akan menyesuaikan dengan ketersediaan anggaran dalam APBD Kabupaten Deiyai Tahun 2026.

“Jadi semua harus rajin masuk sejak sekarang. Biasakan disiplin sejak masih CPNS agar nanti ketika menjadi ASN sudah terbiasa,” kata Mote.

Sementara itu, terkait tenaga kontrak, Bupati Mote menjelaskan bahwa aturan belanja pegawai maksimal 30 persen dari APBD didasarkan pada Undang‑Undang Nomor 1 Tahun 2022 tentang Hubungan Keuangan antara Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah (HKPD). Aturan tersebut wajib dipenuhi oleh pemerintah daerah paling lambat pada tahun 2027.

Kebijakan tersebut bertujuan meningkatkan produktivitas daerah dengan membatasi belanja rutin serta memaksimalkan belanja modal untuk pembangunan.

Menurut Mote, berdasarkan ketentuan tersebut sebenarnya seluruh pegawai kontrak berpotensi dirumahkan. Namun, pemerintah daerah tetap berupaya memberikan kesempatan kepada warga Deiyai yang telah bekerja sebagai tenaga kontrak untuk tetap bertugas.

Ia juga menyampaikan bahwa pada awal April 2026 dirinya telah mengeluarkan surat keputusan (SK) secara kolektif untuk seluruh organisasi perangkat daerah (OPD) berdasarkan usulan masing-masing kepala OPD.

“Maka itu mulai hari ini semua tenaga kontrak wajib mengurus rekening TabunganKu. Siapa saja yang tidak mengurus TabunganKu, kami anggap sudah mengundurkan diri,” tegas Mote. (PK)

 

Ditunjuk Bupati Deiyai Jabat Kadinkes, Fransina Rumbiak Tancap Gas Bangun Kesehatan

WAGHETE,PAPUTENG.COM

Sektor kesehatan menjadi salah satu program prioritas Pemerintah Kabupaten Deiyai selain pendidikan dan ekonomi kerakyatan. Untuk mempercepat implementasi program tersebut, Bupati Deiyai Melkianus Mote melakukan perombakan pejabat di lingkungan Dinas Kesehatan.

Melalui kebijakan tersebut, Mando Mote yang sebelumnya menerima Nota Tugas sebagai pimpinan Dinas Kesehatan dipindahkan dan dipercaya menjabat sebagai Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Deiyai.

Sementara itu, terhitung sejak 19 Januari 2026, jabatan Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Deiyai resmi dipercayakan kepada Fransina Rumbiak. Sebelumnya, Fransina menjabat sebagai Kepala Puskesmas Waghete.

Menjawab kepercayaan dan tanggung jawab tersebut, Fransina Rumbiak langsung mengambil langkah cepat. Pada 26 Januari 2026, ia mengumpulkan seluruh ASN Dinas Kesehatan bersama para kepala puskesmas se-Kabupaten Deiyai untuk memaparkan program prioritas kesehatan tahun 2026.

“Pertama, pemantapan sumber daya manusia (SDM) kesehatan. Kedua, penguatan pelaksanaan dan pendampingan akreditasi fasilitas kesehatan, khususnya puskesmas,” ujar Fransina dalam pertemuan tersebut.

Program prioritas ketiga, lanjut Fransina, adalah memperkuat peran puskesmas dan posyandu sebagai ujung tombak pelayanan kesehatan masyarakat. Sedangkan prioritas keempat difokuskan pada penurunan angka penyakit menular yang masih tinggi di Deiyai, seperti tuberkulosis (TB), HIV, infeksi menular seksual (IMS), kusta, serta penyakit lainnya, termasuk upaya eliminasi malaria.

Selain konsolidasi internal, Kadinkes Deiyai juga melakukan kunjungan kerja ke RSUD Pratama Waghete guna melihat langsung kondisi rumah sakit serta mengidentifikasi berbagai persoalan dasar yang masih dihadapi.

Usai kunjungan tersebut, Fransina menegaskan akan menertibkan disiplin seluruh tenaga kesehatan dan memastikan pembagian tugas yang jelas.

“Ke depan, seluruh gedung yang ada harus difungsikan sesuai kebutuhan secara bertahap. Selain itu, akan dilakukan inventarisasi dan optimalisasi alat kesehatan yang tersedia,” tegas Fransina Rumbiak.

Ia juga menyampaikan komitmennya untuk mendorong penguatan manajemen dan kepemimpinan rumah sakit, serta berupaya membangun kembali kepercayaan masyarakat terhadap pelayanan kesehatan di Deiyai.

Setelah dari RSUD Pratama Waghete, Fransina bersama rombongan melanjutkan kunjungan ke Puskesmas Edagotadi, Distrik Tigi Timur. Selain itu, ia juga mengaktifkan sistem absensi harian di lingkungan Dinas Kesehatan sebagai langkah awal penegakan disiplin bagi seluruh ASN.(PK/Deiyai)

Bupati Melkianus Mote Pimpin Apel Perdana 2026

Fokuskan Pelayanan di Lapangan

WAGHETE, PAPUTENG.com –

Bupati Kabupaten Deiyai, Melkianus Mote, memimpin Apel Perdana Tahun 2026 yang berlangsung di Kantor Bupati Deiyai, Senin (5/1/2026) pagi, bersama ribuan Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Deiyai – Provinsi Papua Tengah.

Dalam amanatnya, Bupati Melkianus Mote menyampaikan bahwa sepanjang tahun 2025 dirinya telah banyak mempelajari berbagai hal, terutama terkait kinerja dan pelayanan dari masing-masing Organisasi Perangkat Daerah (OPD).

“Tahun 2026 ini merupakan tahun pelayanan di lapangan. Kita akan mengeksekusi semua program langsung di lapangan,” tegas Bupati Mote.

Dalam rangka mempersiapkan pelayanan kepada masyarakat, Bupati Mote memerintahkan Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kabupaten Deiyai untuk segera memproses pelantikan pejabat eselon.

“Saya minta mulai hari ini BKPSDM fokus mengurus pelantikan eselon. Selain itu, segera urus seluruh dokumen ASN yang telah pensiun maupun yang sudah meninggal dunia,” ujarnya.

Bupati juga menegaskan bahwa jumlah pegawai kontrak di setiap dinas wajib dikurangi hingga maksimal 10 orang. Pegawai kontrak yang melebihi jumlah tersebut diminta untuk dialihkan ke Dinas Lingkungan Hidup.

“Untuk Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP), akan dilakukan pelatihan semi militer. Bagi anggota yang tidak mengikuti dengan baik dan tidak memenuhi syarat, akan dipindahkan ke Dinas Lingkungan Hidup,” tambahnya.

Terkait penyaluran bantuan kepada masyarakat, Bupati Mote meminta agar setiap dinas memastikan bantuan benar-benar sampai kepada daba dobiyo dan miyaa, dengan penerima yang jelas berdasarkan by name.

“Pemberian bantuan, baik dari daerah, provinsi, maupun pusat, harus dikoordinasikan terlebih dahulu agar data sinkron. Penyaluran bantuan juga akan difokuskan per wilayah, seperti Debei Dalam dan Luar, Tigi Utara, Kibitamo, Damabagata, Kokobaya, Wamuya, Bomou, Butuma, Odiyatei, Kapiraya, hingga Bouwobado,” jelasnya.

Ketua DPC PDI Perjuangan Kabupaten Deiyai ini juga menekankan bahwa sektor pendidikan dan kesehatan harus dimulai dari pelayanan dasar.

“Kepada Dinas Pendidikan, saya minta mulai sekarang fokus pelayanan langsung ke lapangan. Pantau seluruh sekolah dalam kegiatan belajar mengajar (KBM). Jika ada sekolah yang KBM-nya tidak berjalan, maka sekolah tersebut akan saya tutup. Lebih baik sekolah sedikit tetapi guru dan murid banyak, daripada banyak sekolah tetapi KBM tidak berjalan. Jangan bangun sekolah hanya untuk mengejar dana BOS,” tegasnya.

Ia menambahkan, pada tahun 2026 Pemerintah Kabupaten Deiyai akan menghidupkan Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) di setiap kampung.

“Bagi kampung yang belum memiliki PAUD, kita akan fokuskan melalui sekolah Minggu di gereja,” ujarnya.

Di sektor kesehatan, Bupati Mote meminta Dinas Kesehatan untuk memaksimalkan pelayanan di seluruh Puskesmas yang ada.

“Kita juga akan menghidupkan kembali para kader dan Posyandu di kampung-kampung,” katanya.

Bupati juga meminta seluruh tenaga kesehatan yang bertugas di Puskesmas untuk melaporkan langsung kepada Bupati apabila terjadi pemotongan hak oleh kepala Puskesmas.

“Puskesmas harus dihidupkan. Generasi muda harus sehat dulu baru pintar. Karena itu, pendidikan dan kesehatan harus dimulai dari dasar,” pungkasnya. (PK/Deiyai)

Bupati Deiyai Beri Penghargaan untuk Pejuang Pemekaran Kabupaten

WAGHETE, PAPUTENG.Com –  Usai upacara, Sebuah momen haru dan bersejarah terjadi di perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) Kabupaten Deiyai ke-17. Bupati Deiyai, Melkianus Mote, memberikan penghargaan dan apresiasi khusus kepada Tim Pemekaran Kabupaten Deiyai, sebagai bentuk pengakuan atas jasa-jasa mereka dalam memperjuangkan terbentuknya kabupaten ini.

Penghargaan tersebut diterima Ketua Tim Pemekaran, Mesak Pakage.

Tim Pemekaran juga memberikan cenderamata berupa noken dan mahkota bulu kasuari kepada Bupati dan Wakil Bupati Deiyai. Pemberian cenderamata ini merupakan simbol penghormatan dan ucapan terima kasih atas dukungan serta perhatian yang diberikan oleh pemerintah daerah.

“Kami sangat berterima kasih kepada Bapak Bupati karena telah memberikan apresiasi ini kepada kami,” ujar Zet Mote, salah satu anggota Tim Pemekaran Kabupaten Deiyai, dengan nada penuh syukur.

Yuneas Edowai, anggota Tim Pemekaran lainnya, menambahkan, selama ini tidak dianggap dan diberikan apresiasi oleh Pemerintah Kabupaten Deiyai. “Kami hanya butuh pengakuan dari pemerintah Kabupaten Deiyai.”ucapnya.

Sementara itu Bupati Melkianus Mote menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada Tim Pemekaran atas perjuangan mereka dalam mewujudkan Kabupaten Deiyai.

Tim pemekaran ini dulunya dikenal dengan nama “Tim Buta Huruf” Nama ini merupakan akronim yang menggambarkan bahwa orang-orang yang tidak berpendidikan tinggi pun mampu memperjuangkan terbentuknya kabupaten ini. Perjuangan mereka berangkat dari kerinduan masyarakat akan kemajuan dan kesejahteraan.

Apresiasi ini diharapkan dapat menjadi motivasi bagi Tim Pemekaran dan seluruh masyarakat Deiyai untuk terus berkontribusi dalam membangun daerah tercinta.

Selain itu juga bupati memberikan penghargaan kepada Pahlawan Deiyai yakni perintis Pendidikan, Kesehatan, dan Agama (Protestan dan Katolik).

Para tokoh atau perintis yang menerima penghargaan adalah:

  1. Pendidikan: Samara dan Yusak Ikomou
  2. Kesehatan: Yeheskiel Mote dan Kristina Gobai
  3. Agama: Zakeus Pakage (Kristen Protestan), Thomas Adii (Kristen Protestan), Hendrikus Okmonggop (Katolik)

Apresiasi dan hadiah tersebut diserahkan kepada keluarga para perintis yang telah meninggal dunia.

Sementara itu, bagi para perintis yang masih hidup, seperti Samara dan Kristina Gobai, penghargaan diterima langsung oleh yang bersangkutan.

Selain memberikan apresiasi kepada para perintis di bidang pendidikan, kesehatan, dan agama, Pemerintah Kabupaten Deiyai juga memberikan penghargaan kepada para pemimpin yang telah berjasa dalam membangun dan memajukan Kabupaten Deiyai, yaitu :

* Bupati Karateker pertama: Drs. Blasius Pakage

* Bupati pertama: Dance Takimai

* Bupati kedua: Ateng Edowai

Pemberian apresiasi ini merupakan wujud penghargaan dan rasa terima kasih dari Pemerintah Kabupaten Deiyai kepada para tokoh yang telah memberikan kontribusi besar dalam memajukan daerah.

Diharapkan, penghargaan ini dapat menjadi motivasi bagi generasi muda untuk terus berkarya dan memberikan yang terbaik bagi Kabupaten Deiyai. (PK/red)

Bupati Deiyai, Usulkan Program Prioritas Tahun 2026 ke Gubernur Papua Tengah

WAGHETE, Paputeng.com —

 Gubernur Papua Tengah, Meki F. Nawipa melakukan kunjungan kerja ke Kabupaten Deiyai, Jumat siang (7/11/2025)
Dalam sambutannya, Bupati Deiyai Melkianus Mote mengatakan Deiyai merupakan daerah yang indah dan unik
“Dari delapan kabupaten, kami di Deiyai ini merupakan daerah dengan APBD yang minim,”ungkap Bupati Melkianus.
Dengan kondisi daerah seperti, dirinya mengusulkan sejumlah program perwakilan lima distrik secara langsung kepada Gubernur Meki Nawipa
“Untuk Distrik Tigi, masyarakat sangat membutuhkan air minum,”ucapnya.
Sementara untuk Distrik Tigi Timur, jelas Mote, ada salah satu Gereja Katolik induk, Paroki Damabagata yang umatnya sudah berusaha bangun dalam waktu yang lama.
“Bapak Gubernur, untuk Distrik Tigi Barat itu ada dua usulan. Yang pertama, sekolah Kristen induk itu SMPTK Troutman di Gakokebo. Selain itu, ada satu ruas jalan dengan status jalan Provinsi yakni, Gakokebo – Debei – hingga masuk kampung Puweta Distrik Kamuu Selatan, Kabupaten Dogiyai,”bebernya.
Untuk Distrik Kapiraya, lanjut Bupati Deiyai, Pemda Deiyai sudah bangun 1 KM Kokobaya – Epeiyako. Yang nantinya akan dilanjutkan ke Kapiraya sepanjang 50 KM.
“Distrik Bouwobado, kami sudah bangun 9 KM. Kami membutuhkan 14 KM lagi. Untuk dua distrik ini (Kapiraya dan Bouwobado) masyarakat selalu jalan kaki dan pakai pesawat. Kami butuh bantuan dari Provinsi untuk buka akses dua distrik ini,”harapnya.
Bupati Deiyai juga meminta kepada Gubernur Papua Tengah agar bisa memfasilitasi dengan Kabupaten Mimika dalam rangka penyelesaian Tapal Batas yang hingga saat ini belum selesai
“Bapak Gubernur tidak sendiri. Kami seluruh warga Deiyai di belakang bapak Gubernur. Doa kami selalu bersama Bapak dalam tugas,”tuturnya.
Dalam kunjungannya, Gubernur Papua Tengah menyempatkan waktu berkunjung  ke Gereja Katolik Paroki Damabagata selanjutnya ke RS Pratama Waghete.(PK/Red)

Bupati Deiyai Letakkan Batu Pertama Pembangunan Kantor Distrik Persiapan Memoa

DEIYAI, PAPUTENG.Com  –

Bupati Deiyai Melkianus Mote didampingi Wakil Bupati Ayub Pigome, Kepala Distrik Bouwobado  bersama sejumlah Pejabat di lingkup Pemkab Deiyai melakukan peletakan batu pertama Pembangunan gapura tapal batas, Kantor Distrik Persiapan Memoa dan Kantor Desa di Sungai Dauwo Desa Mudetadi, Distrik Bouwobado. Jumat (31/10/2025),

“Berdasarkan Undang-Undang Pemekaran Kabupaten Deiyai, pada hari ini Jumat (31/10/2025), saya sudah meletakan batu pertama untuk Pembangunan Gapura Tapal Batas, Kantor Distrik Persiapan Memoa dan Kantor Desa di Sungai Dauwo Desa Mudetadi Distrik Bouwobado,”ucap  Bupati Melkianus di Kampung Mudetadi, Distrik Bouwobado, Deiyai.

Peletakkan batu pemekaran Distrik Persiapan Memoa dan tiga kampung tersebut bertujuan memperpendek jangkauan pelayanan pemerintah kabupaten Deiyai bagi masyarakat di daerah perbatasan agar pembangunan di daerah ini dapat terlayani.

Peletakan batu pertama  ini, disambut baik dan meriah oleh 18 Fam/marga dari Suku Mee dan Moni yang diwakili oleh tokoh adat, kepala suku, tokoh perempuan, tokoh agama dan kepala distrik dan kampung dari Distrik Bowobado, yang mana sebagai distrik induk telah menyetujui untuk dilakukan pemekaran dan penegasan tapal batas.

Bupati Deiyai Melkianus Mote saat berbicara di depan warga dari Suku Mee dan Moni saat peletakan batu pertama peresmian Kantor Distrik Persiapan Mamoa
Caption : Bupati Deiyai Melkianus Mote saat berbicara di depan warga dari Suku Mee dan Moni saat peletakan batu pertama peresmian Kantor Distrik Persiapan Mamoa. (foto : ist/PK)

Masalah Tapal Batas, kata Melkianus Mote, merupakan tanggung jawab antara Bupati Deiyai dan Bupati Mimika. Maka itu, dirinya meminta kepada seluruh masyarakat agar tidak terpengaruh segala isu atau kabat yang memperkeruh situasi.

Diungkapkannya ada oknum tertentu yang sedang memperkeruh situasi, karena sedang mengejar jabatan Kepala Kampung dan Kepala Distrik baik dari Kabupaten Deiyai maupun Kabupaten Mimika.

“Kami akan meminta Kemendagri untuk menetapkan kembali batas wilayahnya sesuai dengan pemekaran kabupaten yang telah ditetapkan,”tukasnya.

Lanjutnya dirinya bersama Bupati Mimika Yohannes Rettob akan meninggalkan pondasi yang kuat untuk Papua Tengah. Khususnya tapal batas Kabupaten Deiyai dan Mimika.

Kedatangan rombongan Bupati Deiyai ini disambut hangat antusias dengan cara tarian adat dan waita sambil memanggul Bupati, kepala distrik dan DPRK utusan dari warga Suku Mee dan Moni, yang telah lama menunggu pemekaran distrik dan kampung baru di perbatasan Kampung Mudetadi.

Kunjungan pemerintah Kabupaten Deiyai kepada masyarakat di perbatasan ini sebagai kepedulian pemerintah dalam pelayanan pembangunan kepada masyarakat yang berada di wilayah perbatasan.

Nantinya di wilayah perbatasan antara kabupaten Deiyai dan Kabupaten Mimika akan dibangun Gapura.

“Kami akan bangun gapura di tapal batas antara kabupaten Deiyai dan kabupaten Mimika sesuai dengan tapal batas yang telah ditentukan oleh kementerian dalam negeri,”janjinya.

Bupati juga berencana ke depan akan berkantor di distrik Memoa dalam rangka mendorong percepatan Pembangunan di daerah perbatasan.

Dengan keseriusan ini menunjukkan komitmen Bupati dan Wakil Bupati Deiyai, Provinsi Papua Tengah membangun di semua lini, kabupaten yang dipimpinnya. Dengan memberikan perhatian serius kepada warga yang selama ini tidak mendapatkan perhatian.

Dalam kunjungan tersebut, turut hadir Bupati, Ketua DPRK dan Wakil ketua I, ketua II, Anggota DPRK jalur Otsus, Dandim, Kapolres, Asisten I dan II, Kepala suku Deiyai, serta pimpinan organisasi perangkat Daerah (OPD) serta seluruh masyarakat kampung Mudetadi. (PK/Redaksi)

Pasangan Bupati Deiyai Janji Kerjakan Program Yang Pro Rakyat

DEIYAI,PAPUTENG –

Bupati Kabupaten Deiyai – Provinsi Papua Tengah, Melkianus Mote saat memberikan sambutan perdananya menegaskan dirinya bersama wakil bupati akan bertarung selama lima tahun ke depan bagi masyarakat kecil

“Kami coba akan lakukan program berpro rakyat. Karena, kami dipilih oleh rakyat kecil. Maka saya akan bertarung untuk mereka,” tegas Bupati Melkianus Mote di Aula DPRD Deiyai, Senin (3/3/2025) dihadapan ASN, DPRD dan ribuan rakyat Deiyai

Dirinya juga berjanji akan mendorong ekonomi berbasis kerakyatan. Karena hal itu juga yang didorong oleh Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto

“Delapan Misi kami dibawa Visi, kami akan kerja. Mohon dukungan dari semua elemen di kabupaten Deiyai,”harapnya.

Sebelumnya, puluhan ribu masyarakat Kabupaten Deiyai beramai-ramai menyambut kedatangan Bupati dan Wakil Bupati Deiyai yang baru

Tiba di Bandara Waghete Pukul 08.40 WP. Lalu, diarak ke kantor DPRD dengan berjalan kaki. Setibanya di kantor DPRD Deiyai, dilakukan acara Rapat Paripurna Istimewa DPRD Deiyai dalam rangka Serah Terima Jabatan dari Pj. Bupati Deiyai, Elimelek Edowai kepada Pasangan Bupati -Wakil Bupati dan Pidato Penyampaian visi-misi Bupati dan Wakil Bupati Deiyai Periode 2025 – 2030. (Keiya)