Gubernur Papua Tengah, Meki F. Nawipa melakukan kunjungan kerja ke Kabupaten Deiyai, Jumat siang (7/11/2025)
Dalam sambutannya, Bupati Deiyai Melkianus Mote mengatakan Deiyai merupakan daerah yang indah dan unik
“Dari delapan kabupaten, kami di Deiyai ini merupakan daerah dengan APBD yang minim,”ungkap Bupati Melkianus.
Dengan kondisi daerah seperti, dirinya mengusulkan sejumlah program perwakilan lima distrik secara langsung kepada Gubernur Meki Nawipa
“Untuk Distrik Tigi, masyarakat sangat membutuhkan air minum,”ucapnya.
Sementara untuk Distrik Tigi Timur, jelas Mote, ada salah satu Gereja Katolik induk, Paroki Damabagata yang umatnya sudah berusaha bangun dalam waktu yang lama.
“Bapak Gubernur, untuk Distrik Tigi Barat itu ada dua usulan. Yang pertama, sekolah Kristen induk itu SMPTK Troutman di Gakokebo. Selain itu, ada satu ruas jalan dengan status jalan Provinsi yakni, Gakokebo – Debei – hingga masuk kampung Puweta Distrik Kamuu Selatan, Kabupaten Dogiyai,”bebernya.
Untuk Distrik Kapiraya, lanjut Bupati Deiyai, Pemda Deiyai sudah bangun 1 KM Kokobaya – Epeiyako. Yang nantinya akan dilanjutkan ke Kapiraya sepanjang 50 KM.
“Distrik Bouwobado, kami sudah bangun 9 KM. Kami membutuhkan 14 KM lagi. Untuk dua distrik ini (Kapiraya dan Bouwobado) masyarakat selalu jalan kaki dan pakai pesawat. Kami butuh bantuan dari Provinsi untuk buka akses dua distrik ini,”harapnya.
Bupati Deiyai juga meminta kepada Gubernur Papua Tengah agar bisa memfasilitasi dengan Kabupaten Mimika dalam rangka penyelesaian Tapal Batas yang hingga saat ini belum selesai
“Bapak Gubernur tidak sendiri. Kami seluruh warga Deiyai di belakang bapak Gubernur. Doa kami selalu bersama Bapak dalam tugas,”tuturnya.
Dalam kunjungannya, Gubernur Papua Tengah menyempatkan waktu berkunjung ke Gereja Katolik Paroki Damabagata selanjutnya ke RS Pratama Waghete.(PK/Red)
Pangdam XVII/Cenderawasih Mayjen TNI Amrin Ibrahim didampingi Ketua Persit Kartika Chandra Kirana (KCK) Daerah XVII/Cenderawasih Surry Amrin Ibrahim, menggelar ramah tamah bersama Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Provinsi Papua Tengah, di Ballroom Kantor Gubernur Bandara Lama, Jl. Jenderal Sudirman, Nabire, Selasa (21/10/2025).
Mengusung tema “Wujud Kebersamaan untuk Papua yang Damai dan Sejahtera”, kegiatan ini menjadi wadah silaturahmi antara jajaran Kodam XVII/Cenderawasih dengan para pejabat daerah, tokoh masyarakat dan unsur Forkopimda dalam memperkuat sinergi pembangunan dan keamanan di wilayah Papua Tengah.
Pangdam XVII/Cenderawasih Mayjen TNI Amrin Ibrahim menyampaikan rasa hormat dan terima kasih atas sambutan hangat yang diberikan Pemerintah Provinsi Papua Tengah.
“Kami merasa terhormat dapat hadir dan bertemu dengan seluruh jajaran pemerintahan serta tokoh masyarakat di Papua Tengah. Kami datang untuk mempererat silaturahmi, membangun sinergi, dan mendukung pembangunan daerah agar tercipta Papua yang aman, damai, dan sejahtera,” kata Pangdam.
Jenderal Bintang dua yang baru sebulan bertugas di wilayah Papua menegaskan komitmen TNI untuk terus berperan aktif dalam menjaga stabilitas dan mendukung roda pembangunan.
“Kami siap mengawal keamanan agar pembangunan berjalan dengan baik. Tanpa keamanan, tidak akan ada kesejahteraan. Karena itu, kami ingin menjadi bagian dari masyarakat Papua Tengah dan bekerja bersama seluruh elemen daerah,” tegasnya.
Sementara itu, Gubernur Papua Tengah, Meki Fritz Nawipa, memberikan apresiasi dan ucapan selamat atas penugasan Pangdam yang baru. Dirinya menilai kehadiran Pangdam membawa semangat baru bagi kemajuan wilayah.
“Papua memiliki potensi luar biasa. Peran TNI sangat penting dalam menjaga keamanan dan mendukung pembangunan. Kami yakin, dengan kolaborasi yang baik antara pemerintah, TNI, dan masyarakat, Papua Tengah akan tumbuh menjadi daerah yang maju dan sejahtera,”kata Meki.
Gubernur juga menekankan pentingnya komunikasi dan kerja sama lintas lembaga untuk mendorong berbagai program pembangunan yang sedang berjalan.
“Kami selalu terbuka berdiskusi dan bekerja sama demi kemajuan Papua Tengah. Mari kita jaga kebersamaan dan semangat gotong royong ini untuk kesejahteraan seluruh masyarakat,”ajaknya.
Acara dilanjutkan dengan penyerahan cenderamata dari Pangdam Cenderawasih kepada Gubernur Papua Tengah sebagai simbol penghormatan dan persahabatan antara institusi TNI dan Pemerintah Daerah.
Turut hadir Deinas Geley (Wagub Provinsi Papua Tengah), Agustinus Anggaibak (Ketua MRP Provinsi Papua Tengah), Brigjen TNI Thevi A. Zebua, (Kasdam XVII/Cen) beserta Istri, Brigjen TNI Frits Wilem Richard Pelamonia (Danrem 173/PVB) beserta Istri, Brigjen TNI Alfi Sahri Lubis, SIP., M.M (Kabinda Papua Tengah), Brigjen TNI Endra Saputra Kusuma Z.R (Danrindam XVII/Cen) beserta Istri, Kolonel (Mar) Totok Nurcahyanto (KBO Binda PPT), Silwanus Sumule (Sekda Provinsi Papua Tengah), Moh. Bekti, (Ketua Pengadilan Negeri Nabire), H. Burhanuddin Pawenari (Wakil Bupati Nabire), Pejabat TNI-Polri, Pejabat Forkopimda Provinsi Papua Tengah. (rls/red)
Ratusan pendemo dari Solidaritas Mahasiswa dan Rakyat Papua melakukan aksi dihalaman Kantor dan ditemui sejumlah Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Papua Tengah (DPR-PT) dan Gubernur Papua Tengah Meki F Nawipa.
Setelah melakukan orasi, akhirnya perwakilan dari massa pendemo diterima dan menyerahkan langsung aspirasi dan tuntutan kepada Gubernur Papua Tengah Meki F Nawipa.
Bahwa ratusan massa yang tergabung dalam Solidaritas Mahasiswa, dan Masyarakat Intan Jaya serta Papua turun ke jalan di Kabupaten Nabire, Ibu Kota Provinsi Papua Tengah, untuk menolak aktivitas pertambangan emas di Blok Wabu di Intan Jaya, Kamis (17/7/2025).
Massa bergerak dari berbagai titik, seperti Wadio, Pasar Karang Tumaritis, dan Siriwini.
Massa lalu berkumpul dan membentuk barisan besar menuju halaman Kantor Dewan Perwakilan Rakyat Provinsi Papua Tengah.
Di Kantor DPR-PT, massa diterima perwakilan anggota dewan dan Gubernur Meki F. Nawipa. Audiensi pun dilakukan bersama 15 perwakilan peserta aksi.
Dalam audiensi tersebut, koordinator lapangan Marselino Pigai membacakan pernyataan sikap solidaritas aksi yang memuat empat tuntutan,
Pertama, Menolak dengan tegas segala bentuk upaya eksploitasi Blok Wabu di Intan Jaya.
Kedua, menuntut keterbukaan informasi publik mengenai rencana eksploitasi Blok Wabu.
Ketiga, mendesak pengusutan tuntas atas laporan-laporan terkait situasi HAM dan aktivitas pencarian emas di Intan Jaya sebagaimana tercantum dalam laporan Amnesty International.
Keempat, mendukung laporan Koalisi Bersihkan Indonesia berjudul “Kajian Ekonomi Politik Penempatan Militer di Papua (Khususnya Intan Jaya)” serta menuntut ditindaklanjuti dan dipenuhi seluruh rekomendasi dalam laporan tersebut.
Pernyataan sikap tersebut kemudian diserahkan kepada Gubernur.
Sementara itu, menanggapi aksi ini, Gubernur Papua Tengah Meki F Nawipa, mengatakan dirinya menghargai aspirasi masyarakat dan mahasiswa.
Gubernur menegaskan pemerintah provinsi memiliki keterbatasan kewenangan dalam mengambil keputusan terkait eksploitasi Blok Wabu.
“Saya tidak punya kewewenangan penuh untuk memutuskan soal Blok Wabu. Itu semua berada di tangan pusat dan DPR RI. Namun sebagai gubernur, saya siap menyampaikan aspirasi ini ke tingkat yang lebih tinggi,”akunya. (red)
Gubernur Papua Tengah, Meki Nawipa, meresmikan Kantor Yayasan Mutiara Hitam dan meluncurkan Black Pearl English Academy (BPEA), Kamis (26/6/2025) yang berlokasi di Jalan Padat Karya Sanoba, Nabire.
Peresmian ini menjadi komitmen Pemerintah Provinsi dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM). Khususnya di kalangan generasi muda Orang Asli Papua (OAP), dengan diwujudkan melalui langkah strategis di provinsi DOB.
Diketahui, peresmian ini menjadi tonggak penting dalam upaya kolektif memperluas akses pendidikan berkualitas di Papua Tengah. Khususnya dalam penguasaan bahasa Inggris sebagai keterampilan dasar abad ke-21.
Black Pearl English Academy (BPEA) dirancang sebagai program pelatihan intensif yang ditujukan untuk anak-anak dan pemuda Papua. Dengan pendekatan yang kontekstual, praktis dan berorientasi pada penguatan kapasitas lokal.
Gubernur Meki Nawipa dalam sambutannya memberikan dukungan penuh terhadap inisiatif Yayasan Mutiara Hitam. Dirinya menegaskan pendidikan merupakan jalan utama untuk mendorong kemajuan dan kemandirian masyarakat Papua.
“Saya hanya punya satu harapan, jika satu orang Papua bisa sekolah, saya yakin dan percaya bahwa negeri ini bisa maju. Pendidikan adalah pintu masuk menuju masa depan yang mandiri dan bermartabat,”tukasnya.
Dijelaskannya gagasan mendirikan akademi ini telah tertanam semasa dirinya masih menjabat sebagai Bupati dan kini direalisasikan di tingkat provinsi. Menurutnya, Papua khususnya Papua Tengah memiliki semua potensi yang diberikan Tuhan untuk berkembang. Tanpa harus selalu bergantung pada luar negeri. Termasuk dalam hal pendidikan.
“Papua tidak harus bergantung ke luar negeri untuk mendapatkan pendidikan yang baik. Tuhan sudah kasih kita potensi luar biasa di tanah ini. Kita hanya perlu kelola dengan benar dan mulai dari generasi muda kita,”ucapnya.
Black Pearl English Academy tidak hanya menjadi tempat belajar bahasa Inggris, tetapi juga dirancang sebagai ruang pemberdayaan dan pembentukan karakter.
Akademi ini menempatkan nilai-nilai integritas, kepercayaan diri, dan kepemimpinan sebagai bagian tak terpisahkan dari proses pembelajaran.
Ketua Yayasan Mutiara Hitam, dalam kesempatan tersebut, menyampaikan bahwa BPEA merupakan langkah awal dari serangkaian program penguatan SDM yang dirancang yayasan. Ia menekankan pentingnya kolaborasi antara pemerintah, masyarakat, dan pihak donor untuk memastikan keberlanjutan program ini.
Sementara itu, perwakilan lembaga donor dari Australia menyambut baik semangat kolaboratif yang terbangun dan menyatakan kesiapan mendukung pengembangan akademi ini secara bertahap. Termasuk peningkatan kapasitas pengajar lokal dan penyediaan materi ajar berbasis konteks Papua.
Seremoni peresmian berlangsung hangat dan penuh semangat. Ditandai dengan pemotongan pita Gubernur Meki Nawipa bersama Ketua Yayasan dan tokoh-tokoh gereja. Acara juga dimeriahkan dengan penampilan seni budaya oleh anak-anak Papua yang menjadi simbol semangat baru dalam membangun masa depan lewat pendidikan.
Dengan kehadiran BPEA, diharapkan generasi muda Papua Tengah akan semakin siap menghadapi tantangan global dengan fondasi pengetahuan yang kuat, keterampilan berbahasa yang baik, dan keyakinan pada jati diri mereka sebagai anak bangsa.
Langkah ini menjadi salah satu wujud nyata dari visi besar Pemerintah Provinsi Papua Tengah dalam membangun daerah dari pinggiran, dengan mengedepankan kearifan lokal dan potensi generasi muda sebagai agen perubahan.
Kegiatan ini dihadiri pihak terkait, antara lain Ketua dan Wakil Ketua Sinode Gereja Kristen Injili (GKI) di Tanah Papua, perwakilan Dinas Pendidikan Provinsi Papua Tengah, perwakilan Pemerintah Daerah Kabupaten Nabire, Ketua Yayasan Mutiara Hitam, lembaga donatur dari Australia, pemilik lahan Petrus Samuel Yap Marei, tokoh masyarakat, serta tamu undangan lainnya. (DP/lia)
Menteri Dalam Negeri – Republik Indonesia M Tito Karnavian dibuat heran dengan pertumbuhan ekonomi Papua Tengah menjadi yang terburuk di Indonesia pada kuartal I-2025. Padahal, pendapatan asli daerahnya paling cepat terkumpul se Indonesia sampai dengan posisi Mei 2025.
Pertumbuhan ekonomi daerah yang menjadi lokasi tambang PT Freeport Indonesia di Tembagapura, Kabupaten Mimika, Papua Tengah. Dirinya bahkan terkontraksi atau minus 25,53% pada kuartal I-2025, menjadikannya provinsi dengan pertumbuhan ekonomi terburuk se Indonesia.
“Yang lebih menyedihkan dan pertanyaan besar kita ini minus 25,93%, padahal pendapatannya paling tinggi,” kata Tito saat Rapat Koordinasi Pengendalian Inflasi Tahun 2025, Senin (26/5/2025) seperti dikutip www.CNBCIndonesia.com
Dikatakannya total realisasi penerimaan asli daerah Papua Tengah per Mei telah mencapai 48,71%. Namun, belanja daerahnya menjadi yang terburuk di antara 38 provinsi di Indonesia, yakni baru terealisasi sebesar 9,11%.
Kondisi ini menandakan, uang daerah Papua Tengah hanya tersimpan di bank, tidak dibelanjakan kepala daerahnya untuk mendorong ekonomi masyarakat.
“Angka pendapatan-nya itu 48,71%, nomor satu pendapatannya, hampir 50% sampai Mei ini target pendapatan APBD nya, tapi belanjanya baru 9%, artinya uang nya disimpan di bank,”bebernya.
Untuk itu dirinya meminta Gubernur Papua Tengah Meki Fritz Nawipa segera membelanjakan uang daerahnya untuk pembangunan. Tanpa belanja daerah, dirinya memastikan ekonomi tak akan bisa bergerak dan mencapai pertumbuhan yang tinggi.
“Ini saya minta Pak Gubernur, saya tahu orang pintar juga ini Pak Meki, mantan Bupati Paniai, mantan pilot, sekolahnya pernah di luar negeri. Ini tugas Pak Meki, kerja keras dorong belanjanya jangan 9%, ini sudah bulan Mei,”tekannya.
Selain Papua Tengah, Tito juga menyinggung daerah lain yang ekonominya jauh di bawah pertumbuhan ekonomi nasional pada kuartal I-2025 yang hanya sebesar 4,87%. Daerah itu ialah daerah yang ekonominya di bawah 4%, seperti Papua 3,91%, Papua Pegunungan 3,02%, dan Nusa Tenggara Barat minus 1,47%.
“NTB saya sampai sekarang enggak terpikir belum ketemu nih pak kenapa angkanya minus 1,47% padahal cuma dua pulau utama, ini mohon maaf Pak Gubernur, Pak Lalu Muhamad Iqbal, mantan dubes di Turki, cari tahu kenapa bisa minus. Mungkin koordinasi juga dengan BPS NTB kenapa terjadi,”pungkasnya. (Dikutip dari CNBC Indonesia)
TIMIKA, PAPUTENG –
Gubernur Papua Tengah, Meki Fritz Nawipa, menyerahkan dua unit mobil ambulance kepada RS Polri Bhayangkara dan RS TNI TK.IV Kesdam XVII Cenderawasih di Mile 32 Timika, Kabupaten Mimika, Kamis (1/5/2025).
Hadir dalam penyerahan itu Kapolda Papua Tengah Brigjen Pol. Alfred Papare, Danrem 173/PVB, Brigjen TNI. Frits Pelamonia, Bupati Mimika, Johannes Rettob bersama Para Bupati se-Papua Tengah.
Ditegaskannya pemerintah provinsi
mendukung dan memfasilitasi TNI-Polri dalam memberikan pelayanan kesehatan bagi masyarakat Papua.
“Penyerahan mobil ambulance ini merupakan aset pertama milik Polda Papua Tengah yang Pemprov berikan ke dua rumah sakit TNI-Polri di Timika,”terangnya.
Lanjutnya dengan dukungan kendaraan mobil ambulance ini, pelayanan kepada masyarakat dan juga kepada anggota serta keluarga bisa lebih optimal.
“Dukungan kendaraan operasional ini diharapkan sinergi antara pemda, TNI-Polri semakin kuat dalam menjaga stabilitas keamanan, kesejahteraan masyarakat di Papua Tengah dan terlebih khusus di Kabupaten Mimika,”tuturnya.
Ditempat yang sama Bupati Mimika, Johannes Rettob, menjelaskan dua unit mobil ambulance yang diserahkan ke RS Bhayangkara dan RS TK-IV Timika – Kesdam XVII/Cenderawasih siap beroperasi.
Kata Rettob pemerintah Kabupaten Mimika sudah menyiapkan semua surat administrasi kendaraan bantuan pemerintah Provinsi Papua Tengah.
“Lapor pak Gubernur, kami sudah siapkan semua administrasi kendaraan ambulance dan siap beroperasi,” kata Bupati Johannes Rettob saat mendampingi Gubernur Meki Nawipa di RS Bhayangkara Timika.(odeodata h julia)
Ketua KORMI Provinsi Papua Tengah, Johanes Rettob sekaligus Bupati Mimika menghimbau agar kegiatan Car Free Day (CFD) menjadi kesempatan bagi masyarakat untuk olahraga bersama setiap hari Sabtu.
“Kita semua harus setiap hari luangkan waktu untuk olahraga, sehingga kita semua sehat,” ujarnya menghimbau.
Selain olahraga dan rekreasi, kata dia, pejabat dan masyarakat yang hadir harus membeli jualan mama yang ada di arena CFD.
“Jangan bawa makanan dari rumah, ini UMKM semua kita harus beli dan makan di sini. Jadi selain olahraga ya kita belanja di UMKM sini,”sarannya.
Diketahui CFD di Timika yang digelar oleh Komite Olahraga, Rekreasi, Masyarakat Indonesia (KORMI) Mimika akan konsisten digelar setiap hari Sabtu.
CFD kali ini juga dihadiri Gubernur Papua Tengah Meki Nawipa bersama Wakil Gubernur Deinas Geley turut meramaikan Car Free Day Sabtu pagi, (12/4/2025) dipusatkan di Jalan Cenderawasih Timika. Diawali jalan santai mengambil start dari lampu merah Toko Diana sampai ke lampu merah Gereja Katolik Tiga Raja.
Hadir juga Ketua TP-PKK Papua Tengah, Nurhaidah Nawipa, Wakil Ketua II DPR Papua Tengah Petrus Izaak Suripatty dan Bupati Mimika Johannes Rettob.
Usai jalan santai para pimpinan daerah ini mengikuti senam pagi dipandu KORMI Mimika.
Gubernur Papua Tengah Meki Nawipa di hadapan masyarakat Mimika mengatakan, olahraga sambil rekreasi merupakan sebuat contoh yang baik untuk masyarakatnya di Papua Tengah.
Sehingga selain di Mimika harus dilakukan juga di Nabire sebagai ibukota provinsi.
“Ini contoh yang baik, kita bisa buat di Nabire juga selain di Timika. Terus perlombaan di NTB harus meraih kemenangan, kami pemerintah dukung. Budaya sehat ini kita harus lestarikan supaya bisa sehat dan bisa kerja lagi,”ujarnya menyarankan.
Ditegaskannya sesuatu yang baik untuk masyarakat, sebagai pemerintah sangat siap untuk dukung semua. Selain Formi, yosim pancar/yospan juga harus dihidupkan.
“Di sini Timika ada goyang sekam, Yospan juga harus dihidupkan. Papua Tengah rumah kita bersama. Yang paling penting itu sehat, bugar, gembira dan luar biasa,”tukasnya.
Gubernur mengajak seluruh masyarakat Mimika mengikuti ajang ‘Timika Night Run’ yang akan digelar pada tanggal 26 April 2025 di Mimika.
”Ingat baik-baik tanggal 26 April 2025 datang dan daftar lomba lari Timika Night Run’, ini hanya ada di Timika tidak ada ditempat lain,”pungkasnya. (CEO)
Didampingi sejumlah bupati di wilayah Papua Tengah, Gubernur Meki Nawipa melakukan kunjungan kerja perdana di Kota Tua Kokonao Distrik Mimika Barat, Kabupaten Mimika. Kamis (10/4/2025).
Turut mendampingi Bupati Mimika Johannes Rettob, Direktur PT Freeport Indonesia Cluas Wamafma, Direktur YPAMK Timika Dr. Leonardus Tumuka, Ketua DPR Papua Tengah Delius Tabuni, Wakil Ketua II DPR Papua Tengah, Petrus Izaach Suripaty, Sekjen Keuskupan Timika Pastor Andreas Madyo, SCJ, Bupati Intan Jaya Aner Maisini, Bupati Paniai Yampit Nawipa, Direktur PSW YPPK Tillemans Kabupaten Mimika John Giyai.
Kunjungan kerja gubernur dan rombongan ini terfokus pada investasi Sumber Daya manusia (SDM) Papua Tengah yang ada di Kokonao yakni SD YPPK Lecocq D’armanville, SMP Lecocq D’armanville, Asrama Putra dan Putri Katolik di Paroki Bintang Laut Kokonao.
Gubernur Meki juga ingin melihat dari dekat persiapan penyuplai air bersih, pembangunan puskesmas serta mengunjungi Pastoran Kokonao.
Sejak pagi di lapangan terbang (lapter) Kokonao, masyarakat begitu antusias memadati untuk menyambut kedatangan rombongan dengan pakaian adat dan tarian tradisional.
Kedatangan Gubernur Meki Nawipa disambut meriah tarian adat dari lapangan Terbang Kokonao hingga halaman SMP YPPK Lecocq D’armanville.
Dalam sambutannya, Gubernur Meki Nawipa memberikan apresiasi kepada masyarakat yang telah menyambut kedatangannya dan rombongan.
“Terima kasih masyarakat sudah hadir. Ini adalah distrik pertama yang saya kunjungi setelah dilantik menjadi gubernur,”akunya.
Dirinya menekankan pentingnya pendidikan bagi generasi muda. Untuk itu, dalam lima tahun kepemimpinannya kedepan akan difokuskan pada investasi sumber daya manusia mulai dari PAUD, TK, SD, SMP, SMA, SMK hingga Perguruan Tinggi, baik itu di dalam maupun luar negeri.
“Anak-anak harus sekolah sampai sukses, harus pintar. Karena kalian adalah generasi pembangunan negeri ini ke depan. Cukup dulu kami yang susah cari beasiswa, sekarang harus lebih baik dan kami siap membantu generasi penerus,”tegasnya saat berada di halaman SMP YPPK Lecocq D’armanville Kokonao.
Lanjutnya fokusnya sebagai gubernur adalah meletakkan fondasi yang kuat di bidang pendidikan.
Terkait pengelolaan sekolah YPPK di Kokonau, akan bekerjasama dengan pihaknya, Pemkab Mimika, YPMAK, PTFI dan Serikat Jesuit Katolik.
“Untuk pengelolaan akan kami serahkan ke Serikat Jesuit, biar mereka yang kelola sekolah dan asrama di Kokonau sini,” katanya.
Kunjungan kerja ke distrik, merupakan kanker paling pertama yang dipusatkan di Kokonau sebagai kota tua di waktu dahulu. Ia berkisah, para orang-orang hebat dari daerah Intan Jaya, Paniai, Deiyai dan Dogiyai di waktu lalu merupakan alumni dari sekolah-sekolah di Kokonao.
“Dulu pesawat terbang dari Enarotali, Epouto, Bilogai, Waghete dan Moanemani membawa anak-anak datang sekolah di Kokonao sini dan juga suplai sayur mayur dari pedalaman ke sini. Sementara dari Kokonao biasanya kirimkan ikan asing dan dendeng ke pedalaman. Semua kios milik gereja di pedalaman itu biasanya jual ikan asin dan dendeng adalah kiriman dari sini (Kokonao),”ungkapnya. (CEO)
Bupati Puncak Elvis Tabuni mengaku bersyukur dirinya bersama Wakil Bupati Naftali Akawal Periode 2025 – 2030 dilantik di Kota Nabire – Provinsi Papua Tengah. Karena disaksikan oleh seluruh keluarga besarnya.
“Hari ini adik gubernur dia (Meki Nawipa-red) dan wakil gubernur lantik saya dan wakil bupati dengan Bupati dan Wakil Bupati Mimika, disaksikan seluruh saudara – saudara dan bapak ibu. Ini Sejarah yang luar biasa, karena di delapan kabupaten, dua kabupaten pertama yang dilantik Gubernur hari ini. Kami ucapkan terima kasih,”kata Bupati Elvis saat memberikan sambutan pada Rapat Paripurna DPRD Kabupaten Puncak dengan acara Serah Terima Jabatan dari Pj Bupati Puncak kepada Bupati dan Wakil Bupati Puncak Periode 2025 – 2040 di Aula Gereja Tabernakel, Kota Nabire. Selasa malam (25/3/2025).
Kemudian, Pilkada sudah selesai. Untuk itu kepada Pasangan nomor urut 2, 3 dan 4 ditegaskannya semua adalah anak Puncak, yang bersama – sama membangun kabupaten ini dan tidak lagi perbedaan. Baik Suku Dani, Damal, Nduga, Wano, Turu, Moni dan juga suku pendatang lainnya.
“Siapa saja yang ada di Kabupaten Puncak mempunyai hak yang sama,”tegasnya.
Untuk itu dirinya menghimbau kepada seluruh masyarakat Kabupaten Puncak, mari bergandeng tangan, kita bersama mendukung dirinya dan wakil Naftali Awakal dengan berbagai Program kerja.
Elvis mengaku dirinya adalah salah satu tokoh Kabupaten Puncak, dari Kabupaten Nabire yang melahirkan Kabupaten Puncak Jaya. Puncak Jaya melahirkan Kabupaten Puncak. “Itu alur sejarahnya. Jadi saya tidak keluar dari itu. Saya dari Nabire – Puncak Jaya – Puncak dan kembali lagi. Sekarang kita dilantik oleh Gubernur Papua Tengah sekarang ini,”tuturnya.
Dirinya mengungkapkan saat ini hampir 1000 orang masyarakat asal Kabupaten Puncak hadir di kota Nabire, yang datang dengan sukarela. Mulai dari Wamena dan juga Jayapura.
Dihadapan Gubernur Papua Tengah, dirinya menyampaikan dalam waktu dua minggu kepada pemerintah daerah Puncak, untuk melaksanakan tempat yang akan ditinggalinya.
“Rumah bupati tidak ada. Maka sementara Pak Sekda dengan jajarannya akan merehab. Jadi saya rencana naik ke Illaga, bapak gubernur antar saya. Sekaligus dengan target peletakan fondasi pertama Kantor Bupati Puncak,”tukasnya.
100 Hari kerja dirinya akan meletakan fondasi kantor bupati. “Selama ini rumah dinas bupati juga tidak ada dan wakil bupati juga tidak. Jadi sementara saat ini sedang rehab rumah. Itu sebagai bahan informasi kepada Bapak gubernur,”terangnya.
Pada kesempatan itu dirinya mengucapkan terima kasih kepada Kapolres Puncak dan Dandim 1717 Puncak. “Pengabdian yang luar biasa pak kapolres, hampir lima tahun bertugas di Illaga. Luar biasa Pak Kapolres. Tetapi harus pindah tugas ke tempat tugas yang baru. Terima kasih Tuhan Yesus memberkati,”ucapnya.
Ucapkan Terima Kasih
Pada kesempatan Bupati Elvis bersama Wakil Naftali mengucapkan terima kasih dan memberikan rasa hormat yang setinggi – tingginya kepada Mantan Pj Bupati Puncak Neno Tabuni beserta aparat keamanan. Baik TNI/Polri yang telah mengemban amanah dengan penuh tanggung jawab selama masa transisi kepemimpinan di Kabupaten Puncak.
Di tengah-tengah dinamika dan tantangan yang dihadapi telah bekerja keras memastikan jalannya pemerintahan tetap stabil serta menjaga situasi dan kondisi. Terutama dalam menghadapi harapan kepada daerah ini.
Lanjutnay di masa kepemimpinan Bupati dirinya telah menyaksikan berbagai langkah strategis yang diambil untuk menjaga ketertiban dan memperkuat koordinasi antar instansi dan memastikan bahwa pelayanan publik tetap berjalan dengan optimal.
Di tengah tantangan yang ada Pemerintah Kabupaten Puncak tetap dapat menjalankan peraturan-peraturan pembangunan yang bermanfaat bagi masyarakat.
“Untuk itu saya secara pribadi maupun atas nama masyarakat Kabupaten Puncak menyampaikan apresiasi yang setinggi-tingginya dan pengabdian yang telah diberikan oleh Bupati beserta seluruh jajaran Tak lupa saya juga mengucap terima kasih yang sebesar-besarnya kepada seluruh aparatur sipil di lingkungan Pemerintah Kabupaten Puncak. Saudara-saudara semua adalah ujung tombak dalam menjalankan roda pemerintahan,”pungkasnya.
Gubernur Papua Tengah Meki Nawipa menyaksikan langsung Sertijab Bupati Puncak dari Pj Bupati Neno Tabuni kepada Bupati defenitif Elvis Tabuni dan Naftali Akawal. (foto : julia)
Puji Orang Puncak
Sementara itu Gubernur Papua Tengah Meki Nawipa memuji sikap orang Puncak yang mulai memberikan sebuah kedewasaan kepada Papua dan Papua Tengah. Bahwa orang Puncak adalah yang terbaik sepanjang sejarah ini.
“Hari ini kita sudah provinsi dengan mengucap Syukur dan saya ulang lagi, masyarakat Puncak terima kasih banyak sudah kasih saya suara dan kami terpilih sebagai gubernur pertama sepanjang Sejarah Provinsi Papua Tengah,”kata Meki.
Saatnya untuk bersama – sama membangun, dengan memberikan arahan singkat untuk bisa melihat jalan nasional yang mana. Jalan provinsi yang mana.
“Terima kasih banyak Pak Elvis katakan nanti akan bangun Pendidikan. Saya bersama – sama dengan engkau. Kita bangun orang sekolah supaya jadi tuan kedepan,”pesannya.
Selain itu juga Gubernur Meki mengingatkan untuk perlu adanya penghormatan kepada kearifan local dan kedua peningkatan kualitas Pendidikan karena hanya orang sekolah yang bisa merubah kehidupan ini kedepan. Kemudian di Puncak jika ada konflik perlu koordinasi, supaya bagaimana anak – anak diturunkan ke Nabire atau Timika.
“Masa depan anak – anak kita tidak boleh jadi korban hanya karena kepentingan makan dan minum. Kita harus buat yang terbaik di Negeri ini, karena orang semua di dunia ini akan melihat Papua Tengah mau kemana. Kalau bapak – bapak bekerja tidak maksimal, sayang lima tahun itu hanya lima malam. Kita tidak akan dikenang oleh siapapun,”ujarnya mengingatkan.
Maka itu kepentingan generasi kedepan lebih penting daripada kepentingan menjadi seorang bupati dan wakil bupati.
Ketiga dirinya berpesan agar Bupati dan Wakil Bupati Puncak agar jangan berkelahi. Pasangan ini jalan terus sampai dengan masa jabatan selesai. Jangan berkelahi karena uang, jangan berkelahi karena yang lain. Posisi harus jelas, bupati berbuat apa, wakil bupati berbuat apa.
Diketahui Sidang Paripurna DPRD Kabupaten Puncak dipimpin Ketua Sementara Mandelus Tabuni menjelaskan anggota dewan yang hadir berjumlah 20 orang dan yang tidak hadir 4 orang. Sehingga memenuhi jumlah forum yang hadir. (odeodata)