MIMIKA,PAPUTENG.com –
Direktur Utama BPJS Kesehatan, Prihati Pujowaskito melakukan kunjungan kerja ke Kabupaten Mimika guna memperkuat sinergi dengan pemerintah daerah dalam penyelenggaraan Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN). Kunjungan ini juga menjadi bagian dari upaya BPJS Kesehatan menyerap aspirasi pemerintah daerah agar layanan JKN di wilayah Papua, khususnya Kabupaten Mimika, dapat berjalan lebih optimal.
Prihati Pujowaskito mengatakan, penguatan kolaborasi antara BPJS Kesehatan dan pemerintah daerah merupakan langkah strategis untuk memastikan seluruh masyarakat mendapatkan perlindungan kesehatan melalui Program JKN. Menurutnya, dukungan pemerintah daerah sangat penting dalam menjaga kualitas serta pemerataan layanan kesehatan bagi peserta JKN.
“Kunjungan ini kami lakukan untuk menyerap aspirasi pemerintah daerah agar penyelenggaraan Program JKN di Papua, khususnya di Kabupaten Mimika, dapat semakin membuka akses layanan kesehatan bagi masyarakat tanpa harus khawatir biaya,” ujarnya.
Dalam kesempatan tersebut, Prihati Pujowaskito juga mengunjungi RS TNI AD Tk. IV Oro Doro Enakoa Timika. Ia menegaskan bahwa penguatan layanan kesehatan tidak hanya menjadi tanggung jawab BPJS Kesehatan, tetapi juga membutuhkan dukungan pemerintah daerah melalui dinas kesehatan.
Menurutnya, dukungan tersebut mencakup peningkatan mutu layanan di fasilitas kesehatan, pemenuhan tenaga kesehatan, penyediaan sarana dan prasarana yang memadai, serta peningkatan kualitas pelayanan di Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP) maupun rumah sakit.
Selain itu, pemerintah daerah juga memiliki peran penting dalam meningkatkan kepesertaan aktif masyarakat dalam Program JKN. Salah satunya melalui pendataan serta reaktivasi kepesertaan bagi peserta Penerima Bantuan Iuran (PBI) yang sebelumnya dinonaktifkan, sehingga masyarakat yang membutuhkan tetap memperoleh perlindungan kesehatan.
“Kami berharap dukungan pemerintah daerah, termasuk melalui dinas kesehatan, dapat semakin memperkuat kualitas layanan di fasilitas kesehatan. Dengan sinergi yang kuat, masyarakat di Mimika dapat memperoleh akses layanan kesehatan yang lebih mudah, cepat, dan setara melalui Program JKN,” katanya.
Sementara itu, Bupati Mimika Johannes Rettob menyampaikan bahwa Pemerintah Kabupaten Mimika berkomitmen memastikan seluruh masyarakat memperoleh perlindungan kesehatan melalui Program JKN. Komitmen tersebut tercermin dalam target pembangunan daerah yang menempatkan kepesertaan aktif JKN sebagai salah satu indikator utama sektor kesehatan.
“Secara konsisten kami menargetkan 100 persen penduduk menjadi peserta aktif JKN. Target ini juga menjadi salah satu indikator kinerja utama pembangunan bidang kesehatan dalam RPJMD Kabupaten Mimika 2025–2029,” ujar Johannes.
Ia menambahkan, pemerintah daerah juga menyiapkan berbagai langkah untuk memastikan masyarakat tetap dapat mengakses layanan kesehatan, termasuk bagi peserta yang mengalami penonaktifan kepesertaan. Salah satu langkah yang dilakukan adalah menyiapkan dukungan anggaran daerah untuk mengaktifkan kembali kepesertaan masyarakat yang membutuhkan.
“Pemerintah daerah telah menyusun strategi untuk tetap memberikan pelayanan kesehatan optimal kepada masyarakat. Selain itu, kami juga menyiapkan regulasi dan rencana aksi daerah sebagai pedoman pelaksanaan JKN agar masyarakat Mimika tetap terlindungi dalam Program JKN,” tegasnya. (julia/rls)
