Tingkatkan Akses Internet, Dinas Kominfo Deiyai Pasang Tiga Starlink di Distrik Tigi Barat

WAGHETE, PAPUTENG.com –

Kepala Dinas Komunikasi, Informatika dan Persandian Kabupaten Deiyai, Oktopia Mote, menyalurkan bantuan tiga unit internet satelit Starlink kepada masyarakat Kampung Wagomani, Distrik Tigi Barat, pada Sabtu siang (14/2/2026).

Tiga titik pemasangan Starlink tersebut ditujukan untuk mendukung pelayanan publik dan aktivitas masyarakat, yakni di Puskesmas Wagomani dan balai kampung, Paroki Wagomani, serta kios koperasi paroki dan SD YPPK Wagomani.

Menurut Oktopia Mote, bantuan tersebut merupakan bagian dari upaya mendukung visi dan misi Bupati serta Wakil Bupati Deiyai dalam meningkatkan pelayanan publik berbasis teknologi. Ia juga mengimbau warga agar memanfaatkan fasilitas internet secara bijak, terutama untuk pengiriman data pelayanan, laporan ke dinas, serta pengembangan usaha seperti penjualan online. Selain itu, masyarakat diminta menjaga perangkat Starlink agar dapat digunakan dalam jangka panjang.

Tokoh masyarakat sekaligus Ketua Dewan Paroki Gereja Katolik Wagomani, Marselus Bobii, menyampaikan rasa syukur dan terima kasih kepada pemerintah daerah atas bantuan tersebut. Ia menilai akses internet kini menjadi kebutuhan pokok masyarakat.

Hal senada disampaikan Kepala Silvester Waine, yang mengaku sangat terbantu dengan adanya fasilitas internet. Menurutnya, akses tersebut telah lama diharapkan oleh tenaga kesehatan dan masyarakat untuk mendukung pelayanan serta komunikasi.

Dengan adanya Starlink, diharapkan kegiatan pelayanan kesehatan, pendidikan, keagamaan, dan ekonomi masyarakat di Wagomani semakin berkembang seiring meningkatnya akses internet. (PK/red)

Hari Jadi Ke 17 Kabupaten Deiyai Suasana Kota Waghete Ramai

WAGHETE,PAPUTENG.com, – Rabu, 26 November 2025 di Kota Waghete ibukota Kabupaten Deiyai, Provinsi Papua Tengah tampak ramai.

Ribuan ASN, Tenaga Kontrak, TNI/Polri, KONI, KNPI, KADIN, APINDO, Pramuka, para tokoh adat, tokoh masyarakat, tokoh Perempuan, tokoh agama, tokoh Pendidikan, tokoh Kesehatan, para tokoh masyarakat, Bank BRI, Bank Papua, dan ribuan warga Deiyai memadati halaman Kantor Bupati. Sejak pagi, kantor Bupati Deiyai yang terletak di Tigidoo, Kampung Mugouda ini cukup ramai.

Forkompimda, Kepala OPD dan sejumlah Pimpinan Ormas dan Paguyuban juga terlihat hadiri upacara tersebut

Pada tahun pertama kepemimpinannya, Bupati Melkianus Mote menggagas pelaksanaan HUT ke-17 sebagai wujud syukur dan penghargaan kepada pemerintah serta masyarakat yang telah memperjuangkan dan menghadirkan Kabupaten Deiyai.

Tema HUT tahun 2025, “Bersatu dan bekerja bersama membangun Deiyai (Enaimoo Ekowai) untuk Deiyai,” menekankan pentingnya mewujudkan kesejahteraan yang merata dan berkeadilan, dengan fokus pada kaum yang terpinggirkan dan tidak berdaya, yaitu “Daba, Dobiyo, Miaa, adama” (Orang kecil, Yatim piatu, Janda-duda, Orang tua/lanjut usia).

Fokus pembangunan dalam lima tahun mendatang adalah pendidikan, kesehatan, dan ekonomi kerakyatan, diikuti oleh bidang-bidang lainnya seperti infrastruktur, sosial, dan budaya.

Bupati Melkianus Mote menegaskan ‘Enaimoo Ekowai’ sebagai Spirit Pembangunan Deiyai pada HUT ke-17

Kata dia, setiap pemimpin memiliki masanya untuk berbakti dan bekerja keras membangun daerah demi mencapai kesejahteraan Kabupaten Deiyai yang berkeadilan.

“Semua pihak memiliki tanggung jawab untuk melanjutkan estafet pembangunan bangsa di Kabupaten Deiyai, mewujudkan visi-misi dengan slogan “Enaimoo Ekowai untuk Deiyai,”ujarnya  saat memberikan amanah.

Mote mengajak seluruh masyarakat untuk memaknai motto kabupaten “Dou, Gai, Ekowai (Melihat, Berpikir, Bekerja)” sebagai landasan dalam setiap tindakan dan generasi, yang disesuaikan dengan visi misi pembangunan.

Bupati Melkianus Mote mengatakan pada tahun pertama kepemimpinannya, telah diletakkan pondasi melalui penegakan disiplin ASN dan peluncuran beberapa fasilitas penunjang pelaksanaan pembangunan.

Dirinya meyakini pada penghujung tahun 2025, semua akan bangkit dan bekerja melayani masyarakat, mengejar ketertinggalan.

Dengan modal kebersamaan dan kerja keras, cita-cita mewujudkan Kabupaten Deiyai yang maju, mandiri, sejahtera, dan berkeadilan dapat diraih dengan semangat “Enaimoo Ekowai”. Usai Upacara, dilanjutkan acara dengan pemotongan kue ulang tahun dan tumpeng, pemberian hadiah lomba desain batik khas Suku Mee, lomba mewarnai tingkat TK/PAUD.  (PK/red)

Bupati Deiyai Letakkan Batu Pertama Pembangunan Kantor Distrik Persiapan Memoa

DEIYAI, PAPUTENG.Com  –

Bupati Deiyai Melkianus Mote didampingi Wakil Bupati Ayub Pigome, Kepala Distrik Bouwobado  bersama sejumlah Pejabat di lingkup Pemkab Deiyai melakukan peletakan batu pertama Pembangunan gapura tapal batas, Kantor Distrik Persiapan Memoa dan Kantor Desa di Sungai Dauwo Desa Mudetadi, Distrik Bouwobado. Jumat (31/10/2025),

“Berdasarkan Undang-Undang Pemekaran Kabupaten Deiyai, pada hari ini Jumat (31/10/2025), saya sudah meletakan batu pertama untuk Pembangunan Gapura Tapal Batas, Kantor Distrik Persiapan Memoa dan Kantor Desa di Sungai Dauwo Desa Mudetadi Distrik Bouwobado,”ucap  Bupati Melkianus di Kampung Mudetadi, Distrik Bouwobado, Deiyai.

Peletakkan batu pemekaran Distrik Persiapan Memoa dan tiga kampung tersebut bertujuan memperpendek jangkauan pelayanan pemerintah kabupaten Deiyai bagi masyarakat di daerah perbatasan agar pembangunan di daerah ini dapat terlayani.

Peletakan batu pertama  ini, disambut baik dan meriah oleh 18 Fam/marga dari Suku Mee dan Moni yang diwakili oleh tokoh adat, kepala suku, tokoh perempuan, tokoh agama dan kepala distrik dan kampung dari Distrik Bowobado, yang mana sebagai distrik induk telah menyetujui untuk dilakukan pemekaran dan penegasan tapal batas.

Bupati Deiyai Melkianus Mote saat berbicara di depan warga dari Suku Mee dan Moni saat peletakan batu pertama peresmian Kantor Distrik Persiapan Mamoa
Caption : Bupati Deiyai Melkianus Mote saat berbicara di depan warga dari Suku Mee dan Moni saat peletakan batu pertama peresmian Kantor Distrik Persiapan Mamoa. (foto : ist/PK)

Masalah Tapal Batas, kata Melkianus Mote, merupakan tanggung jawab antara Bupati Deiyai dan Bupati Mimika. Maka itu, dirinya meminta kepada seluruh masyarakat agar tidak terpengaruh segala isu atau kabat yang memperkeruh situasi.

Diungkapkannya ada oknum tertentu yang sedang memperkeruh situasi, karena sedang mengejar jabatan Kepala Kampung dan Kepala Distrik baik dari Kabupaten Deiyai maupun Kabupaten Mimika.

“Kami akan meminta Kemendagri untuk menetapkan kembali batas wilayahnya sesuai dengan pemekaran kabupaten yang telah ditetapkan,”tukasnya.

Lanjutnya dirinya bersama Bupati Mimika Yohannes Rettob akan meninggalkan pondasi yang kuat untuk Papua Tengah. Khususnya tapal batas Kabupaten Deiyai dan Mimika.

Kedatangan rombongan Bupati Deiyai ini disambut hangat antusias dengan cara tarian adat dan waita sambil memanggul Bupati, kepala distrik dan DPRK utusan dari warga Suku Mee dan Moni, yang telah lama menunggu pemekaran distrik dan kampung baru di perbatasan Kampung Mudetadi.

Kunjungan pemerintah Kabupaten Deiyai kepada masyarakat di perbatasan ini sebagai kepedulian pemerintah dalam pelayanan pembangunan kepada masyarakat yang berada di wilayah perbatasan.

Nantinya di wilayah perbatasan antara kabupaten Deiyai dan Kabupaten Mimika akan dibangun Gapura.

“Kami akan bangun gapura di tapal batas antara kabupaten Deiyai dan kabupaten Mimika sesuai dengan tapal batas yang telah ditentukan oleh kementerian dalam negeri,”janjinya.

Bupati juga berencana ke depan akan berkantor di distrik Memoa dalam rangka mendorong percepatan Pembangunan di daerah perbatasan.

Dengan keseriusan ini menunjukkan komitmen Bupati dan Wakil Bupati Deiyai, Provinsi Papua Tengah membangun di semua lini, kabupaten yang dipimpinnya. Dengan memberikan perhatian serius kepada warga yang selama ini tidak mendapatkan perhatian.

Dalam kunjungan tersebut, turut hadir Bupati, Ketua DPRK dan Wakil ketua I, ketua II, Anggota DPRK jalur Otsus, Dandim, Kapolres, Asisten I dan II, Kepala suku Deiyai, serta pimpinan organisasi perangkat Daerah (OPD) serta seluruh masyarakat kampung Mudetadi. (PK/Redaksi)