SMP YPPK Santo Antonius Nabire Perkuat Pembelajaran Digital Berbasis Internet

Kepala Sekolah SMP YPPK Santo Antanius Nabire
Kepala Sekolah SMP YPPK Santo Antanius Nabire

NABIRE, PAPUTENG.com

SMP Yayasan Pendidikan dan Persekolahan Katolik (YPPK) Santo Antonius Nabire mengawali pembelajaran Semester II Tahun Ajaran 2025–2026 dengan fokus pada penguatan sistem pembelajaran berbasis internet atau e-learning.

Kepala SMP YPPK Santo Antonius Nabire, Hery Purwanto, mengatakan peningkatan kualitas jaringan internet menjadi prioritas utama sekolah guna menunjang proses belajar mengajar yang semakin digital. Salah satu target yang dicanangkan pada tahun 2026 adalah memastikan akses internet dapat menjangkau seluruh ruang kelas, mulai dari kelas VII hingga kelas IX.

 

“Target kami tahun ini jaringan internet sudah bisa terhubung ke setiap kelas. Untuk itu, sekolah membutuhkan penambahan sedikitnya empat unit router agar koneksi lebih stabil dan merata,” ujar FX Heri Purwanto via WhatsApp, Rabu (25/2/2026).

Ia menjelaskan, saat ini SMP Santo Antonius baru mengandalkan satu router dengan layanan Indihome. Namun, keterbatasan jangkauan membuat koneksi internet belum maksimal, terutama untuk ruang-ruang kelas.

“Jaringan wifi yang ada masih sering mengalami gangguan dan belum menjangkau seluruh area kelas. Kami berharap bisa menambah empat router baru, termasuk menggunakan jaringan Starlink, agar kualitas internet lebih baik,” katanya.

Penguatan jaringan internet ini juga dinilai penting untuk mendukung pelaksanaan Asesmen Nasional Berbasis Komputer (ANBK) yang rutin diikuti sekolah setiap tahun. SMP Santo Antonius tercatat memiliki 40 unit komputer di laboratorium, yang dinilai cukup memadai untuk menunjang kebutuhan ANBK secara daring.

Sekolah yang berada di bawah naungan Yayasan Tillemans Timika tersebut saat ini menerapkan Kurikulum Merdeka dengan pendekatan deep learning yang berfokus pada tiga pilar utama; mindful learning artinya belajar dengan sadar dan penuh konsentrasi, meaningful learning berarti belajar penuh makna dan relevan, serta joyful learning berarti belajar dengan menyenangkan.

Sejalan dengan transformasi digital di dunia pendidikan, SMP Santo Antonius juga mulai memperkenalkan pembelajaran coding dan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) kepada para siswa.

“Terkait pembelajaran coding dan AI, kami masih menunggu petunjuk teknis lebih lanjut dari Kemendikbud melalui Dinas Pendidikan. Namun saat ini, pengenalan dasar coding sudah mulai diberikan oleh guru IT yang kami miliki,” pungkas Heri Purwanto. (Mus)

Jadikan Postingan ini Sebagai Diskusi