Diskominfo Nabire Siapkan Pelatihan Web Desain, AI dan Digital Marketing

Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Nabire, Wenzist JJ Lamere

NABIRE – PAPUTENG.COM – Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kabupaten Nabire berencana menggelar pelatihan web desain, Artificial Intelligence (AI), dan digital marketing pada akhir Oktober 2026.

Kepala Diskominfo Kabupaten Nabire, Wenzist Johnny Jackson Lamere, mengatakan pelatihan tersebut disiapkan sebagai upaya meningkatkan keterampilan generasi muda, khususnya Orang Asli Papua (OAP), agar mampu beradaptasi dengan perkembangan teknologi dan ekonomi digital.

“Pelatihan yang kami adakan ini sesuai dengan era sekarang. Web desain, AI, dan digital marketing merupakan keahlian yang harus dimiliki generasi muda, khususnya OAP,” ujar Wenz saat ditemui, Jumat (2/10/2026).

Menurut Wenz, pelatihan tersebut sebenarnya sudah perlu dilaksanakan sejak beberapa tahun lalu. Perkembangan media online dan perdagangan elektronik (e-commerce) yang semakin pesat telah mengubah pola masyarakat dalam memperoleh informasi maupun berbelanja.

Ia menilai perkembangan tersebut membuat pelaku usaha dan generasi muda perlu memiliki kemampuan digital agar dapat memanfaatkan peluang yang tersedia.

Namun, Wenz menegaskan pelatihan yang diselenggarakan Diskominfo Nabire tidak boleh berhenti pada kegiatan seremonial semata. Peserta diharapkan memperoleh keterampilan yang dapat diterapkan setelah pelatihan selesai.

“Kami berharap peserta yang tuntas mengikuti pelatihan setidaknya memiliki keterampilan yang bisa dipraktikkan dalam kehidupan sehari-hari atau bahkan menjadi modal dasar untuk bekerja,” tegasnya.

Untuk memastikan kualitas pelatihan, Diskominfo Nabire akan menghadirkan tenaga pelatih yang profesional dan memiliki kompetensi di bidangnya. Pihaknya juga mengupayakan agar peserta memperoleh sertifikat yang memiliki kejelasan dan dapat mendukung pengembangan kompetensi mereka.

Dorong Penguatan SPBE

Selain peningkatan keterampilan digital masyarakat, Wenz mengatakan pihaknya juga tengah melakukan pembenahan di internal Diskominfo Nabire.

Salah satu hal yang menjadi perhatian adalah penguatan pengelolaan Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE), termasuk kebutuhan terhadap Pejabat Penginput Data (PPD) pada setiap Organisasi Perangkat Daerah (OPD).

Menurutnya, Kabupaten Nabire sebenarnya telah memiliki sistem SPBE. Namun, sistem tersebut perlu dikelola secara optimal agar dapat mendukung penyelenggaraan pemerintahan berbasis teknologi informasi dan komunikasi.

“SPBE ini penting dikelola pemerintah dengan baik dan optimal. Karena itu perlu didukung oleh Pejabat Penginput Data (PPD) resmi,” katanya.

Wenz menjelaskan, keberadaan PPD perlu memiliki dasar hukum yang jelas melalui Peraturan Bupati (Perbup) sebagai regulasi yang memberikan kepastian dalam pelaksanaan tugas dan tanggung jawab.

Dalam penerapannya, Diskominfo berperan sebagai wali data, sementara pengelolaan data pada masing-masing OPD didukung oleh pejabat yang bertanggung jawab terhadap proses penginputan dan pengelolaan data.

Ia menilai optimalisasi SPBE akan membantu pemerintah daerah meningkatkan kualitas penyelenggaraan pemerintahan dan pelayanan kepada masyarakat, instansi pemerintah, ASN, maupun pelaku usaha.

SPBE sendiri merupakan kebijakan nasional dalam pemanfaatan teknologi informasi dan komunikasi untuk mendukung tata kelola pemerintahan yang lebih efektif dan terpadu.

Berdasarkan Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 95 Tahun 2018 tentang Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik, penerapan SPBE diarahkan untuk mewujudkan tata kelola pemerintahan yang bersih, efektif, transparan, dan akuntabel, sekaligus meningkatkan kualitas pelayanan publik dan keterpaduan administrasi pemerintahan.

Dengan rencana pelatihan tersebut, Diskominfo Nabire berharap semakin banyak generasi muda yang memiliki keterampilan digital sekaligus mampu memanfaatkan teknologi sebagai peluang pengembangan diri maupun ekonomi.(red-paputeng.com)

Jadikan Postingan ini Sebagai Diskusi