Perindo Paputeng Berbagi Kasih di PA Siloam Kalibobo

NABIRE, PAPUTENG –

Partai Perindo Provinsi Papua Tengah (Paputeng) menyalurkan Bantuan berupa alat tulis dan sembako ke Panti Asuhan Siloam Kalibobo, Nabire, Rabu (9/7/2025).

“Kami sangat peduli dengan dunia pendidikan dan anak-anak. Maka, kami berbagi dari sedikit yang kami punya,”kata Plt. Ketua  Pilemon Keiya yang didamingi Wakil Sekretaris  Aleksander Giyai.

Dikatakannya Partai Perindo merasa bersyukur bisa berbagi dengan anak-anak yang sedang mengenyam pendidikan dibawah asuhan Amos Yeninar. Dimana sekitar  50 anak – anak yang tinggal disana.

Dikatakannya sedikit yang dibantu ini bisa menjadi berkat dan berguna bagi anak-anak yang tinggal di Panti Asuhan Siloam Kalibobo. Semoga suatu kelas mereka bisa orang-orang yang berguna untuk banyak orang

“Kami memberi Apresiasi kepada Amos Yeninar dan istrinya yang dengan tabah dan sabar mendidik dan membina anak-anak di Panti Asuhan Siloam Kalibobo Nabire. Karena, tidak semua orang bisa lakukan hal seperti ini,”akunya (lia)

 

 

Konflik di Papua Tengah Harus Dibicarakan Bersama Kepala Negara

NABIRE, PAPUTENG  –

Konflik bersenjata di Provinsi Papua Tengah (PPT) yang terus melanda menandakan kegagalan pendekatan lokal untuk meredam  kekerasan di Provinsi DOB. Situasi ini mendorong para tokoh untuk menyerukan dialog bersama Presiden Republik Indonesia sebagai panglima tertinggi negara.

“Ini bukan masalah sosial biasa. Kita tidak bisa membangun jika daerah terus berada dalam konflik. Itu jelas bertentangan dengan semangat pembentukan Provinsi Papua Tengah,” kata Anggota DPR Papua Tengah  John NR Gobai dalam diskusi terbatas di Nabire beberapa waktu lalu bersama Anggota DPD RI Yoris Raweyai, Anggota DPRK Intan Jaya.

Pertemuan juga dihadiri Anggota DPRK Intan Jaya, Bartolomeus Murib, yang menekankan konflik yang terjadi telah menimbulkan korban jiwa, kerusakan harta benda, serta memicu pengungsian masyarakat.

Menanggapi kondisi tersebut, Gobai menyatakan kesiapannya untuk menjembatani dialog antara Tokoh Papua dan para pejabat tinggi negara.

“Kami siap berkolaborasi dengan MRP, DPRP dan DPRK se-Tanah Papua untuk bertemu langsung dengan Presiden RI, Panglima TNI, dan Kapolri. Tapi tentu semua ini perlu koordinasi yang solid dan komunikasi yang intens,”tuturnya.

Langkah yang diusulkan mencakup penyelenggaraan Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama lembaga-lembaga representatif di Papua Tengah dan pembentukan tim khusus, guna menyampaikan langsung aspirasi masyarakat kepada pemerintah pusat. (DP/lia)

DPW Perindo Paputeng Salurkan Bantuan Bagi Anak – Anak Sekolah di Intan Jaya

NABIRE, PAPUTENG –

Plt. Ketua DPW Perindo Provinsi Papua Tengah Philemon Keiya menyalurkan bantuan alat – alat keperluan sekolah seperti buku tulis, bolpen, warna, pensil, alat peraga baca dan menghitung.

“Kami salurkan bantuan ini agar anak-anak Intan Jaya yang sedang mengungsi, yang selama ini tidak belajar dengan baik bisa kembali mendapatkan pendidikan sekalipun ada di tempat pengungsian,”terangnya dalam rilis resmi yang diterima redaksi baru – baru ini.

Dijelaskannya alasan memilih untuk membantu para pelajar ini karena pendidikan sangat penting. Anak-anak jangan korban karena berbagai konflik.

DPW Partai PERINDO Provinsi Papua Tengah menolak segala bentuk konflik di Papua Tengah yang mengorbankan warga tidak berdosa. Apalagi mengakibatkan anak-anak tidak bisa belajar dengan baik.

Hal ini ancaman serius bagi masa depan dari anak-anak. Konflik harus diakhiri di Papua Tengah.  “Bantuan ini kami salurkan melalui Posko Kemanusiaan yang dibuka oleh Pemuda Katolik di Nabire,”tuturnya.

Pembagian alat sekolah ini bertempat di Posko Kemanusiaan yang dibuka Pemuda Katolik, di Gereja Katolik Kristus Sahabat Kita (KSK) Meriam, Nabire – Papua Tengah pada  hari Kamis (29/5/2025) lalu. (lia)

BPK RI Paputeng Ikut Berkurban Jelang Hari Raya Idul Adha

NABIRE, PAPUTENG –

Badan Pemeriksa Keuangan Republik Indonesia Perwakilan Provinsi Papua Tengah (Paputeng), menyerahkan hewan qurban bagi masyarakat nabire di Bumi Wonorejo Distrik Nabire, Kabupaten Nabire, Papua Tengah, Sabtu (31/5/2025)

Penyerahan hewan qurban dalam rangka memperingati hari raya Idul Adha di Nabire, untuk itu BPK RI Perwakilan Provinsi Papua Tengah menyerahkan hewan qurban bagi masyarakat nabire lebih khusus Bumi Wonorejo Nabire.

Subagyo Ak., M.Si., CSFA, ACPA, CA, CPSAK selaku Kepala BPK RI Perwakilan Provinsi Papua Tengah mengatakan penyerahkan hewan qurban ini merupakan titipan dan amanah Anggota 6 BPK RI Drs. H. Fathan Subchi, M.A.P., CIISA., ChFA berupa hewan Kurban Sapi sebanyak 3 ekor.

Dijelaskannya kegiatan ini bertujuan untuk memperingati hari raya Idul Adha untuk itu kita sebagai umat Islam yang mencontoh  Nabi Ibrahim bersedia mengorbankan putranya Nabi Isma’il sebagai wujud kepatuhan terhadap Allah, ujarnya”.

“Untuk menunjukan bahwa kita ini, menjalakan syariah ketentuan dari Allah, kita berkorban berbagi bersama tentang kebahagian,  tentang kebaikan di hari raya  Idul Adha,”tuturnya.

Lanjutnya hal ini merupakan titipan dan amanah Anggota 6 BPK RI Drs. H. Fathan Subchi, M.A.P., CIISA., ChFA kepada masyarakat Nabire di bumi Wonorejo Nabire.

Sementara itu Munadi selaku tokoh agama mengucapkan terima kasih kepada BPK RI Perwakilan Provinsi Papua Tengah telah berbagi kepada masyarakat di Bumi Wonorejo Nabire berupa Hewan Qurban.

“Semoga apa yang menjadi niat baik dapat dilancarkan rejekinya oleh Allah SWT dan kami masyarakat Bumi Wonorejo turut bergembira, sehingga hewan qurban ini dapat di kelola bersama-sama masyarakat,”ucapnya.

Sementara itu Tolkah selaku ketua panitia menjelaskan untuk hari raya Idul Adha tahun 2025 pihaknya akan merencanakan untuk menyerahkan kepada 1.600 KK yang ada di Bumi Wonorejo, dan sampai saat ini hewan qurban yang telah terkumpul sebanyak 17 Ekor, jelasnya. (editor)

Gubernur Papua Tengah Salurkan Bantuan Sembako dan Obat – Obatan ke 4 Kabupaten

NABIRE, PAPUTENG – Tim Terpadu Penanganan Bencana dan Konflik mewakili Gubernur Papua Tengah Meki Nawipa  menyerahkan bantuan ke beberapa Kabupaten di wilayah Provinsi Papua Tengah, Senin (19/5/2025).

Dari data yang diterima redaksi ada empat kabupaten yang menerima diantaranya Kabupaten Intan Jaya, Puncak, Puncak Jaya dan Nabire. Pendistribusian bantuan ini berlangsung di Bandara Douw Aturure, yang akan disebar ke masing – masing wilayah terdampak.

Mewakili Gubernur Papua tengah,  Kepala Dinas Kebakaran, Penyelematan dan Penanggulanagan Bencana dan satuan Polisi Pamong Praja Papua Tengah, Victor Fun, menjelaskan bantuan dikirim melalui transportasi udara dilakukan secara bertahap.

Bantuan kemanusiaan yang disalurkan ke empat kabupaten di wilayah Papua Tengah dari Gubernur Meki Nawipa
Bantuan kemanusiaan yang disalurkan ke empat kabupaten di wilayah Papua Tengah dari Gubernur Meki Nawipa, (foto : Humas Pemprov Papua Tengah)

“Petunjuk langsung Bapak Gubernur Papua Tengah, kemudian juga Bapak Sekda, kami langsung turun salurkan bantuan ini, berupa  2 ton beras, susu, mie Instan. Ada juga bahan pokok lainnya serta obat- obatan,”terang Victor Fun.

Dijelaskan bantuan yang diserahkan tersebut merupakan bukti nyata Kepedulian Gubernur kepada masyarakat yang terdampak Konflik mapun Bancana alam.

“Kami berharap bantuan dapat di disribusikan secara langsung dan baik, sehingga  merata kepada masyarakat. Semoga juga cuaca bagus agar pendistribusian dapat berjalan degan lancar,”harapnya.

Turut hadir dalam penyerahan bantuan tersebut Kepala Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana, Kepala Dinas Sosial, serta Team Penyaluran Bantuan lainnya. (rilis humas Pemprov/Julia)

Dubes Vatikan : “Saya Terima Dengan Senang Hati”

TIMIKA,PAPUTENG –
“Saya terima dengan senang hati,”kalimat itu disampaikan langsung Duta Besar Vatikan untuk Indonesia/Nuncio Apostolik Mgr Piero Pioppo, ketika orang tua calon Uskup Mimika Mgr Bernardus Bofitwas Baru,OSA menyerahkan anaknya secara adat Suku Maybrat  untuk menjadi seorang Uskup, yang akan ditahbiskan  hari ini Rabu (14/5/2025).
Turut mengantarnya Gubernur Papua Barat Daya, Elisa Kambu, tokoh adat dan keluarga uskup terpilih.
Tepat Pukul 10.00 WIT Misa Pentahbisan Uskup yang dipimpin Nuncio Mgr Piero Pioppo dihadiri ratusan imam dan ribuan umat dalam wilayah Keuskupan Timika.
Uskup Bernardus lahir di Maybrat Papua Barat Daya, 22 Agustus 1969.
Menempuh pendidikan pada tahun 1995 di IPI Filal Malang, tahun 1999 kuliah di STFT Fajar Timur Kota Jayapura, Papua.
Tahun 2006 mengambil S2 di Universitas Kepausan Urbaniana di Roma, Italia.
Tahun 2018 mengambil S3 Doktoral di Universitas yang sama.
Perjalanannya menjadi uskup. Dimulai pada tahun 2006 ditahbiskan menjadi Imam dan pada tahun 2025 terpilih menjadi Uskup Keuskupan Timika.
Mgr Bernardus adalah seorang akademisi. Pada tahun 2007 – 2012 sebagai dosen di STPK Santo Benediktus Sorong.
2010 – 2013 sebagai Superior OSA Keuskupan Manokwari – Sorong.
Tahun 2023 sebagai Direktur STFT Fajar Timur.

Informasi yang diterima redaksi 17 Uskup dari seluruh Indonesia hadir di Pentahbisan ini.

Uskup Mgr Bernardus mempunyai motto Keuskupan Ego Sum Ostium (Akulah Pintu). (Odeodata h julia)

Menteri HAM dan Dubes Seychelles Hadiri Pentahbisan Uskup Timika

TIMIKA, PAPUTENG –

Kehadiran tokoh-tokoh penting nasional dan internasional mulai berdatangan di Bumi Amungsa, Kota Timika, Selasa (13/5/2025), jelang pentahbisan Uskup Timika. Rabu (14/5/2025).

Mereka yang tiba diantaranya Menteri Hak Asasi Manusia (HAM) Natalius Pigai dan Duta Besar Republik Seychelles untuk ASEAN  Nico Barito tiba di Bandara Internasional Mozes Kilangin Timika, didampingi Duta Besar Vatikan untuk Indonesia Mgr. Piero Pioppo bersama sejumlah uskup dari berbagai wilayah Indonesia dan mancanegara.

Kedatangan rombongan disambut hangat Bupati Mimika Johannes Rettob, Wakil Bupati Emanuel Kemong, Sekda Petrus Yumte, Forkopimda Kabupaten Mimika.

Usai turun dari eskalator, para tamu kehormatan langsung disambut tarian tradisional Kamoro yang mengiringi langkah mereka menuju ruang VVIP bandara untuk beristirahat sejenak sambil menikmati sajian khas Papua.

Tak hanya itu, masyarakat Suku Mee turut memberikan sambutan hangat dengan tarian adat, mengiringi rombongan hingga ke kendaraan menuju tempat penginapan. Sepanjang perjalanan, pengamanan ketat dari aparat keamanan turut mengawal kelancaran kunjungan.

Bupati Mimika Johannes Rettob dalam sambutannya di ruang VVIP mengungkapkan rasa terima kasih atas kehadiran para tamu kehormatan.

“Terima kasih atas kehadirannya. Ini merupakan dukungan luar biasa bagi Uskup Timika yang akan ditahbiskan besok, dan tentu bagi seluruh umat di wilayah Keuskupan Timika,”tuturnya.

Kedatangan para tamu ini menjadi pertanda kuatnya dukungan lintas negara dan lembaga terhadap keberlangsungan misi gereja Katolik di Papua, khususnya di wilayah Keuskupan Timika.(Humas Panitia)

Duta Besar Vatikan Tiba di Timika

TIMIKA, PAPUTENG –

Duta Besar Vatikan untuk Indonesia/Nuncio, Mgr. Piero Pioppo bersama rombongan tiba di Timika pada Selasa (13/5/2025) sekira Pukul 08.50 WIT.

Kedatangan Dubes Vatikan ini akan memimpin Misa Pentahbisan Uskup Keuskupan Timika, Mgr. Bernardus Bofitwos Baru, OSA, Rabu (14/5/2025).

Kedatangan Nuncio, disambut Bupati Mimika, Johannes Rettob, Wakil Bupati Mimika, Emanuel Kemong, serta Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kabupaten Mimika di Bandara Internasional Mozes Kilangin Timika.

Penyambutan Nuncio dan rombongan sangat meriah, saat turun dari eskalator disambut dengan pengalungan noken dan penyematan mahkota Papua.

Kemudian disambut dengan tarian Kamoro menuju ke ruang VVIP Bandara Internasional Mozes Kilangin Timika untuk beristirahat sejenak, sambil menikmati makanan dan minuman yang sudah disediakan.

Setelah itu diantar menuju pintu keluar disambut  masyarakat Suku Mee dengan tarian dan diantar hingga ke dalam mobil. Selanjutnya diantar ke hotel untuk beristirahat.

Tampak pengawalan ketat dari aparat keamanan mulai dari Bandara, dalam perjalanan hingga di lokasi Nuncio dan rombongan menginap.

Nuncio tampak bahagia dengan penyambutam tersebut, ia melambaikan tangan sambil tersenyum manis kepada semua umat yang menunggunya dengan suka cita sambil mengucapkan terima kasih Timika. Ia bahkan memberi berkat kepada beberapa umat yang meminta berkat darinya.

Ketika di ruang VVIP dirinya sangat bahagia  saat melihat Uskup terpilih Mgr Bernardus Bofitwos Baru OSA masuk ke dalam ruangan tersebut dan menyambut dengan hangat. “Selamat Datang Uskup terpilih,” ucapnya.

Saat menuju pintu kedatangan, Nunsio terkesima dengan penyambutan umat yang hangat dan meriah.

“Terima kasih,”tuturnya berulang – ulang hingga masuk ke dalam mobil yang menjemputnya. (Humas Panitia)

Pemkab Mimika Turun Tangan Pulangkan Puluhan Pekerja PT HAL Yang Terlantar di Jakarta

JAKARTA, PAPUTENG –

Pemerintah Kabupaten Mimika mengambil sikap menjemput dan memulangkan 21 pekerja PT Honay Ajkwa Lorentz (HAL) yang terlantar saat mengikuti pelatihan kerja di beberapa kota dan berakhir dengan ketidakpastian di Jakarta.

Sebelumnya Bupati Mimika Johannes Rettob mengutus Plt Asisten 1 Ananias Faot dan Kepala Dinas Tenaga Kerja Paulus Yanengga bersama Tim Advokasi Victor Tsenawatme dan Ana Bala, menemui para pekerja di Asrama Mahasiswa Mimika, Jakarta, Kamis (1/5/2025).

Ketua DPRD Mimika Primus Natikapereyau dan anggota DPRD Mimika Agustinus Murib juga berkesempatan hadir di momen mengharukan itu.

Setelah audiensi singkat, para pekerja hari itu juga langsung mempersiapkan diri dan segera bertolak ke Bandara Soekarno Hatta untuk kembali ke Bumi Amungsa. Mereka akan tiba di Timika pada Jumat pagi (2/5/2025).

Asisten 1 Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setda Mimika Ananias Faot mengatakan, pemerintah daerah mengambil langkah-langkah konkrit yang dibutuhkan menyikapi terlantarnya puluhan pekerja asal Mimika di Jakarta.

“Kami hanya melihat persoalan ini dari sisi kemanusiaan. Kami tahu adik-adik sedang terlantar di sini. Berkaitan dengan kronologis persoalan dan sebagainya, itu bukan menjadi ranah kami. Tugas kami bagaimana selamatkan adik-adik semua,”tegas Ananias.

Senada dengan itu Kadisnaker Mimika Paulus Yanengga mengapresiasi respon cepat mahasiswa asal Mimika yang berinisiatif menampung para pekerja di asrama mereka.

“Ini sungguh sikap yang luar biasa, melihat dari sisi kemanusiaan dengan membantu dan menyelamatkan sesama keluarga kita yang terlantar. Pemerintah daerah menyampaikan terima kasih,”pujinya.

Awalnya lebih dari 50 calon pekerja PT HAL dikirim perusahaan itu mengikuti pelatihan sejak Januari 2025. Mereka berpindah-pindah dari Surabaya, Sukoharjo hingga terakhir di Jakarta.

Selama berbulan-bulan para pekerja terlunta-lunta tanpa kepastian. Saat pelatihan, tiba-tiba dihentikan sejak Februari 2025. Puluhan pekerja itu kemudian ditampung mahasiswa asal Mimika di Jakarta.

“Tidak benar bahwa kebutuhan kami selama pelatihan telah dipenuhi perusahaan. Kami justru keluar dari penginapan yang sudah tidak dibayar Perusahaan. Kemudian kami terlantar,” ungkap para pekerja.

Sebelumnya PT Honay Ajkwa Lorentz (HAL) bersama PT Tambang Mineral Papua (TMP) groundbreaking capex site ‘HONCEN’ pembangunan pabrik semen dan keramik di Timika, Papua Tengah, pada 18 Januari 2025.

Perusahaan yang mengklaim memiliki nilai investasi mencapai Rp.3,1 triliun itu, kemudian membuka lowongan kerja. Para pencari kerja kemudian berbondong-bondong mengajukan lamaran kerja.

Belakangan, diketahui perusahaan tersebut bahkan tidak memenuhi persyaratan legal untuk beroperasi. Tidak ada satupun dokumen legal yang dimiliki, termasuk kajian akademik dan Amdal.

Mereka juga tidak pernah meminta izin perekrutan tenaga kerja ke pemerintah daerah. (tim)

Warga Puncak Jaya dan TNI Peringati 1 Mei di Bukit Zaitun

MULIA, PAPUTENG –
Suasana haru menyelimuti Bukit Zaitun, Kamis (1/5/2025), saat ribuan warga dan Satgas Pamtas Kewilayahan Yonif 715/Motuliato beserta aparat gabungan mengibarkan bendera Merah Putih raksasa. Dalam rangka memperingati momen bersejarah integrasi Papua ke dalam Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).
Momentum ini sebagai wujud nyata nasionalisme masyarakat Puncak Jaya yang diungkapkan dengan penuh semangat dan khidmat. Bendera Merah Putih berukuran besar dikibarkan secara gotong royong di puncak bukit, diiringi lagu “Indonesia Raya” yang menggema dari suara rakyat dan aparat yang hadir.
“Pengibaran bendera raksasa ini adalah simbol kuat bahwa masyarakat Puncak Jaya mencintai Indonesia. Ini adalah pernyataan bahwa kami adalah bagian dari NKRI,” kata Letkol Inf Prawito.
Selain itu, dirinya menyinggung pentingnya memahami sejarah 1 Mei 1963 sebagai hari kembalinya Irian Barat (kini Papua) ke pangkuan Ibu Pertiwi. Ia menyadari bahwa ada dua narasi sejarah yang berkembang, namun kegiatan ini menjadi bukti bahwa warga Papua punya tekad untuk menjaga keutuhan bangsa.
“Kami tidak menutup mata terhadap berbagai narasi yang berkembang, namun kegiatan hari ini adalah jawaban: masyarakat Papua, khususnya Puncak Jaya, berdiri teguh bersama NKRI,” tegasnya.
Sementara itu Ketua Klasis GIDI Mulia, Telius Wonda yang dengan mata berkaca-kaca menyampaikan apresiasinya atas kegiatan ini.
“Saya sangat tersentuh. Ini bukan sekadar pengibaran bendera, ini adalah penyemangat, penanaman cinta tanah air yang harus terus dilanjutkan setiap tahun,”akunya.
Kegiatan ini dihadiri  Dandim 1714/PJ Letkol Inf Irawan Setya Kusuma, Kapolres Puncak Jaya AKBP Achmad Fauzan, Dansatgas Yonif 112/DJ Letkol Inf Fiska Bagus, Dansatgas Rajawali II Letkol Inf David Jihandika, Dansattis Mandala V Kapten Inf Mifta, Kapos Elang V Lettu Inf Wira Sagala, Tokoh Agama Enus Kuluwa, Tokoh Masyarakat Niles Talenggeng, Gembala Mokoniak Tabuni, Pdt Simon Okowally dan Kepala Suku Distrik Mulia Erves Wonda. (Tim)