Anggota DPRK Nabire H. Muhammad Iskandar Gelar Reses II, Serap Aspirasi dan Salurkan Bantuan 20 Sumur Bor

“Warga Girimulyo dan Bumiwonorejo Sampaikan Usulan Infrastruktur hingga Pengembangan Olahraga Catur

NABIRE, PAPUA TENGAH – Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten (DPRK) Nabire, H. Muhammad Iskandar, SP, melaksanakan kegiatan Reses Tahap II Tahun 2026 di wilayah Girimulyo, Kabupaten Nabire, Papua Tengah, Minggu (6/9/2026).

Kegiatan reses tersebut menjadi momentum bagi wakil rakyat untuk bertemu langsung dengan masyarakat, mendengarkan berbagai persoalan yang dihadapi warga, serta menampung aspirasi yang nantinya akan diperjuangkan melalui mekanisme pemerintahan daerah.

Selain menyerap aspirasi masyarakat, Reses II kali ini juga diwarnai dengan penyaluran bantuan 20 unit sumur bor bagi masyarakat di dua kelurahan, yakni Girimulyo dan Bumiwonorejo. Masing-masing wilayah akan mendapatkan bantuan sebanyak 10 sumur bor.

Bantuan tersebut diharapkan dapat membantu masyarakat yang mengalami kesulitan mendapatkan air bersih, khususnya pada musim kemarau.

Reses sebagai Bentuk Pertanggungjawaban kepada Masyarakat

Dalam sambutannya, H. Muhammad Iskandar menjelaskan bahwa kegiatan reses merupakan bagian penting dari tugas anggota DPRK dalam menjalankan fungsi sebagai wakil rakyat.

Menurutnya, anggota DPRK memiliki agenda reses sebanyak tiga kali dalam satu tahun. Melalui kegiatan tersebut, anggota dewan dapat bertatap muka secara langsung dengan masyarakat di daerah pemilihannya.

“Bagi anggota DPRK, kegiatan reses dalam satu tahun dilaksanakan tiga kali. Reses pertama biasanya sekitar bulan April, kemudian reses kedua, dan terakhir reses ketiga pada bulan Desember,” ujarnya.

Ia menjelaskan, kegiatan reses bukan sekadar agenda formal, tetapi merupakan sarana silaturahmi dan komunikasi antara wakil rakyat dengan masyarakat yang telah memberikan mandat melalui proses demokrasi.

Melalui pertemuan tersebut, masyarakat diberikan kesempatan untuk menyampaikan berbagai kebutuhan dan persoalan yang terjadi di lingkungan mereka.

“Kegiatan reses ini adalah kesempatan untuk kita bertatap muka dan bersilaturahmi. Saya sebagai wakil rakyat ingin mendengar langsung apa saja yang menjadi usulan dan kebutuhan Bapak-Ibu sekalian,” katanya.

Muhammad Iskandar menegaskan bahwa aspirasi masyarakat yang disampaikan dalam kegiatan reses akan menjadi bahan perjuangan untuk disampaikan kepada pemerintah daerah dan dibahas sesuai dengan mekanisme pembangunan serta kemampuan keuangan daerah.

Warga Usulkan Pengaspalan Jalan Sinak Girimulyo

Dalam sesi dialog bersama masyarakat, sejumlah warga menyampaikan berbagai usulan pembangunan.

Salah satu aspirasi datang dari Amat, warga Girimulyo, yang meminta perhatian pemerintah terhadap kondisi Jalan Sinak Girimulyo.

Ia berharap jalan tersebut dapat segera mendapatkan perhatian melalui program pembangunan dan pengaspalan.

Menanggapi aspirasi tersebut, Muhammad Iskandar mengatakan bahwa usulan mengenai Jalan Sinak bukan merupakan persoalan baru. Ia mengaku telah beberapa kali menyampaikan usulan pembangunan dan pengaspalan jalan tersebut.

Menurutnya, aspirasi tersebut kembali disampaikan dalam pembahasan bersama pemerintah daerah.

“Untuk Jalan Sinak, khususnya bagian atas, sudah beberapa kali saya usulkan untuk dilakukan pengaspalan. Dalam sidang beberapa waktu lalu, usulan tersebut juga kembali saya sampaikan,” jelasnya.

Meski demikian, ia mengatakan realisasi pembangunan harus disesuaikan dengan kemampuan keuangan daerah serta skala prioritas pembangunan.

Pemerintah daerah, kata dia, perlu mempertimbangkan berbagai kebutuhan pembangunan yang ada dan menentukan program mana yang paling mendesak untuk segera dilaksanakan.

“Jawabannya tentu akan diusahakan, tetapi tetap harus disesuaikan dengan kemampuan keuangan daerah,” ujarnya.

Jembatan RT 8 Bumiwonorejo Menjadi Aspirasi Warga

Selain persoalan jalan, masyarakat juga menyampaikan kebutuhan pembangunan jembatan.

Aspirasi tersebut disampaikan oleh Sirait, warga Bumiwonorejo, yang meminta pembangunan jembatan di RT 8 RW 2 Bumiwonorejo.

Menurut warga, keberadaan jembatan tersebut sangat dibutuhkan untuk mendukung aktivitas masyarakat dan meningkatkan akses di lingkungan tersebut.

Menanggapi permintaan tersebut, Muhammad Iskandar mengatakan aspirasi pembangunan jembatan akan dicatat dan disampaikan kepada pemerintah daerah.

Namun, ia menjelaskan bahwa setiap usulan pembangunan perlu melalui proses perencanaan dan penentuan prioritas.

“Kami akan menyampaikan aspirasi ini. Nanti akan kita lihat dan menjadi perhatian pemerintah daerah, apakah dapat segera direalisasikan atau belum. Tentunya akan disesuaikan dengan skala prioritas dan tingkat urgensinya,” katanya.

Ia berharap masyarakat tetap aktif menyampaikan aspirasi melalui berbagai forum resmi, sehingga persoalan yang dihadapi di lingkungan masyarakat dapat diketahui dan masuk dalam perencanaan pembangunan daerah.

Salurkan Bantuan 20 Sumur Bor untuk Dua Kelurahan

Salah satu program yang menjadi perhatian dalam Reses II tersebut adalah bantuan pembangunan 20 sumur bor.

Bantuan itu akan disalurkan kepada masyarakat di Kelurahan Girimulyo dan Bumiwonorejo.

Masing-masing wilayah direncanakan mendapatkan 10 sumur bor.

Muhammad Iskandar mengatakan bantuan tersebut merupakan respons terhadap kondisi masyarakat yang mengalami kesulitan mendapatkan air, terutama ketika musim kemarau.

Ia meminta masyarakat dan tokoh lingkungan untuk melakukan pendataan terhadap lokasi-lokasi yang benar-benar membutuhkan bantuan.

Prioritas diberikan kepada warga atau fasilitas umum yang mengalami kesulitan air.

“Situasi sekarang sedang musim kemarau dan ada masyarakat yang mengalami kesulitan mendapatkan air. Karena itu, kami akan membantu sumur bor,” ungkapnya.

Untuk pelaksanaan bantuan tersebut, masyarakat diminta mendata lokasi yang mengalami kondisi kekeringan atau memiliki kebutuhan air yang mendesak.

Menurutnya, fasilitas umum seperti musala atau masjid juga dapat menjadi prioritas apabila keberadaan sumur bor tersebut nantinya dapat dimanfaatkan oleh masyarakat secara lebih luas.

“Silakan didata mana yang benar-benar mengalami kesulitan air. Kalau ada lokasi yang sangat membutuhkan, terutama fasilitas umum yang dapat digunakan banyak masyarakat, tentu itu juga bisa menjadi perhatian,” katanya.

Pengerjaan Sumur Bor Ditargetkan Mulai November

Muhammad Iskandar juga menjelaskan bahwa proses pembangunan sumur bor membutuhkan waktu.

Ia memperkirakan pelaksanaan pekerjaan dapat dimulai sekitar bulan November 2026.

Masyarakat diminta bersabar karena proses pendataan dan persiapan teknis perlu dilakukan terlebih dahulu.

“Untuk pengerjaannya mungkin membutuhkan waktu. Insyaallah sekitar bulan November baru mulai dikerjakan,” ujarnya.

Ia berharap bantuan tersebut dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, khususnya bagi warga yang selama ini mengalami kesulitan mendapatkan air bersih.

Dengan adanya sumur bor, kebutuhan air masyarakat diharapkan dapat terpenuhi dengan lebih baik.

Perjuangkan Aspirasi Sesuai Skala Prioritas

Sebagai politisi dari Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI Perjuangan), Muhammad Iskandar menegaskan komitmennya untuk terus memperjuangkan aspirasi masyarakat.

Namun demikian, ia mengingatkan bahwa tidak semua usulan dapat langsung direalisasikan dalam waktu yang singkat.

Setiap program pembangunan membutuhkan proses perencanaan, penganggaran dan penyesuaian dengan kemampuan keuangan daerah.

Karena itu, aspirasi masyarakat akan diperjuangkan berdasarkan tingkat kebutuhan dan skala prioritas.

Menurutnya, komunikasi antara masyarakat, wakil rakyat dan pemerintah daerah harus terus berjalan agar program pembangunan dapat menjawab kebutuhan yang benar-benar dirasakan masyarakat.

Reses menjadi salah satu sarana penting untuk mengetahui kondisi di lapangan secara langsung.

“Yang paling penting adalah aspirasi masyarakat tetap disampaikan. Kami sebagai wakil rakyat akan membawa dan memperjuangkannya sesuai dengan mekanisme yang ada,” katanya.

Aspirasi Warga juga Menyentuh Pengembangan Olahraga Catur

Menariknya, dalam kegiatan Reses II tersebut, aspirasi masyarakat tidak hanya berkaitan dengan pembangunan infrastruktur dan kebutuhan dasar.

Masyarakat juga menyampaikan keinginan untuk mengembangkan kegiatan olahraga, khususnya catur.

Muhammad Iskandar menyambut positif keinginan masyarakat tersebut.

Ia menilai kegiatan olahraga dapat menjadi sarana untuk mempererat hubungan antarwarga, menciptakan kegiatan positif serta mencari dan mengembangkan potensi generasi muda.

Menurutnya, keterbatasan anggaran tidak boleh menjadi alasan untuk menghentikan kegiatan masyarakat.

Kegiatan dapat dimulai dari skala kecil dan sederhana, kemudian secara bertahap dikembangkan menjadi kegiatan yang lebih besar.

“Kalau ada kegiatan tetapi tidak ada dana, tentu sulit untuk berjalan. Karena itu, pada saat reses ini saya sisihkan sedikit untuk membantu agar kegiatan bisa berjalan,” katanya.

Pertandingan Catur Digelar sebagai Kegiatan Positif

Dalam rangkaian kegiatan tersebut, masyarakat juga melanjutkan acara dengan pertandingan catur.

Muhammad Iskandar mengatakan kegiatan tersebut masih dilaksanakan dalam skala sederhana.

Namun, ia berharap pertandingan tersebut dapat menjadi awal bagi pengembangan olahraga catur di wilayah Girimulyo dan Bumiwonorejo.

Menurutnya, kegiatan tidak harus selalu dimulai dengan acara besar.

Yang terpenting adalah adanya konsistensi dan keberlanjutan.

“Tidak apa-apa dimulai dari kecil. Yang penting kegiatan berjalan. Daripada tidak ada kegiatan, lebih baik kita mulai dari yang sederhana,” ujarnya.

Ia meminta para pecinta catur untuk terus menjaga semangat dan rutin melaksanakan kegiatan.

Dengan adanya kegiatan secara berkelanjutan, kemampuan para pemain dapat terus berkembang.

Dorong Turnamen Lebih Besar untuk Semua Kalangan

Ke depan, Muhammad Iskandar membuka peluang untuk menyelenggarakan kegiatan atau turnamen catur dengan skala yang lebih besar.

Ia berharap suatu saat dapat digelar kompetisi yang melibatkan berbagai kelompok usia dan jenjang pendidikan.

Mulai dari tingkat Sekolah Dasar (SD), Sekolah Menengah Pertama (SMP), Sekolah Menengah Atas (SMA) hingga kategori umum.

Menurutnya, turnamen yang dilaksanakan secara berkelanjutan dapat menjadi sarana untuk mencari bibit-bibit pemain catur berprestasi.

“Ke depan kita bisa membuat event atau turnamen yang lebih besar. Bisa melibatkan tingkat SD, SMP, SMA sampai umum,” katanya.

Ia juga meminta masyarakat untuk terus menginformasikan apabila terdapat momentum atau kegiatan yang dapat dikembangkan menjadi event olahraga.

Menurutnya, dukungan terhadap kegiatan positif masyarakat harus terus ditingkatkan.

“Yang penting kegiatan tetap berjalan dan rutin. Kita terus tingkatkan dan kita cari bibit-bibit, siapa yang memiliki kemampuan dan potensi,” ujarnya.

Reses Ditutup dengan Kebersamaan Bersama Warga

Setelah sesi penyampaian aspirasi dan dialog bersama masyarakat, kegiatan dilanjutkan dengan suasana penuh kebersamaan.

Muhammad Iskandar sebelumnya juga menghadiri kegiatan Maulid Nabi di lingkungan masyarakat sebelum melanjutkan agenda reses.

Ia mengajak masyarakat untuk terus menjaga hubungan baik, memperkuat silaturahmi serta bersama-sama membangun lingkungan.

Menurutnya, pembangunan tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah atau wakil rakyat, tetapi membutuhkan keterlibatan seluruh elemen masyarakat.

Melalui komunikasi yang baik, berbagai persoalan dapat disampaikan dan dicarikan solusi secara bersama-sama.

Reses Tahap II yang dilaksanakan di Girimulyo tersebut menjadi ruang dialog antara masyarakat dengan wakil rakyat.

Berbagai aspirasi, mulai dari kebutuhan pengaspalan jalan, pembangunan jembatan, ketersediaan air bersih hingga pengembangan kegiatan olahraga, menjadi catatan penting untuk diperjuangkan ke depan.

Dengan bantuan 20 sumur bor, masing-masing 10 unit untuk Girimulyo dan 10 unit untuk Bumiwonorejo, masyarakat berharap kebutuhan air bersih dapat terbantu, khususnya di tengah kondisi musim kemarau.

Sementara itu, berbagai aspirasi pembangunan yang disampaikan warga diharapkan dapat menjadi perhatian pemerintah daerah dan masuk dalam skala prioritas pembangunan Kabupaten Nabire.

Kegiatan Reses II tersebut sekaligus menegaskan komitmen anggota DPRK Nabire, H. Muhammad Iskandar, SP, untuk terus hadir di tengah masyarakat, mendengarkan kebutuhan warga serta memperjuangkan aspirasi masyarakat melalui tugas dan kewenangannya sebagai wakil rakyat.

“Aspirasi masyarakat adalah bagian penting dalam pembangunan. Karena itu, kami akan terus mendengarkan, menampung dan memperjuangkan apa yang menjadi kebutuhan masyarakat,” tutupnya.

RSUD Nabire Genjot Layanan Digital, Pasien Bisa Daftar dari Rumah

NABIRE – Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Nabire, Papua Tengah, terus mendorong digitalisasi pelayanan kesehatan. Melalui Pojok Jaminan Kesehatan Nasional (JKN), masyarakat kini dapat memperoleh edukasi sekaligus mengakses sejumlah layanan rumah sakit secara digital, termasuk pendaftaran tanpa harus datang dan mengantre di loket.

Direktur RSUD Nabire, Sukatemin, mengatakan transformasi layanan tersebut dilakukan untuk mempermudah masyarakat mendapatkan pelayanan kesehatan secara cepat dan efisien.

Hal itu disampaikan Sukatemin di sela mengikuti Sidang Paripurna DPRK Nabire dengan agenda APBD Perubahan Tahun Anggaran 2026, Jumat (4/9/2026).

“Guna memberikan layanan dan edukasi kesehatan secara digital, kami di RSUD Nabire menyediakan Pojok JKN,” kata Sukatemin.

Menurutnya, masyarakat yang membutuhkan pelayanan di RSUD Nabire kini tidak selalu harus datang langsung ke rumah sakit untuk melakukan pendaftaran. Proses tersebut dapat dilakukan dari rumah melalui layanan digital yang tersedia.

“Pelayanan kesehatan di RSUD sudah bisa dilakukan secara online, seperti pendaftaran. Pasien tidak usah lagi antre di loket, pendaftaran bisa dilakukan dari rumah,” ujarnya.

Lima Layanan Digital Disiapkan

Sukatemin menjelaskan, digitalisasi pelayanan RSUD Nabire mencakup sejumlah fitur yang dirancang untuk memudahkan pasien. Layanan tersebut antara lain konsultasi dokter secara online atau telemedicine, pendaftaran dan antrean online, pengelolaan rekam medis, pembelian dan pengantaran obat, serta administrasi BPJS Kesehatan.

Namun, layanan digital tersebut diprioritaskan untuk pasien dengan kondisi nonkegawatdaruratan.

Sementara bagi pasien BPJS yang membutuhkan rujukan ke RSUD, Sukatemin mengingatkan masyarakat agar terlebih dahulu mendatangi puskesmas sebagai fasilitas kesehatan tingkat pertama.

Langkah itu penting untuk memastikan proses rujukan berjalan sesuai sistem dan mengurangi potensi penolakan administrasi BPJS.

“Untuk pasien yang menggunakan BPJS, kami minta melakukan pendaftaran atau konsultasi terlebih dahulu di puskesmas terdekat untuk menghindari kendala di sistem,” katanya.

Sukatemin mengungkapkan masih terdapat pasien yang mengalami kendala ketika hendak mendapatkan pelayanan menggunakan BPJS. Menurutnya, persoalan tersebut tidak selalu berasal dari pihak rumah sakit, melainkan dapat terjadi karena sistem administrasi atau rujukan.

“Masih banyak terjadi BPJS tertolak. Sebenarnya bukan rumah sakit yang menolak, tetapi sistem yang menolak,” jelasnya.

RSUD Nabire Masih Kekurangan Tiga Dokter Spesialis

Di tengah upaya meningkatkan pelayanan, RSUD Nabire saat ini didukung 27 dokter spesialis dan 28 dokter umum.

Namun, rumah sakit tersebut masih menghadapi kekurangan sejumlah dokter spesialis yang menjadi perhatian dalam program pemerintah pusat, khususnya dalam layanan KJSU, yakni kanker, jantung, stroke/saraf, dan urologi.

“Nabire sendiri belum memiliki dokter spesialis jantung, saraf, dan urologi,” ungkap Sukatemin.

Dia mengatakan pemerintah pusat melalui Kementerian Kesehatan berpeluang memberikan dukungan tenaga dokter spesialis yang belum tersedia di Nabire. Namun, pemerintah daerah harus terlebih dahulu menyiapkan fasilitas penunjang yang dipersyaratkan.

“Fasilitas yang diminta Kemenkes kami kembalikan kepada pemerintah daerah, baik kabupaten maupun provinsi,” ujarnya.

Layanan Rujukan Keluar Daerah Mulai Berkurang

Sukatemin menambahkan, dukungan Pemerintah Provinsi Papua Tengah terhadap RSUD Nabire mulai memperkuat kemampuan rumah sakit dalam memberikan pelayanan kesehatan.

Sejumlah layanan yang sebelumnya harus dirujuk ke luar daerah kini sudah dapat ditangani di Nabire. Kondisi tersebut diharapkan dapat memangkas beban pasien, terutama mereka yang harus menempuh perjalanan jauh untuk memperoleh layanan kesehatan tertentu.

“Sejauh ini kami sudah menerima bantuan dari Pemerintah Provinsi Papua Tengah, sehingga layanan yang semestinya dirujuk ke luar daerah Papua sudah bisa dilayani di Nabire,” tandas Sukatemin.(red-paputeng.com)

Kadis Pendidikan Nabire: Maulid Nabi Jadi Ruang Kreativitas Anak Usia Dini

NABIRE – Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di TK Bustanul Athfal Yapis Morgo, Kota Lama, Kabupaten Nabire, menjadi momentum bagi anak-anak usia dini untuk belajar sekaligus mengekspresikan kreativitas.

Kegiatan yang digelar pada Sabtu (5/9/2021) tersebut mengusung tema “Aku Cinta Nabi Muhammad SAW: Ceria, Jujur, dan Suka Berbagi.”

Sejumlah murid TK Bustanul Athfal Yapis turut ambil bagian dalam kegiatan dengan menampilkan nyanyian serta menyampaikan silsilah Nabi Muhammad SAW. Acara kemudian dilanjutkan dengan ceramah agama yang disampaikan Ustaz Abdul Wahab Almahmudi.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Nabire, Dina Pidjer, yang hadir mewakili Pemerintah Kabupaten Nabire, mengatakan kegiatan keagamaan seperti peringatan Maulid Nabi memiliki arti penting bagi pendidikan karakter anak usia dini.

Menurut Dina, kegiatan tersebut tidak hanya menjadi seremonial keagamaan, tetapi juga memberikan ruang kepada anak-anak untuk tampil di depan umum, berkreasi, sekaligus meningkatkan kepercayaan diri.

“Kegiatan seremonial ini sangat penting artinya karena melibatkan anak-anak untuk tampil, berkreasi, dan meningkatkan kreativitas anak-anak,” kata Dina.

Dalam kesempatan tersebut, Dina juga menyampaikan apresiasi kepada Yapis Nabire yang selama ini turut berkontribusi dalam memberikan pelayanan pendidikan serta meningkatkan mutu pendidikan di Kabupaten Nabire.

Ia mengatakan, pemerintah daerah terus memberikan perhatian kepada yayasan-yayasan pendidikan yang ikut membantu penyelenggaraan pendidikan, antara lain melalui dukungan sarana dan prasarana, penyediaan tenaga pendidik, serta pemberian honor bagi guru.

“Sebagai bentuk perhatian pemerintah terhadap yayasan pendidikan, pemerintah memberikan bantuan baik berupa sarpras, penyediaan guru-guru yang layak, maupun pemberian honor yang pantas. Namun, honor ini belum bisa diberikan secara merata karena keterbatasan keuangan daerah,” jelasnya.

Dina juga berpesan kepada para guru, khususnya guru honorer, agar tetap bekerja dan berkarya dengan penuh tanggung jawab serta keikhlasan.

Ia meyakini pengabdian yang dilakukan dengan baik dan tulus pada waktunya akan memberikan hasil.

“Teruslah bekerja dan berkarya dengan baik dan dengan hati yang ikhlas. Suatu hari nanti, karya yang baik dan pengabdian yang ikhlas akan membuahkan hasil,” pesannya.

Yapis Terbuka untuk Semua Agama

Sementara itu, Kepala TK Bustanul Athfal Yapis Nabire, Insiroh Retno Widyawati, mengatakan sebagian besar tenaga pendidik di sekolahnya merupakan guru-guru muda. Bahkan, beberapa di antaranya masih menempuh pendidikan strata satu.

“Sebagian besar guru di kami merupakan guru muda yang telah mengabdikan diri di dunia pendidikan. Bahkan ada yang masih berstatus mahasiswi,” ujar Insiroh.

Ia menambahkan, meskipun Yapis Nabire dikenal sebagai lembaga pendidikan yang berlatar belakang Islam, sekolah tersebut memiliki sejarah panjang dalam memberikan layanan pendidikan kepada masyarakat dari berbagai latar belakang agama.

Menurut Insiroh, hal itu terlihat dari banyaknya lulusan Yapis yang berasal dari kalangan non-Islam.

“Yapis memang berlabel sekolah pendidikan Islam, tetapi dalam catatan sejarah, Yapis memiliki banyak sekali lulusan non-Islam. Artinya, Yapis terbuka untuk semua agama,” pungkasnya.(redaksi-paputeng.com)

Bupati Nabire Resmi Buka RRI Fest 2026, Dorong Kolaborasi dan Penguatan Ekonomi Lokal

NABIRE — Bupati Nabire secara resmi membuka RRI Fest 2026 dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Radio Republik Indonesia (RRI). Kegiatan tersebut berlangsung di Kabupaten Nabire, Jumat (4/9/2026).

Dalam sambutannya, Bupati Nabire yang dibawakan Wakil Bupati Burhanudin Pawennari menyampaikan apresiasi kepada RRI yang selama ini dinilai memiliki peran penting dalam menyampaikan informasi, pendidikan, hiburan, serta membangun semangat persatuan dan kesatuan bangsa.

“Atas nama Pemerintah Kabupaten Nabire dan seluruh masyarakat Kabupaten Nabire, saya menyampaikan selamat Hari Ulang Tahun ke-81 Radio Republik Indonesia. Semoga RRI semakin maju, semakin dipercaya masyarakat, semakin dekat dengan rakyat, dan terus menjadi media publik yang relevan, berdampak, edukatif dan inspiratif,” ujar Bupati.

Menurutnya, RRI tidak sekadar berfungsi sebagai media penyiaran, tetapi juga memiliki tanggung jawab menghadirkan informasi yang akurat, berimbang dan mencerdaskan masyarakat.

RRI, kata dia, juga diharapkan terus menjadi ruang bagi masyarakat untuk menyampaikan aspirasi, gagasan dan berbagai karya.

Pemda Nabire menilai pelaksanaan RRI Fest 2026 memiliki arti penting karena menjadi ruang pertemuan berbagai unsur masyarakat, mulai dari pemerintah, komunitas, dunia usaha, pelaku UMKM, generasi muda hingga pemangku kepentingan lainnya.

“Melalui kegiatan ini, kita ingin meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap nilai-nilai kebangsaan, membangun persepsi positif, serta mendorong partisipasi aktif masyarakat dalam berbagai proses pembangunan,” katanya.

Dorong UMKM dan Ekonomi Kreatif

Bupati juga menekankan pentingnya memperkuat kolaborasi antara RRI, pemerintah daerah, dunia usaha, komunitas dan pelaku UMKM.

Menurutnya, RRI Fest dapat menjadi momentum bagi pelaku UMKM di Nabire untuk memperkenalkan produk lokal, memperluas pasar, membangun jejaring usaha sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat.

“Pemerintah Kabupaten Nabire akan terus mendukung ruang-ruang kreatif yang memberikan kesempatan kepada masyarakat untuk berkarya, berinovasi dan mengembangkan potensi ekonomi lokal,” ujarnya.

Selain menjadi ajang hiburan dan perayaan HUT RRI, rangkaian RRI Fest 2026 juga menghadirkan kompetisi Bintang Radio. Bupati mengingatkan para peserta agar tidak hanya berorientasi pada kemenangan, tetapi menjadikan ajang tersebut sebagai ruang pengembangan bakat dan kreativitas.

“Jadikanlah Bintang Radio sebagai ruang untuk mengembangkan bakat, membangun kepercayaan diri, menyalurkan kreativitas dan menunjukkan bahwa generasi muda Nabire memiliki potensi serta talenta yang luar biasa,” katanya.

Apresiasi untuk TNI Angkatan Laut

Dalam kesempatan yang sama, Bupati Nabire turut menyampaikan ucapan selamat memperingati HUT ke-81 TNI Angkatan Laut yang juga jatuh pada 10 September 2026.

Ia memberikan apresiasi kepada seluruh jajaran TNI Angkatan Laut, khususnya Lanal Nabire, atas pengabdian dan kontribusinya dalam menjaga keamanan serta kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia, terutama di wilayah perairan Papua Tengah.

Menurut Bupati, laut memiliki posisi strategis bagi masyarakat Nabire karena tidak hanya menjadi jalur transportasi, tetapi juga menjadi sumber mata pencaharian dan bagian penting dalam pembangunan daerah.

“Pemerintah Kabupaten Nabire akan terus membangun sinergi dengan TNI, Polri, RRI, tokoh masyarakat, pemuda dan seluruh elemen masyarakat untuk menciptakan Nabire yang aman, damai, maju dan sejahtera,” tuturnya.

Ajak Masyarakat Perkuat Persatuan

Bupati kemudian mengajak seluruh masyarakat Nabire menjadikan RRI Fest 2026 sebagai momentum untuk memperkuat persatuan dan kebersamaan.

Ia juga mengingatkan pentingnya memanfaatkan media sebagai sarana menyebarkan informasi yang benar, membangun optimisme, memperkuat toleransi serta mempererat persaudaraan di tengah masyarakat.

“Mari kita bangun Nabire dengan semangat: bersama kita bisa, bersama kita kuat, bersama kita majukan Nabire,” tegasnya.

Bupati turut menyampaikan penghargaan kepada keluarga besar RRI Nabire, panitia, mitra, komunitas, pelaku UMKM serta seluruh pihak yang mendukung pelaksanaan RRI Fest 2026.

Dengan memohon penyertaan Tuhan Yang Maha Esa, Bupati Nabire kemudian secara resmi menyatakan RRI Fest 2026 dalam rangka memperingati HUT ke-81 RRI dibuka.

“Selamat mengikuti seluruh rangkaian kegiatan. Mari rayakan dengan penuh sukacita, kebersamaan dan semangat persaudaraan,” pungkasnya.(red-paputeng)

RRI Nabire Gelar RRI Fest 2026, Libatkan TNI-Polri hingga Mama-Mama Papua Bersihkan Pantai

NABIRE — Lembaga Penyiaran Publik (LPP) Radio Republik Indonesia (RRI) Nabire menggelar RRI Fest 2026 dengan mengangkat aksi kepedulian lingkungan sebagai salah satu kegiatan utama. Aksi bersih pantai tersebut melibatkan TNI-Polri, pemerintah daerah, serta masyarakat, termasuk mama-mama Papua.

Kepala LPP RRI Nabire, Surya Thalib, mengatakan kegiatan tersebut merupakan bagian dari rangkaian peringatan HUT ke-81 RRI yang jatuh pada 11 September 2026.

“RRI seluruh Indonesia secara serentak melaksanakan RRI Fest 2026. Untuk RRI Nabire, tahun ini kami kembali berkolaborasi dengan TNI Angkatan Laut, dalam hal ini Lanal Nabire,” kata Surya dalam sambutannya.

Kolaborasi RRI Nabire dan Lanal Nabire dilakukan karena peringatan HUT kedua institusi tersebut berdekatan. HUT Lanal diperingati pada 10 September, sedangkan HUT RRI pada 11 September.

Surya mengatakan, kegiatan peduli lingkungan bersama Lanal Nabire merupakan kolaborasi untuk kedua kalinya. Pada tahun sebelumnya, RRI Nabire bersama Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Nabire menggelar penanaman mangrove.

“Kalau tahun kemarin kita bersama-sama menanam mangrove bersama DLH Kabupaten, tahun ini kami bersama DLHKP Provinsi Papua Tengah melakukan aksi bersih pantai,” ujarnya.

Menurut dia, aksi tersebut tidak hanya menjadi kegiatan lingkungan, tetapi juga menjadi ruang kolaborasi lintas sektor. Unsur TNI-Polri, pemerintah daerah dan masyarakat dilibatkan untuk membangun kepedulian bersama terhadap kebersihan lingkungan.

Selain aksi bersih pantai, RRI Fest 2026 di Nabire dirangkai dengan sejumlah kegiatan lain, antara lain senam sehat bersama dalam Car Free Day (CFD), Gerakan Pangan Murah, donor darah, serta Bintang Radio.

Gerakan Pangan Murah dilaksanakan bekerja sama dengan Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Nabire, sementara kegiatan donor darah melibatkan pihak rumah sakit.

Adapun Bintang Radio diarahkan untuk memberikan ruang kepada generasi Z dalam mengembangkan bakat dan kreativitas di bidang musik.

Perkuat Peran RRI sebagai Media Publik

Surya menegaskan, RRI Fest 2026 bukan semata-mata kegiatan perayaan ulang tahun. Menurut dia, kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat peran RRI sebagai media publik yang dekat dengan masyarakat dan memiliki dampak nyata.

“RRI Fest 2026 merupakan wujud perayaan semangat kebersamaan sekaligus apresiasi atas kontribusi RRI dalam memperkuat fungsi media publik untuk mendukung terwujudnya cita-cita bangsa,” katanya.

Ia mengatakan rangkaian kegiatan tersebut diharapkan semakin memperkuat posisi RRI sebagai media publik yang relevan, berdampak, dan inspiratif.

Surya juga menyampaikan apresiasi kepada pemerintah daerah dan seluruh mitra yang mendukung pelaksanaan RRI Fest 2026 di Nabire.

“Kami sangat bangga kegiatan ini mendapat perhatian dari pemerintah dan para mitra kami,” katanya.

Dalam kesempatan tersebut, Surya meminta Wakil Bupati Nabire Haji Burhanudin Pawenari memberikan amanat sekaligus membuka secara resmi RRI Fest 2026.

Sejumlah pejabat hadir dalam kegiatan tersebut, antara lain Wakil Bupati Nabire Haji Burhanudin Pawenari, Kapolres Nabire AKBP Samuel Tatiratu, Dandim 1705 Nabire Letkol Arhanud Dwi Palwanto, Ketua Pengadilan Negeri Nabire Mohamad Bekti Wibowo, M.H., Kepala Kejaksaan Negeri Nabire Muhammad Yuris Rawando, M.H., Komandan Lanal Nabire Letkol Laut Mario Marco Wainarisi, Kepala DLHKP Provinsi Papua Tengah Yan Richard Pugu, dan Kepala DLH Nabire Arfan Natan Palumpun.

Menutup sambutannya, Surya mengajak masyarakat Nabire menjadikan kepedulian terhadap lingkungan sebagai kebiasaan yang dimulai dari diri sendiri.

“Kurang ko pu sampah plastik, dimulai dari kam pu diri,” ujarnya.

Rangkaian RRI Fest 2026 di Nabire diharapkan menjadi momentum memperkuat kolaborasi antara media publik, pemerintah, aparat keamanan, dan masyarakat dalam menjaga lingkungan sekaligus membangun kehidupan sosial yang lebih harmonis.

“Harmoni dalam Aksi, Bersama Membangun Negeri.”(red-paputeng)

Maulid Nabi di TK Yapis Nabire, Tanamkan Kejujuran dan Semangat Berbagi Sejak Dini

NABIRE – Nilai kejujuran dan kepedulian kepada sesama perlu ditanamkan sejak usia dini. Pesan itu menjadi salah satu poin utama dalam peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW yang digelar Taman Kanak-kanak (TK) Yayasan Pendidikan Islam (Yapis) Kelurahan Morgo, Kabupaten Nabire, Papua Tengah, Sabtu (5/9/2026).

Mengusung tema “Aku Cinta Nabi Muhammad SAW, Ceria, Jujur, dan Suka Berbagi”, kegiatan tersebut tidak hanya menjadi agenda keagamaan, tetapi juga dimanfaatkan sebagai bagian dari pendidikan karakter bagi anak-anak.

Kepala TK Yapis, Insiroh Retno Widyawati, menegaskan bahwa Maulid Nabi harus dimaknai lebih dari sekadar kegiatan tahunan.

“Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW tidak sekadar acara seremonial tahunan. Melalui kegiatan ini, kita menanamkan kecintaan anak-anak kepada Nabi Muhammad SAW, meneladani akhlak mulia Rasulullah, serta memahami kisah kenabian dan silsilah keluarga beliau,” kata Insiroh.

Menurutnya, pengenalan keteladanan Rasulullah sejak dini diharapkan dapat membentuk karakter anak agar tumbuh menjadi pribadi yang jujur, peduli, ceria, dan memiliki kepedulian terhadap orang lain.

Kepala Sekolah TK Yapis Morgo Nabire Insiroh Retno Widyawati

Ia juga mengapresiasi dukungan para orang tua murid yang ikut menyukseskan kegiatan. Para orang tua secara sukarela memberikan bantuan berupa kemasan hidangan makanan untuk kegiatan Maulid Nabi.

“Kami menyampaikan terima kasih kepada para orang tua yang telah memberikan bantuan berupa kemasan hidangan makanan sebagai salah satu ciri khas dalam acara ini,” ujarnya.

Yapis dan Pendidikan Lintas Latar Belakang

Dalam kesempatan tersebut, Insiroh juga menyoroti perjalanan Yapis sebagai salah satu yayasan pendidikan yang memiliki sejarah panjang di Tanah Papua.

Yapis mengelola pendidikan dari jenjang TK hingga SMA. Meski membawa identitas sebagai yayasan pendidikan Islam, sekolah-sekolah Yapis juga menjadi ruang pendidikan bagi masyarakat dari berbagai latar belakang agama.

“Tidak sedikit masyarakat non-Muslim yang bersekolah di Yapis, terutama Orang Asli Papua (OAP),” katanya.

Hal senada disampaikan Ketua Yayasan Yapis Cabang Nabire yang diwakili Isman. Menurutnya, pendidikan di Yapis tidak berhenti pada transfer ilmu pengetahuan, tetapi juga menekankan pengamalan ilmu dan pembentukan karakter.

“Yapis bukan semata-mata memberikan ilmu, tetapi sesuai dengan slogannya, ilmu, amal, ilmiah. Yapis merupakan yayasan yang diakui dalam konteks Otonomi Khusus Papua,” kata Isman.

Ia menyebut perjalanan Yapis di Papua telah menghasilkan banyak lulusan yang kemudian berkiprah di berbagai bidang, termasuk pemerintahan.

Menurutnya, sejumlah lulusan Yapis kini menduduki posisi di pemerintahan pusat maupun daerah. Para alumni tersebut juga dinilai tetap memiliki kepedulian terhadap almamater dengan memberikan berbagai bentuk dukungan kepada yayasan.

“Keberadaan Yapis bukan hanya sekolah tempat menimba ilmu, tetapi penanaman karakter lebih dikedepankan. Salah satu penanaman karakter sejak dini yakni melalui kegiatan peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW,” ujarnya.

Diisi Ceramah Keagamaan

Peringatan Maulid Nabi di TK Yapis Nabire tersebut diisi dengan ceramah keagamaan yang disampaikan dai asal Nabire, Ustaz Abdul Wahab Almahmudi.

Kegiatan turut dihadiri Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Nabire, Dina Pidjer, pengurus Yapis Cabang Nabire, para orang tua murid, Ketua RT/RW setempat, serta sejumlah tamu undangan.

Melalui peringatan tersebut, TK Yapis Nabire ingin memastikan nilai-nilai keteladanan Rasulullah SAW tidak berhenti sebagai materi ceramah, tetapi mulai diperkenalkan dan dipraktikkan anak-anak dalam kehidupan sehari-hari—terutama jujur, peduli, dan suka berbagi. (Red-paputeng)

Bupati Nabire Sampaikan Perda Perubahan APBD 2026, Pendapatan Diproyeksikan Rp1,62 Triliun

NABIRE — Bupati Nabire menyampaikan Peraturan Daerah (Perda) tentang Perubahan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Nabire Tahun Anggaran 2026 dalam Sidang Paripurna DPRK Nabire.

Dalam penyampaiannya, Bupati menegaskan bahwa perubahan APBD 2026 merupakan bagian dari proses pengelolaan keuangan daerah untuk menyesuaikan berbagai perkembangan dan dinamika yang terjadi selama pelaksanaan APBD tahun berjalan.

Penyesuaian anggaran dilakukan dengan mempertimbangkan perkembangan realisasi pendapatan dan belanja daerah, perubahan asumsi kebijakan fiskal, kebijakan Pemerintah Pusat dan Pemerintah Provinsi Papua Tengah, serta kebutuhan penyelenggaraan pemerintahan dan pelayanan kepada masyarakat.

“Perubahan APBD bukan semata-mata perubahan angka dalam dokumen anggaran, tetapi merupakan bentuk penyesuaian kebijakan fiskal daerah agar pelaksanaan pembangunan dapat berjalan secara efektif, efisien, tepat sasaran dan memberikan manfaat sebesar-besarnya bagi masyarakat Kabupaten Nabire,” ujar Bupati dalam sidang paripurna, Jum’at (4/9/26).

Selain itu, perubahan anggaran diarahkan untuk mendukung percepatan pencapaian target pembangunan dan prioritas daerah sebagaimana tertuang dalam visi dan misi Bupati dan Wakil Bupati Nabire dalam RPJMD.

Pendapatan Daerah Rp1,62 Triliun

Dalam Perubahan APBD 2026, Pemerintah Kabupaten Nabire memproyeksikan total pendapatan daerah sebesar Rp1.627.823.905.752.

Pendapatan tersebut terdiri atas Pendapatan Asli Daerah (PAD) sebesar Rp183.903.656.091, pendapatan transfer sebesar Rp1.292.484.366.627, serta lain-lain pendapatan daerah yang sah sebesar Rp151.435.883.034.

Sementara itu, total belanja daerah dirancang sebesar Rp1.747.247.000.990.

Belanja tersebut meliputi belanja operasi sebesar Rp1.439.796.797.169, belanja modal Rp120.499.189.740, belanja tidak terduga Rp74.343.422.781, serta belanja transfer sebesar Rp112.607.591.300.

Untuk pembiayaan, Pemerintah Kabupaten Nabire memproyeksikan sebesar Rp119.423.095.238, yang terdiri atas penerimaan pembiayaan sebesar Rp123.123.095.238 dan pengeluaran pembiayaan sebesar Rp3.700.000.000.

DPRK Tekankan APBD Harus Beri Manfaat Nyata

Ketua DPRK Nabire, Nancy Karolina Worabay, menegaskan bahwa penandatanganan dan kesepakatan APBD bukan sekadar kesepakatan formal antara pemerintah daerah dan DPRK, melainkan merupakan komitmen bersama kepada masyarakat Kabupaten Nabire.

Menurut Nancy, setiap kebijakan dan alokasi anggaran yang telah disepakati harus mampu diterjemahkan ke dalam program dan kegiatan yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

“Setiap kebijakan dan alokasi anggaran yang telah disepakati harus dapat diterjemahkan menjadi program yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat,” ujar Nancy.

Ia menegaskan, DPRK Nabire mendorong agar pelaksanaan Perubahan APBD Tahun Anggaran 2026 dilakukan dengan mengedepankan prinsip transparansi, akuntabilitas, efektivitas, efisiensi dan tepat sasaran.

Penegasan tersebut menjadi penting karena keberhasilan APBD tidak hanya diukur dari terserapnya anggaran, tetapi juga dari sejauh mana program yang dibiayai mampu menjawab kebutuhan masyarakat dan mendukung pencapaian target pembangunan daerah.(red-paputeng)