Penjelasan Kapolres Nabire Terkait Peristiwa di Pasar Karang Tumaritis

NABIRE, PAPUTENG –

Kapolres Nabire AKBP Samuel D. Tatiratu kepada wartawan membeberkan kronologis kejadian di Pasar Karang Tumaritis, menyusul meninggalnya korban EL. Kamis (26/6/2025).

Berdasarkan hasil visum yang keluar RSU Nabire, korban EI meninggal, bukan akibat terkena tembakan Anggota Polres Nabire, yang mana hasil visum menunjukan korban meninggal dunia akibat terkena benda tumpul, ada luka berukuran 1 cm di dahi, sementra tubuh korban lainnya tidak mengalami luka-luka.

Untuk itu, guna memastikan penyebab meninggalnya Korban EI saat kejadian ricuh di sekitar Pasar Karang Tumaritis (Kartum) Nabire. Dipastikan bukan luka tembak atau timah panas aparat keamanan (Polisi). Melainkan diduga kuat karena musibah dan Minuman Keras (Miras) jenis CT dicampur dengan Milo Bobo.

Kapolres Nabire menegaskan dengan bukti hasil visum (VER) korban yang dikeluarkan pihak RSU Nabire.

Korban yang meninggal dunia berinisial EI yang akrab disapa Eko tinggal di sekitaran Karang Barat Distrik Nabire itu. Sedangkan  Apedius Kayame (19) terkena luka tembak peluru karet di bagian kaki dan Feri Mote (41) terkena tembakan peluru karet bagian lengan.

“Pada siang harinya keluarga korban mendatangi Polres Nabire, untuk membicarakan penyebab meninggalnya EI korban ricuh di Pasar Karang Tumaritis Nabire, yang mana pihak keluarga menolak Autopsi korban, ungkap Samuel,”terangnya.

Lanjutnya korban pada saat di evakuasi sempat kejang-kejang dan sesak nafas. Diduga korban meninggal seusai mengkonsumsi Miras dan hasil visum (VER). Dimana tidak ditemukan luka tembak atau bekas tembakan perlu.

Keluarga menolak atoupsi dan menilai kejadian tersebut merupakan musibah dan mengakui korban lantaran Miras.

Ditegaskannya Polres Nabire profesional saat ada temuan anggotanya melakukan kelalaian ataupun pelanggaran dalam pengamanan terhadap korban dan masyarakat. Pihaknya tidak segan – segan untuk melakukan penindakan sesuai prosedur yang berlaku.

Kapolres Nabire AKBP Samuel D Tatiratu
Caption : Kapolres Nabire AKBP Samuel D Tatiratu. (foto : ist)

Diketahui akibat kericuhan di sekitar Pasar Karang Tumaritis (Kartum) Nabire, sejumlah anggota polisi terkena lemparan batu di tangan, kaki dan juga kepala.

Tak hanya itu, mobil anggota juga dirusak saat di tempat kejadian. Serta 1 unit mobil angkutan umum rusak terkena lemparan batu.

Kapolres Nabire juga meminta kepada semua pihak. Baik orang tua, tokoh agama, tokoh masyarakat yang berada Pasar Karang.

“Tolong pastikan anak-anak muda jangan mengganggu. Ini bukan semua. Namun oknum karena perbuatan mereka 6 orang pemuda, dan memprovokasi orang sebanyak 20-30 orang, sehingga terjadi pelemparan kendaraan yang lewat yang berdampak pada chaos yang terjadi di Pasar Karang,”bebernya.

Terlepas dari persoalan yang ada keamanan merupakan tanggung jawab bersama. “Jadi mari kita sama-sama jaga ketertiban di ibu kota Provinsi Papua Tengah di Nabire yang kita cintai ini,”pungkasnya. (DP/lia) 

Tindak Tegas dan Terukur Tim Gabungan Polda Paputeng Lumpuhkan Dua DPO Pembunuh Yosep

NABIRE,PAPUTENG –

Personel gabungan Polda Papua Tengah (Paputeng) melakukan tindakan tegas dan terukur terhadap dua pria yang masuk dalam Daftar Pencarian Orang (DPO) Polres Dogiyai, berinisial MP dan HD.

Keduanya dinyatakan tewas saat dilakukan tindakan di Distrik Uwapa, Kabupaten Nabire, Jumat (16/5/2025). Kuat dugaan mereka adalah anggota Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) yang terlibat dalam pembunuhan Josep Agus Lepa di Dogiyai pada 5 Mei 2025.

Penindakan berlangsung di kawasan putaran Mr. Philips, Kilometer 50, sekitar Pukul 13.15 WIT.

Kapolres Nabire, AKBP Samuel Tatiratu, mengungkapkan kedua terduga melakukan perlawanan saat hendak diamankan.

“Terduga MP dan HD terpaksa ditindak secara tegas terukur karena saat proses penangkapan berlangsung, keduanya melakukan perlawanan terhadap petugas,”kata AKBP Samuel.

Jenazah keduanya langsung dievakuasi ke RSUD Nabire untuk proses visum dan penanganan lebih lanjut.

Kapolres Nabire mengapresiasi dukungan masyarakat yang telah memberikan informasi hingga kasus ini berhasil diungkap.

Dirinya mengucapkan terima kasih banyak kepada masyarakat yang sudah turut serta membantu dalam mengungkapkan keberadaan dan identitas para pelaku.

Selain itu juga memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada personel gabungan Polda Papua Tengah yang telah berhasil untuk mengungkap para pelaku yang terlibat langsung dalam pembunuhan Yosep Agus Lepa.  

Selain itu juga aparat berhasil menyita sejumlah barang bukti yakni,

Barang Bukti dari HD :

11 butir amunisi 5,56 mm 5Tj

1 buah topi kupluk kombinasi warna hitam, hijau tua, hijau muda, ungu, dan merah muda

1 buah topi kupluk merah

1 jaket kulit hitam

1 kaos loreng bergambar bendera KNPB TPNPB

1 copelrim hitam

1 celana panjang loreng dua kantong

1 celana dalam hitam

1 pasang sarung tangan Oklay hitam-hijau

1 pasang kaos kaki hitam

1 pasang sepatu Salomon hijau

2 buah parang: satu sepanjang 61 cm dengan lilitan karet ban dalam, satu lagi 50 cm dengan gagang kayu dan tali merah

1 HP Oppo biru

1 tulang babi

1 tulang kasuari

11 butir peluru tambahan ujung hijau

2 tas noken: jaring cokelat dan bertuliskan AMO DUM

1 bungkus rokok anggur kupu

1 charger HP putih

1 pisau yang dijadikan kertapel berlakban hitam

1 korek gas

1 kantong pinang dan kapur

Barang Bukti yang Diamankan dari MP:

1 sepeda motor Honda Verza 150 hitam

1 jaket hitam

1 sebo bergambar rasta

1 kalung maing angrek hitam kuning

2 kaos oblong: satu loreng bergambar KNPB TPNPB, satu lagi hitam-merah

3 celana pendek (hijau-kuning, hijau-hitam, jins biru)

1 celana pendek yang digunakan saat pembunuhan

1 celana dalam putih

1 pasang sepatu bot hijau tua

1 HP Oppo hitam softcase merah maroon

1 gantungan kunci bergambar kucing bertuliskan Tarsius

1 flashdisk putih

1 kartu identitas pasien atas nama Martinus Pigai (RM 505861)

Uang tunai: 2 lembar Rp100.000, 2 lembar Rp20.000, 5 lembar Rp5.000, 1 lembar Rp2.000

1 kikir hitam kuning

1 pasang sarung tangan bintik merah muda-hitam

5 bungkus rokok anggur kupu (4 baru, 1 habis)

2 tas noken (jaring cokelat dan loreng)

1 dompet loreng

1 teropong dua lensa hitam silver

1 tas gendong loreng

1 copelrim berlabel SATPOL PP cokelat

21 korek gas

1 lampu LED copotan

2 charger HP putih

5 batu kerikil

2 STNK atas nama Mayang Puspita Ningrum (PA 6345 KB) dan Natalia Tri Winarsih (PA 5437 K)

2 kartu memori 8 GB

1 kalung manik-manik cokelat putih

1 masker hitam

1 sachet sampo Sunsilk

2 kunci motor Honda

1 pecahan cermin

1 botol kecil berisi air

1 tas noken cokelat. (rilis/lia)