NABIRE-PAPUTENG.COM- Bupati Kabupaten Nabire, Mesak Magai, S.Sos, M.Si melakukan peletakan batu pertama pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih di Smoker, Kelurahan Siriwini, Nabire, Selasa (11/8/26).
GroundBreaking dilakukan orang nomor satu di kabupaten ini, diikuti Ketua DPRK Nabire, Nancy Karolina Worabay, Danrem 173/PVB, Brigjen TNI Vivin Alivianto, Dandim 1705, Letkol. Arh Dwi Palwanto, Kepala Dinas Perikanan dan Kelautan Nabire, Anton Pekei, Perwakilan Dinas Perikanan dan Kelautan Provinsi Paputeng, Perwakilan Polres Nabire, Kepala Suku Wate, Otis Monei, dan perwakilan terkait lainnya.
“Dengan mengucap Nama Tuhan Yang Maha Kuasa, di depan para tokoh adat, agama, masyarakat, dan wartawan. Kami di sini bersama meletakkan batu pertama pembangunan Kampung Nelayan Merah sebagai jawaban atas kondisi nelayan kita di Nabire, semoga dengan dibangunnya kampung nelayan ini menjadi penggerak ekonomi masyarakat pesisir guna meningkatkan kesejahteraan masyarakat nelayan, “kata Mesak sebelum melakukan ground breaking.

Sedangkan Kepala Perikanan dan Kelautan Kabupaten Nabire, Anton Pekei, S.Sos mengatakan, bahwa pembangunan kampung nelayan Merah Putih di Kelurahan Siriwini, Nabire merupakan wujud perjuangan berat dan panjang.
“Pembangunan kampung nelayan ini merupakan wujud perjuangan yang amat berat dan panjang. Sebenarnya kami mengajukan 12 kampung nelayan bisa dibangun di Kabupaten Nabire, namun hingga hari ini terealisasi baru 6 kampung nelayan, “kata Anton.
Anton Pekei yang sebenarnya sudah memasuki masa pensiun, akunya di akhir jabatan ingin memberikan kesan manis dan meninggalkan sebuah perjuangan yang teraktualisasi dalam pembangunan kampung nelayan yang modern, terpadu, dan berkelanjutan.
Di tempat ini lanjut Anton, salah satu tanah yang pernah di survei Dirjen Perikanan dan Kelautan Nasional, dan ternyata tempat ini (Siriwini) benar-benar terealisasi pembangunan kampung nelayan yang modern dan terpadu.
Apabila menyikapi dari mapping pembangunan. Kampung Nelayan Merah Putih dilengkapi dengan cold storage, pabrik es, area service kapal nelayan, SPBU mandiri bagi para nelayan, dan koperasi terpadu.

Pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih merupakan program strategis Presiden Prabowo Subianto dengan Asta Citanya, keberhasilannya ini merupakan kolaborasi antara pihak pemerintah, TNI dan Forkopimda Nabire. Enam tempat yang berhasil terealisasi, yakni Siriwini, Makimi, Sanoba, Kalibobo, Sima, dan Yaur.
Dasar pembangunannya sendiri menurut Anton mengacu pada program Asta cita 2024 – 2029, bahwa salah satu upaya pemerintah untuk membangun ekonomi hilirisasi, pemerataan ekonomi, dan pemberantasan kemiskinan.
“Program pembangunan kampung nelayan Merah putih merupakan program prioritas dan terobosan Kementerian Perikanan dan Kelautan untuk mewujudkan swasembada nasional, implementasi ekonomi sebagai pusat pertumbuhan ekonomi baru, menciptakan lapangan kerja, pemerataan ekonomi, pemberantasan kemiskinan, “paparnya.
Kepala Suku Wate, Otis Monei memberikan dukungan penuh terhadap program pemerintah yang sedang dilakukan. Namun Otis berpesan pembangunan kampung nelayan tidak bersifat sementara dan hangat-hangat tai ayam.
“Kami harap pembangunan ini tidak bersifat hangat-hangat tai ayam, ramai di awal tetapi tidak jelas arah dan tujuan di tahun-tahun berikutnya. Apapun program pemerintah yang bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat kami dukung sepenuhnya, “tandas Otis.(red-paputeng).















