Satgas Damai Cartenz Gelar Patroli dan Pelayanan Kesehatan di Distrik Sinak

PUNCAK,PAPUTENG.com –

Personel Satgas Operasi Damai Cartenz 2026 terus menunjukkan komitmennya dalam menjaga keamanan sekaligus membangun kedekatan dengan masyarakat melalui pendekatan humanis.

Komitmen tersebut diwujudkan melalui kegiatan patroli dialogis dan pelayanan kesehatan yang dilaksanakan pada Selasa (31/3/2026) di Distrik Sinak, Kabupaten Puncak.

Kegiatan berlangsung di GKI Jemaat Thabernakel dan wilayah Bukit Nanas. Dalam kegiatan tersebut, personel tidak hanya melakukan patroli untuk memastikan situasi keamanan tetap kondusif, tetapi juga memberikan pelayanan kesehatan langsung kepada masyarakat setempat.

Kehadiran aparat disambut positif oleh warga yang memanfaatkan layanan kesehatan, mulai dari pemeriksaan kondisi tubuh hingga pemberian obat-obatan dasar. Selain itu, personel juga berinteraksi secara langsung dengan masyarakat guna mempererat hubungan serta membangun rasa aman di lingkungan sekitar.

Kegiatan ini menjadi bagian dari strategi Satgas Damai Cartenz dalam menciptakan stabilitas keamanan melalui pendekatan persuasif dan humanis di wilayah operasi.

Kepala Operasi Damai Cartenz, Irjen Pol. Faizal Ramadhani mengatakan kegiatan patroli yang dibarengi dengan pelayanan kesehatan merupakan bentuk nyata kehadiran negara di tengah masyarakat.

“Selain menjaga keamanan, kami juga ingin memastikan masyarakat merasakan langsung kehadiran Polri melalui pelayanan yang menyentuh kebutuhan dasar, seperti kesehatan. Ini adalah bagian dari upaya membangun kepercayaan masyarakat,” ujarnya.

Sementara itu, Wakil Kepala Operasi Damai Cartenz, Kombes Pol. Adarma Sinaga menambahkan bahwa pendekatan humanis akan terus dikedepankan dalam setiap pelaksanaan tugas di wilayah Papua.

“Kami tidak hanya fokus pada aspek penegakan hukum, tetapi juga mengedepankan sisi kemanusiaan. Dengan patroli dan pelayanan kesehatan ini, kami berharap hubungan antara aparat dan masyarakat semakin kuat,” ungkapnya.

Melalui kegiatan tersebut, Satgas Damai Cartenz berharap dapat terus menjaga situasi kamtibmas yang kondusif sekaligus memberikan manfaat nyata bagi masyarakat di wilayah pegunungan Papua Tengah. (ER)

 

Mobil Ditembak OTK di Distrik Nume Puncak Jaya, Penumpang Diki Barus Dilaporkan Hilang

PUNCAK JAYA, PAPUTENG.com

Aksi penembakan oleh orang tak dikenal (OTK) kembali terjadi di wilayah Papua Pegunungan. Seorang sopir mobil dilaporkan menjadi korban dalam insiden yang terjadi di Distrik Nume, Puncak Jaya, Papua Pegunungan, Indonesia, Senin (16/3/2026).

Berdasarkan laporan awal yang diterima, peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 14.45 WIT saat sebuah kendaraan jenis Mitsubishi Triton yang membawa empat orang dalam perjalanan dari Distrik Kanggime, Tolikara, Papua Pegunungan, Indonesia menuju Kabupaten Puncak Jaya, Papua Tengah, Indonesia.

Sekitar pukul 13.30 WIT, kendaraan tersebut berangkat dari Kanggime. Namun sebelum memasuki Distrik Nume, mobil mereka dihadang oleh sekelompok orang tak dikenal yang kemudian melepaskan tembakan ke arah kendaraan.

Dalam kejadian tersebut, sopir mobil bernama Yohannes Marbun dilaporkan terkena tembakan. Meski demikian, kendaraan tersebut tetap melaju dan berusaha menyelamatkan diri dengan masuk ke wilayah Distrik Nume.

Sekitar pukul 15.10 WIT, kendaraan sempat berhenti di depan sebuah kios yang berada di sekitar Pos Nume. Para penumpang melaporkan kepada pemilik kios bahwa mereka baru saja ditembak oleh OTK dan sopir mereka terkena tembakan. Setelah itu, kendaraan kembali melanjutkan perjalanan menuju Distrik Ilu, Puncak Jaya, Papua Tengah, Indonesia.

Dalam kendaraan tersebut terdapat empat orang, yakni sopir Yohannes Marbun, serta tiga penumpang yaitu Mion Tabuni, Diki Barus, dan Roy Panjaitan.

Hingga delapan hari setelah kejadian, penumpang bernama Diki Barus dilaporkan belum ditemukan dan masih dalam pencarian.

Peristiwa penembakan ini menambah daftar insiden keamanan yang terjadi di wilayah pegunungan Papua. Hingga kini, belum ada keterangan resmi dari aparat keamanan terkait pelaku maupun perkembangan penanganan kasus tersebut. (ist)

 

Aparat TNI–Polri Tindak Anggota KKB Pimpinan Aibon Kogoya di Nabire

NABIRE,PAPUTENG.com

Aparat gabungan TNI–Polri dari Satgas Rajawali Mambri dan Satgas Operasi Damai Cartenz melakukan tindakan tegas terhadap anggota kelompok kriminal bersenjata (KKB) di wilayah Bukit Signal, sekitar Kali Pepaya, Kabupaten Nabire, Senin (16/3/2026).

Dalam operasi tersebut, satu anggota KKB bernama Hurbianus Mirip dilaporkan meninggal dunia. Ia diketahui merupakan bagian dari kelompok Kodap III D Dulla pimpinan Aibon Kogoya serta masuk dalam daftar pencarian orang (DPO) sejak 2025.

Kasatgas Humas Operasi Damai Cartenz, Kombes Pol. Yusuf Sutejo, menyampaikan bahwa tindakan dilakukan secara terukur setelah aparat melakukan operasi di lokasi.

Menurut pihak kepolisian, Hurbianus Mirip diduga terlibat dalam berbagai aksi kekerasan bersenjata di wilayah Papua Tengah, di antaranya:

  • Pembunuhan dua anggota Brimob pada Agustus 2025
  • Penembakan terhadap warga dan aparat di Kali Semen
  • Pemalangan Jalan Trans Nabire–Paniai
  • Kontak tembak dengan aparat di Bukit Doa
  • Penyerangan pos TNI di area PT Kristalin pada Februari 2026

Selain itu, kelompok tersebut juga diduga melakukan penganiayaan terhadap seorang anggota polisi di Pasar Enarotali, Kabupaten Paniai.

Kepala Operasi Damai Cartenz 2026, Brigjen Pol. Faizal Ramadhani, menegaskan bahwa aparat akan terus melakukan upaya penegakan hukum untuk menjaga stabilitas keamanan di Papua Tengah.

Sementara itu, Wakil Kepala Operasi Damai Cartenz, Kombes Pol. Adarma Sinaga, mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan tidak mudah terpengaruh informasi yang belum jelas kebenarannya.

Aparat memastikan akan terus memantau situasi keamanan di wilayah Papua Tengah guna menjaga kondisi tetap aman dan kondusif. (ER)

 

BPJS Kesehatan Perkuat Sinergi dengan Pemkab Mimika untuk Optimalkan Layanan JKN

MIMIKA,PAPUTENG.com

Direktur Utama BPJS Kesehatan, Prihati Pujowaskito melakukan kunjungan kerja ke Kabupaten Mimika guna memperkuat sinergi dengan pemerintah daerah dalam penyelenggaraan Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN). Kunjungan ini juga menjadi bagian dari upaya BPJS Kesehatan menyerap aspirasi pemerintah daerah agar layanan JKN di wilayah Papua, khususnya Kabupaten Mimika, dapat berjalan lebih optimal.

Prihati Pujowaskito mengatakan, penguatan kolaborasi antara BPJS Kesehatan dan pemerintah daerah merupakan langkah strategis untuk memastikan seluruh masyarakat mendapatkan perlindungan kesehatan melalui Program JKN. Menurutnya, dukungan pemerintah daerah sangat penting dalam menjaga kualitas serta pemerataan layanan kesehatan bagi peserta JKN.

“Kunjungan ini kami lakukan untuk menyerap aspirasi pemerintah daerah agar penyelenggaraan Program JKN di Papua, khususnya di Kabupaten Mimika, dapat semakin membuka akses layanan kesehatan bagi masyarakat tanpa harus khawatir biaya,” ujarnya.

Dalam kesempatan tersebut, Prihati Pujowaskito juga mengunjungi RS TNI AD Tk. IV Oro Doro Enakoa Timika. Ia menegaskan bahwa penguatan layanan kesehatan tidak hanya menjadi tanggung jawab BPJS Kesehatan, tetapi juga membutuhkan dukungan pemerintah daerah melalui dinas kesehatan.

Menurutnya, dukungan tersebut mencakup peningkatan mutu layanan di fasilitas kesehatan, pemenuhan tenaga kesehatan, penyediaan sarana dan prasarana yang memadai, serta peningkatan kualitas pelayanan di Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP) maupun rumah sakit.

Selain itu, pemerintah daerah juga memiliki peran penting dalam meningkatkan kepesertaan aktif masyarakat dalam Program JKN. Salah satunya melalui pendataan serta reaktivasi kepesertaan bagi peserta Penerima Bantuan Iuran (PBI) yang sebelumnya dinonaktifkan, sehingga masyarakat yang membutuhkan tetap memperoleh perlindungan kesehatan.

“Kami berharap dukungan pemerintah daerah, termasuk melalui dinas kesehatan, dapat semakin memperkuat kualitas layanan di fasilitas kesehatan. Dengan sinergi yang kuat, masyarakat di Mimika dapat memperoleh akses layanan kesehatan yang lebih mudah, cepat, dan setara melalui Program JKN,” katanya.

Sementara itu, Bupati Mimika Johannes Rettob menyampaikan bahwa Pemerintah Kabupaten Mimika berkomitmen memastikan seluruh masyarakat memperoleh perlindungan kesehatan melalui Program JKN. Komitmen tersebut tercermin dalam target pembangunan daerah yang menempatkan kepesertaan aktif JKN sebagai salah satu indikator utama sektor kesehatan.

“Secara konsisten kami menargetkan 100 persen penduduk menjadi peserta aktif JKN. Target ini juga menjadi salah satu indikator kinerja utama pembangunan bidang kesehatan dalam RPJMD Kabupaten Mimika 2025–2029,” ujar Johannes.

Ia menambahkan, pemerintah daerah juga menyiapkan berbagai langkah untuk memastikan masyarakat tetap dapat mengakses layanan kesehatan, termasuk bagi peserta yang mengalami penonaktifan kepesertaan. Salah satu langkah yang dilakukan adalah menyiapkan dukungan anggaran daerah untuk mengaktifkan kembali kepesertaan masyarakat yang membutuhkan.

“Pemerintah daerah telah menyusun strategi untuk tetap memberikan pelayanan kesehatan optimal kepada masyarakat. Selain itu, kami juga menyiapkan regulasi dan rencana aksi daerah sebagai pedoman pelaksanaan JKN agar masyarakat Mimika tetap terlindungi dalam Program JKN,” tegasnya. (julia/rls)

Satgas ODC 2026 Ringkus Satu Pelaku Kasus Kekerasan dan Perampasan Senpi di Mile 50

TIMIKA,PAPUTENG.com  –

Satuan Tugas (Satgas) Operasi Damai Cartenz 2026 kembali mengungkap perkembangan kasus kekerasan dan perampasan senjata api yang terjadi di Mile 50, kawasan Tembagapura, Kabupaten Mimika, Papua Tengah, pada 11 Februari 2026 lalu.

Kepala Satgas Humas Ops Damai Cartenz 2026, Kombes Pol. Yusuf Sutejo  dalam keterangannya kepada media, Jumat (6/3/2026), menyampaikan bahwa aparat berhasil mengamankan satu pelaku yang diduga terlibat dalam aksi tersebut.

“Pada Kamis, 5 Maret 2026, kami berhasil mengamankan salah satu pelaku atas nama Kalimak Wanimbo alias Lalam Wanimbo alias Jengkol Lalam. Pelaku ini berperan dalam perencanaan aksi kekerasan sekaligus perampasan senjata api yang dilakukan oleh kelompok Jeki Murib dan kawan-kawan,” ujar Kombes Pol. Yusuf Sutejo.

Ia menjelaskan bahwa pelaku berperan sebagai perantara yang menghubungkan korban dengan para pelaku agar dapat menumpang kendaraan TNI menuju kawasan Tembagapura.

Setibanya di kawasan Mile 50 Tembagapura, korban kemudian diserang oleh kelompok pelaku. Dalam peristiwa tersebut, dua orang meninggal dunia, yakni Sertu Arifin Cepa dan seorang warga sipil bernama Erman Rustaman, sementara satu anggota TNI lainnya, Serka Hendrikus, mengalami luka berat.

Penangkapan Kalimak Wanimbo di Ilaga, Kabupaten Puncak, merupakan hasil pengembangan dari penangkapan sebelumnya terhadap pelaku lain, yakni Nis Kogoya, yang diamankan pada 17 Februari 2026 di SP-3 Timika, Kabupaten Mimika.

“Nis Kogoya berperan menyiapkan kendaraan yang digunakan oleh Jeki Murib dan kelompoknya untuk menuju rumah korban almarhum Sertu Arifin Cepa, serta ikut terlibat dalam perencanaan aksi kekerasan tersebut,” jelasnya.

Dari hasil penyidikan yang dilakukan secara intensif, diketahui bahwa Kalimak Wanimbo juga kerap berkomunikasi dengan salah satu pimpinan kelompok kriminal bersenjata (KKB), yakni Aibon Kogoya.

Terhadap kedua pelaku, penyidik menjerat dengan sejumlah pasal, di antaranya Pasal 458 ayat (3) KUHP, Pasal 479 ayat (3) KUHP, Pasal 468 ayat (2) KUHP, serta Pasal 262 ayat (3 dan 4) KUHP juncto Pasal 21 KUHP Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023. Keduanya terancam hukuman maksimal 20 tahun penjara atau penjara seumur hidup.

“Kami memang harus bersabar, pelan namun pasti. Kami berkomitmen bahwa negara hadir tidak hanya untuk menjaga perdamaian di Tanah Papua, tetapi juga menegakkan hukum terhadap aksi-aksi kekerasan yang dilakukan oleh Kelompok Kriminal Bersenjata,” tegasnya.

Sementara itu, Kepala Operasi Damai Cartenz 2026, Brigjen Pol. Faizal Ramadhani,  menegaskan bahwa penangkapan pelaku merupakan bagian dari komitmen aparat dalam menegakkan hukum terhadap setiap aksi kekerasan yang dilakukan oleh kelompok kriminal bersenjata di Papua.

“Penangkapan ini merupakan hasil kerja keras tim di lapangan dalam melakukan penyelidikan dan pengembangan kasus secara intensif. Kami akan terus melakukan pengejaran terhadap pelaku lainnya yang terlibat dalam jaringan kelompok Jeki Murib. Satgas Ops Damai Cartenz berkomitmen menegakkan hukum secara tegas namun tetap mengedepankan pendekatan profesional dan terukur demi menjaga stabilitas keamanan di Papua,” tegasnya.

Wakil Kepala Operasi Damai Cartenz 2026, Kombes Pol. Adarma Sinaga,  juga mengimbau masyarakat untuk tetap tenang serta mendukung upaya aparat dalam menjaga keamanan di wilayah Papua.

“Kami mengajak seluruh masyarakat untuk tidak mudah terpengaruh oleh isu-isu yang menyesatkan serta terus mendukung aparat keamanan dalam menjaga situasi kamtibmas yang kondusif. Peran serta masyarakat sangat penting dalam memberikan informasi apabila mengetahui adanya aktivitas mencurigakan yang berpotensi mengganggu keamanan,” ujarnya.

Satgas Ops Damai Cartenz 2026 menegaskan komitmennya untuk terus menjaga stabilitas keamanan di Papua melalui penegakan hukum terhadap setiap aksi kekerasan yang mengganggu keselamatan masyarakat. (ER)

Satgas Damai Cartenz Amankan Terduga Penyebar Propaganda Digital di Mimika

MIMIKA,PAPUTENG.com —

Tim gabungan Satgas Operasi Damai Cartenz 2026 mengamankan seorang pria yang diduga terlibat dalam penyebaran propaganda dan provokasi melalui media sosial di wilayah Kuala Kencana, Kabupaten Mimika, Papua Tengah, Minggu (1/3/2026).

Penindakan dilakukan sekitar pukul 15.00 WIT di kawasan SP3 Trans DMT Utikini Tiga setelah aparat mengantongi bukti permulaan terkait aktivitas digital yang dinilai memicu keresahan di tengah masyarakat.

Diduga Sebarkan Ujaran Kebencian

Berdasarkan hasil penyelidikan awal, terduga pelaku diketahui merupakan bagian dari jaringan yang disebut sebagai Papua Inteligence Service (PIS). Ia diduga aktif mengunggah konten berisi ujaran kebencian, narasi provokatif, serta materi kekerasan yang berkaitan dengan kelompok kriminal bersenjata (KKB).

Aparat menilai unggahan tersebut berpotensi menimbulkan kebencian dan permusuhan serta mendorong gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) di wilayah Papua.

Dijerat UU KUHP dan ITE

Dalam proses penyidikan, berdasarkan hasil gelar perkara, terduga pelaku dipersangkakan melanggar:

  • Pasal 263 Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 tentang Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP)
  • Pasal 35 Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2024 tentang Perubahan atas UU Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE)

Atas dugaan perbuatannya, yang bersangkutan terancam pidana penjara maksimal 12 tahun serta denda hingga Rp12 miliar.

Barang bukti yang digunakan pelaku saat melakukan perbuatannya
Barang bukti yang digunakan pelaku saat melakukan perbuatannya

Aparat Tegaskan Penegakan Hukum di Ruang Siber

Kepala Operasi Damai Cartenz 2026, Brigjen Pol. Faizal Ramadhani, menegaskan penindakan terhadap propaganda digital merupakan bagian dari strategi menjaga stabilitas keamanan, termasuk di ruang siber.

“Kami tidak akan memberikan ruang bagi pihak-pihak yang menyebarkan provokasi, manipulasi informasi, maupun konten yang berpotensi memecah belah masyarakat. Penegakan hukum ini merupakan bentuk perlindungan negara agar ruang digital tidak disalahgunakan,” ujarnya.

Sementara itu, Wakil Kepala Operasi Damai Cartenz 2026, Kombes Pol. Adarma Sinaga, menyampaikan bahwa pengawasan aktivitas digital akan terus diperkuat melalui patroli siber dan analisis jejak digital secara berkelanjutan.

Ia juga mengimbau masyarakat agar bijak bermedia sosial serta tidak mudah terprovokasi oleh informasi yang belum terverifikasi.

Patroli Siber Ditingkatkan

Selain penegakan hukum, aparat keamanan terus meningkatkan patroli siber guna mencegah penyebaran konten provokatif yang berpotensi mengganggu stabilitas keamanan. Aparat juga menekankan pentingnya kolaborasi masyarakat dalam menjaga situasi kamtibmas tetap aman dan kondusif di Papua. (ER/Rls)

Aparat Kuasai Markas KKB dan Sita Uang Puluhan Juta dan 561 Butir Amunisi

NABIRE,PAPUTENG.com  —

Aparat gabungan TNI–Polri berhasil menguasai markas kelompok kriminal bersenjata (KKB) pimpinan DPO yang mengaku sebagai Panglima Kodap III, Dulla Aibon Kogoya, setelah terjadi kontak tembak pada Minggu (1/3/2026) malam sekitar pukul 22.40 WIT.

Operasi penegakan hukum tersebut melibatkan Satgas Habema, Satgas Rajawali, serta Satgas Operasi Damai Cartenz-2026. Kontak tembak terjadi saat aparat mendekati lokasi persembunyian kelompok bersenjata di wilayah Nabire, Papua Tengah.

Menurut aparat, kelompok bersenjata melakukan perlawanan ketika personel gabungan tiba di lokasi sehingga baku tembak tidak terhindarkan. Setelah beberapa waktu, kelompok tersebut melarikan diri dan meninggalkan markas beserta sejumlah perlengkapan logistik.

Ratusan Amunisi Disita

Dalam penggeledahan markas, aparat mengamankan berbagai barang bukti penting, antara lain:

  • 561 butir amunisi berbagai kaliber
  • 10 magazen senjata api jenis SS1 dan AK-101
  • 12 unit telepon genggam
  • 5 unit handy talky (HT)
  • Uang tunai Rp79.900.000

Selain itu, dua telepon genggam yang ditemukan diduga milik korban aksi kekerasan sebelumnya, termasuk anggota Brimob Batalion C yang gugur dalam serangan tahun lalu serta seorang petugas keamanan dalam kasus pembakaran pos pengamanan PT Kristalin di Nabire.

Ratusan amunisi yang disita aparat gabungan di Markas KKB Pimpinan Aibon Kogoya
Ratusan amunisi yang disita aparat gabungan di Markas KKB Pimpinan Aibon Kogoya

Aparat Tegaskan Komitmen Jaga Keamanan

Kasatgas Humas Operasi Damai Cartenz-2026, Kombes Pol. Yusuf Sutejo, menegaskan operasi tersebut merupakan bentuk kehadiran negara dalam menjamin keamanan masyarakat.

Ia menyatakan aparat akan terus melakukan pengejaran terhadap kelompok bersenjata hingga mempertanggungjawabkan perbuatannya sesuai hukum yang berlaku.

Sementara itu, Kepala Operasi Damai Cartenz-2026, Brigjen Pol. Faizal Ramadhani, mengimbau masyarakat tetap tenang dan tidak mudah terpengaruh informasi yang belum terverifikasi.

Penyisiran Masih Berlangsung

Hingga kini aparat gabungan masih melakukan penyisiran di sekitar lokasi guna memastikan situasi benar-benar aman sekaligus memburu anggota kelompok yang melarikan diri. Operasi penegakan hukum disebut akan terus dilakukan secara terukur dan profesional untuk menjaga stabilitas keamanan di Papua. (ER/red)

Bukan Pos TNI ! Kapendam Cenderawasih Luruskan Informasi Penyerangan di Makimi

JAYAPURA,PAPUTENG.com –

Kepala Penerangan Kodam (Kapendam) XVII/Cenderawasih, Kolonel Inf Tri Purwanto, memberikan klarifikasi terkait insiden penyerangan dan pembakaran pos yang terjadi di Distrik Makimi, Kabupaten Nabire, Provinsi Papua Tengah, Sabtu (21/2/2026).

Kapendam menegaskan bahwa lokasi yang menjadi sasaran pembakaran bukan merupakan pos milik TNI, melainkan Pos Keamanan milik PT Kristalin Eka Lestari (KEL). Pos tersebut dikenal masyarakat setempat sebagai Pos Palang karena berada di luar area operasional perusahaan.

“Perlu kami luruskan bahwa yang dibakar bukan pos TNI, tetapi pos keamanan perusahaan,” ujar Kapendam.

Dalam peristiwa tersebut, dua orang dilaporkan menjadi korban. Salah satunya adalah anggota TNI, Serda Hamdani, personel Deninteldam XVII/Cenderawasih yang tengah melaksanakan tugas monitoring wilayah di Nabire. Korban lainnya merupakan warga sipil bernama Aksay Sandika Moho, yang diketahui sebagai karyawan PT KEL.

Kapendam XVII/Cenderawasih menyampaikan duka cita mendalam atas kejadian tersebut dan berharap keluarga korban diberikan ketabahan serta keikhlasan.

Ia juga menjelaskan bahwa salah satu jenazah korban telah dikenali pihak keluarga melalui tanda khusus pada bagian mulut. Sementara itu, jenazah Serda Hamdani pada 23 Februari 2026 telah diberangkatkan ke Maros, Sulawesi Selatan, untuk dimakamkan.

“Jenazah Serda Hamdani telah diserahkan kepada keluarga dan sudah dimakamkan di Maros,” jelasnya.

Terkait informasi adanya senjata yang diduga dirampas dalam insiden tersebut, pihak Kodam XVII/Cenderawasih masih melakukan investigasi lebih lanjut. Kondisi lokasi kejadian yang hangus terbakar menjadi kendala sehingga diperlukan pendalaman secara menyeluruh.

“Saat ini masih dilakukan investigasi untuk memastikan apakah terdapat senjata yang ikut dirampas dalam kejadian tersebut,” tambahnya.

Hingga kini aparat keamanan terus meningkatkan kewaspadaan serta pengamanan di sejumlah wilayah rawan guna menjaga stabilitas keamanan sekaligus memburu para pelaku yang diduga terlibat dalam aksi penyerangan tersebut. (rls/red)

 

Persiapan Liga 4 PSSI Zona Papua Tengah Rampung, Mimika Tuan Rumah

NABIRE, PAPUATENGAH.com

Panitia Pelaksana Liga 4 PSSI Zona Papua Tengah musim kompetisi 2025–2026 terus mematangkan persiapan menjelang pelaksanaan turnamen. Tahapan pendaftaran peserta telah selesai dan kini panitia fokus pada persiapan pembukaan kompetisi yang dijadwalkan berlangsung pada 8 Maret 2026.

Ketua Umum Panitia Pelaksana Liga 4 PSSI Zona Papua Tengah, Alfred Fredy Anouw, mengatakan panitia saat ini masih melakukan koordinasi intensif dengan pemerintah daerah dan sejumlah instansi terkait di Kabupaten Mimika sebagai tuan rumah, serta Pemerintah Provinsi Papua Tengah.

“Panitia masih melakukan komunikasi dan koordinasi dengan dinas-dinas terkait di Kabupaten Mimika dan Pemerintah Provinsi Papua Tengah guna memastikan seluruh persiapan berjalan optimal,” ujar Anouw saat dihubungi melalui sambungan telepon, Selasa (24/2/2026).

Ia menjelaskan, pertandingan perdana atau kick off kompetisi akan dimulai pada 9 Maret 2026. Sementara itu, seluruh tim peserta tengah menjalani proses registrasi pemain melalui aplikasi Sistem Informasi Administrasi PSSI (SIAP).

Sebanyak tujuh tim telah resmi terdaftar sebagai peserta Liga 4 Zona Papua Tengah, yakni Persipuja 75 Puncak Jaya, Persipuncak Cartenz, Persintan Intan Jaya, Persipani Paniai, Persidei Deiyai, Persido Dogiyai, serta Persemi Mimika yang bertindak sebagai tuan rumah penyelenggara.

Menurut Anouw, seluruh kabupaten di Provinsi Papua Tengah telah terwakili dalam kompetisi tersebut, kecuali Persinab Nabire yang saat ini berkompetisi di level Liga Nasional.

Ia menambahkan, tim yang keluar sebagai juara Liga 4 Zona Papua Tengah akan mewakili provinsi pada kompetisi tingkat nasional, yakni Liga Nusantara, untuk menghadapi perwakilan dari provinsi lain di Indonesia.

Lebih lanjut, Anouw menegaskan bahwa Liga 4 tidak semata menjadi ajang perebutan gelar juara, tetapi juga berperan sebagai wadah pembinaan pemain muda serta jalur pembinaan menuju jenjang kompetisi sepak bola yang lebih tinggi di bawah naungan Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI).(julia)

 

TPNPB Klaim Rampas Senpi Saat Serang Pos Keamanan di Makimi

NABIRE,PAPUTENG.com —

Kelompok bersenjata yang mengatasnamakan Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat (TPNPB) mengklaim bertanggung jawab atas penyerangan terhadap pos keamanan di Kampung Biha, Distrik Makimi, Kabupaten Nabire, Papua Tengah, pada Sabtu (21/2/2026) sore.

Dalam siaran pers yang beredar, juru bicara TPNPB menyebut pasukan yang dipimpin Mayor Aibon Kogoya melakukan serangan sekitar pukul 14.30 WIT. Mereka mengklaim berhasil merampas sejumlah senjata api, membakar pos militer, serta menembaki kendaraan perusahaan tambang yang berada di lokasi.

Menurut klaim tersebut, dua pucuk senjata jenis SS1, beberapa magazin berisi munisi, serta satu pistol jenis G2 Combat disebut telah dikuasai oleh kelompok tersebut.

Dua Korban Jiwa Dikonfirmasi Aparat

Sebelumnya pihak aparat keamanan membenarkan adanya insiden penyerangan dan pembakaran pos keamanan di wilayah tersebut.

Kepala Penerangan Kodam XVII/Cenderawasih Letkol Inf Tri Purwanto menyatakan bahwa peristiwa itu menyebabkan dua orang meninggal dunia.

“Benar telah terjadi penyerangan dan pembakaran Pos Kamtibmas di Kampung Biha yang menyebabkan dua orang meninggal dunia,” ujarnya. Minggu sore (22/2/2026).

Namun hingga kini, aparat belum merinci identitas korban maupun kronologi lengkap kejadian karena proses identifikasi masih berlangsung.

Pos dan Kendaraan Dibakar

Sejumlah laporan media lokal menyebutkan bahwa selain menyerang pos pengamanan, pelaku juga menembaki kendaraan jenis Hilux milik perusahaan tambang sebelum akhirnya membakar fasilitas keamanan di lokasi.

Kelompok TPNPB dalam pernyataannya juga mengaitkan aksi tersebut dengan penolakan terhadap aktivitas pertambangan yang mereka sebut ilegal di wilayah operasi mereka.

 Aparat gabungan TNI–Polri telah mendatangi lokasi kejadian untuk melakukan pengamanan dan penyelidikan lanjutan. Pihak keamanan menyatakan kondisi Distrik Makimi saat ini dalam keadaan kondusif dan masyarakat diminta tetap tenang serta tidak terprovokasi informasi yang belum terverifikasi.

Penyelidikan terkait pelaku, motif, serta detail kejadian masih terus dilakukan oleh aparat berwenang. (lia)