Aparat gabungan TNI–Polri dari Satgas Rajawali Mambri dan Satgas Operasi Damai Cartenz melakukan tindakan tegas terhadap anggota kelompok kriminal bersenjata (KKB) di wilayah Bukit Signal, sekitar Kali Pepaya, Kabupaten Nabire, Senin (16/3/2026).
Dalam operasi tersebut, satu anggota KKB bernama Hurbianus Mirip dilaporkan meninggal dunia. Ia diketahui merupakan bagian dari kelompok Kodap III D Dulla pimpinan Aibon Kogoya serta masuk dalam daftar pencarian orang (DPO) sejak 2025.
Kasatgas Humas Operasi Damai Cartenz, Kombes Pol. Yusuf Sutejo, menyampaikan bahwa tindakan dilakukan secara terukur setelah aparat melakukan operasi di lokasi.
Menurut pihak kepolisian, Hurbianus Mirip diduga terlibat dalam berbagai aksi kekerasan bersenjata di wilayah Papua Tengah, di antaranya:
Pembunuhan dua anggota Brimob pada Agustus 2025
Penembakan terhadap warga dan aparat di Kali Semen
Pemalangan Jalan Trans Nabire–Paniai
Kontak tembak dengan aparat di Bukit Doa
Penyerangan pos TNI di area PT Kristalin pada Februari 2026
Selain itu, kelompok tersebut juga diduga melakukan penganiayaan terhadap seorang anggota polisi di Pasar Enarotali, Kabupaten Paniai.
Kepala Operasi Damai Cartenz 2026, Brigjen Pol. Faizal Ramadhani, menegaskan bahwa aparat akan terus melakukan upaya penegakan hukum untuk menjaga stabilitas keamanan di Papua Tengah.
Sementara itu, Wakil Kepala Operasi Damai Cartenz, Kombes Pol. Adarma Sinaga, mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan tidak mudah terpengaruh informasi yang belum jelas kebenarannya.
Aparat memastikan akan terus memantau situasi keamanan di wilayah Papua Tengah guna menjaga kondisi tetap aman dan kondusif. (ER)
Sebuah rumah milik pekerja Tenaga Kerja Bongkar Muat (TKBM) di kawasan Pelabuhan Samabusa, Distrik Teluk Kimi, Kabupaten Nabire, Papua Tengah, ludes dilalap si jago merah pada Rabu (4/3/2026) sekitar pukul 19.14 WIT.
Rumah tersebut diketahui milik Baldus Maniawasi. Api yang berkobar hebat dengan cepat menghanguskan seluruh bangunan beserta isi rumah, termasuk dokumen penting seperti ijazah dan pakaian milik korban.
Berdasarkan data yang dihimpun di lokasi kejadian, kebakaran diduga dipicu oleh arus pendek listrik. Struktur bangunan yang didominasi material kayu, papan, dan triplek membuat api dengan cepat membesar dan sulit dikendalikan pada menit-menit awal kejadian.
Petugas pemadam kebakaran mengerahkan sedikitnya tiga unit mobil damkar ke lokasi yang berada cukup jauh dari pusat Kota Nabire. Proses pemadaman berlangsung beberapa waktu hingga api berhasil dijinakkan dan tidak merembet ke bangunan lain di sekitarnya.
Tidak ada laporan korban jiwa dalam peristiwa tersebut. Namun, kerugian material ditaksir mencapai puluhan juta rupiah. Hingga berita ini diturunkan, pihak terkait masih melakukan pendataan lebih lanjut serta penyelidikan untuk memastikan penyebab pasti kebakaran.
Aparat gabungan TNI–Polri berhasil menguasai markas kelompok kriminal bersenjata (KKB) pimpinan DPO yang mengaku sebagai Panglima Kodap III, Dulla Aibon Kogoya, setelah terjadi kontak tembak pada Minggu (1/3/2026) malam sekitar pukul 22.40 WIT.
Operasi penegakan hukum tersebut melibatkan Satgas Habema, Satgas Rajawali, serta Satgas Operasi Damai Cartenz-2026. Kontak tembak terjadi saat aparat mendekati lokasi persembunyian kelompok bersenjata di wilayah Nabire, Papua Tengah.
Menurut aparat, kelompok bersenjata melakukan perlawanan ketika personel gabungan tiba di lokasi sehingga baku tembak tidak terhindarkan. Setelah beberapa waktu, kelompok tersebut melarikan diri dan meninggalkan markas beserta sejumlah perlengkapan logistik.
Ratusan Amunisi Disita
Dalam penggeledahan markas, aparat mengamankan berbagai barang bukti penting, antara lain:
561 butir amunisi berbagai kaliber
10 magazen senjata api jenis SS1 dan AK-101
12 unit telepon genggam
5 unit handy talky (HT)
Uang tunai Rp79.900.000
Selain itu, dua telepon genggam yang ditemukan diduga milik korban aksi kekerasan sebelumnya, termasuk anggota Brimob Batalion C yang gugur dalam serangan tahun lalu serta seorang petugas keamanan dalam kasus pembakaran pos pengamanan PT Kristalin di Nabire.
Ratusan amunisi yang disita aparat gabungan di Markas KKB Pimpinan Aibon Kogoya
Aparat Tegaskan Komitmen Jaga Keamanan
Kasatgas Humas Operasi Damai Cartenz-2026, Kombes Pol. Yusuf Sutejo, menegaskan operasi tersebut merupakan bentuk kehadiran negara dalam menjamin keamanan masyarakat.
Ia menyatakan aparat akan terus melakukan pengejaran terhadap kelompok bersenjata hingga mempertanggungjawabkan perbuatannya sesuai hukum yang berlaku.
Sementara itu, Kepala Operasi Damai Cartenz-2026, Brigjen Pol. Faizal Ramadhani, mengimbau masyarakat tetap tenang dan tidak mudah terpengaruh informasi yang belum terverifikasi.
Penyisiran Masih Berlangsung
Hingga kini aparat gabungan masih melakukan penyisiran di sekitar lokasi guna memastikan situasi benar-benar aman sekaligus memburu anggota kelompok yang melarikan diri. Operasi penegakan hukum disebut akan terus dilakukan secara terukur dan profesional untuk menjaga stabilitas keamanan di Papua. (ER/red)
Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Nabire memastikan ketersediaan stok pangan pokok aman selama bulan suci Ramadhan hingga Idul Fitri 1447 Hijriah/2026 Masehi.
Kepala Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Nabire, Yasor Victor Sawo, menegaskan pemerintah telah mengambil langkah proaktif guna menjamin ketersediaan bahan kebutuhan pokok masyarakat menjelang Hari Raya.
“Pemerintah melakukan langkah proaktif untuk memastikan stok kebutuhan pokok selama bulan Ramadhan hingga Idul Fitri tetap tersedia,” ujar Victor, Senin (2/3/2026).
Melalui Dinas Ketahanan Pangan, Pemkab Nabire bersama Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) melakukan pemantauan langsung terhadap stok dan harga bahan pokok di sejumlah pasar, di antaranya Pasar Central Kalibobo dan Pasar Bumi Raya (SP 1).
Pemantauan tersebut difokuskan pada komoditas utama kebutuhan dapur seperti bawang merah, bawang putih, telur, daging ayam ras, serta daging sapi.
Dari hasil pengecekan di lapangan, terdapat kenaikan tipis pada komoditas bawang merah berdasarkan Indeks Perkembangan Harga (IPH). “Komoditas bawang merah mengalami kenaikan tipis,” jelasnya.
Sementara itu, harga daging sapi segar di kedua pasar tersebut masih berada pada kisaran normal, yakni sekitar Rp200.000 per kilogram. Kendati demikian, pemerintah tidak menutup kemungkinan adanya kenaikan harga seiring meningkatnya permintaan menjelang Idul Fitri.
Sebagai langkah antisipasi, pemerintah merencanakan penambahan pasokan daging sapi melalui impor dari Australia guna menjaga stabilitas harga. Victor memastikan daging sapi impor tersebut aman dan telah memenuhi standar kesehatan.
“Kami upayakan pasokan daging sapi sudah dapat masuk sebelum Lebaran,” katanya.
Selain itu, Pemkab Nabire juga terus berkoordinasi dengan produsen dan pemasok daging sapi lokal guna memastikan ketersediaan stok tetap terjaga serta harga tetap stabil di pasaran.
Dengan ketersediaan bahan pokok yang terjamin dan harga yang terkendali, pemerintah berharap masyarakat dapat menjalankan ibadah puasa dan merayakan Idul Fitri dengan tenang tanpa kekhawatiran terhadap kelangkaan maupun lonjakan harga pangan.
Kepala Penerangan Kodam (Kapendam) XVII/Cenderawasih, Kolonel Inf Tri Purwanto, memberikan klarifikasi terkait insiden penyerangan dan pembakaran pos yang terjadi di Distrik Makimi, Kabupaten Nabire, Provinsi Papua Tengah, Sabtu (21/2/2026).
Kapendam menegaskan bahwa lokasi yang menjadi sasaran pembakaran bukan merupakan pos milik TNI, melainkan Pos Keamanan milik PT Kristalin Eka Lestari (KEL). Pos tersebut dikenal masyarakat setempat sebagai Pos Palang karena berada di luar area operasional perusahaan.
“Perlu kami luruskan bahwa yang dibakar bukan pos TNI, tetapi pos keamanan perusahaan,” ujar Kapendam.
Dalam peristiwa tersebut, dua orang dilaporkan menjadi korban. Salah satunya adalah anggota TNI, Serda Hamdani, personel Deninteldam XVII/Cenderawasih yang tengah melaksanakan tugas monitoring wilayah di Nabire. Korban lainnya merupakan warga sipil bernama Aksay Sandika Moho, yang diketahui sebagai karyawan PT KEL.
Kapendam XVII/Cenderawasih menyampaikan duka cita mendalam atas kejadian tersebut dan berharap keluarga korban diberikan ketabahan serta keikhlasan.
Ia juga menjelaskan bahwa salah satu jenazah korban telah dikenali pihak keluarga melalui tanda khusus pada bagian mulut. Sementara itu, jenazah Serda Hamdani pada 23 Februari 2026 telah diberangkatkan ke Maros, Sulawesi Selatan, untuk dimakamkan.
“Jenazah Serda Hamdani telah diserahkan kepada keluarga dan sudah dimakamkan di Maros,” jelasnya.
Terkait informasi adanya senjata yang diduga dirampas dalam insiden tersebut, pihak Kodam XVII/Cenderawasih masih melakukan investigasi lebih lanjut. Kondisi lokasi kejadian yang hangus terbakar menjadi kendala sehingga diperlukan pendalaman secara menyeluruh.
“Saat ini masih dilakukan investigasi untuk memastikan apakah terdapat senjata yang ikut dirampas dalam kejadian tersebut,” tambahnya.
Hingga kini aparat keamanan terus meningkatkan kewaspadaan serta pengamanan di sejumlah wilayah rawan guna menjaga stabilitas keamanan sekaligus memburu para pelaku yang diduga terlibat dalam aksi penyerangan tersebut. (rls/red)
SMP Yayasan Pendidikan dan Persekolahan Katolik (YPPK) Santo Antonius Nabire mengawali pembelajaran Semester II Tahun Ajaran 2025–2026 dengan fokus pada penguatan sistem pembelajaran berbasis internet atau e-learning.
Kepala SMP YPPK Santo Antonius Nabire, Hery Purwanto, mengatakan peningkatan kualitas jaringan internet menjadi prioritas utama sekolah guna menunjang proses belajar mengajar yang semakin digital. Salah satu target yang dicanangkan pada tahun 2026 adalah memastikan akses internet dapat menjangkau seluruh ruang kelas, mulai dari kelas VII hingga kelas IX.
“Target kami tahun ini jaringan internet sudah bisa terhubung ke setiap kelas. Untuk itu, sekolah membutuhkan penambahan sedikitnya empat unit router agar koneksi lebih stabil dan merata,” ujar FX Heri Purwanto via WhatsApp, Rabu (25/2/2026).
Ia menjelaskan, saat ini SMP Santo Antonius baru mengandalkan satu router dengan layanan Indihome. Namun, keterbatasan jangkauan membuat koneksi internet belum maksimal, terutama untuk ruang-ruang kelas.
“Jaringan wifi yang ada masih sering mengalami gangguan dan belum menjangkau seluruh area kelas. Kami berharap bisa menambah empat router baru, termasuk menggunakan jaringan Starlink, agar kualitas internet lebih baik,” katanya.
Penguatan jaringan internet ini juga dinilai penting untuk mendukung pelaksanaan Asesmen Nasional Berbasis Komputer (ANBK) yang rutin diikuti sekolah setiap tahun. SMP Santo Antonius tercatat memiliki 40 unit komputer di laboratorium, yang dinilai cukup memadai untuk menunjang kebutuhan ANBK secara daring.
Sekolah yang berada di bawah naungan Yayasan Tillemans Timika tersebut saat ini menerapkan Kurikulum Merdeka dengan pendekatan deep learning yang berfokus pada tiga pilar utama; mindful learning artinya belajar dengan sadar dan penuh konsentrasi, meaningful learning berarti belajar penuh makna dan relevan, serta joyful learning berarti belajar dengan menyenangkan.
Sejalan dengan transformasi digital di dunia pendidikan, SMP Santo Antonius juga mulai memperkenalkan pembelajaran coding dan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) kepada para siswa.
“Terkait pembelajaran coding dan AI, kami masih menunggu petunjuk teknis lebih lanjut dari Kemendikbud melalui Dinas Pendidikan. Namun saat ini, pengenalan dasar coding sudah mulai diberikan oleh guru IT yang kami miliki,” pungkas Heri Purwanto. (Mus)
Polda Papua Tengah meningkatkan intensitas patroli keamanan menyusul insiden penyerangan bersenjata terhadap Pos Pengamanan milik PT Kristalin Eka Lestari yang berlokasi di Musairo, Kampung Biha, Distrik Makimi, Kabupaten Nabire.
Wakil Kepala Kepolisian Daerah (Wakapolda) Papua Tengah, Gustav R. Urbinas, dalam keterangan resminya menjelaskan bahwa aparat kepolisian langsung merespons kejadian tersebut dengan mengerahkan personel tambahan ke wilayah sekitar guna memastikan situasi tetap terkendali dan memberikan rasa aman bagi masyarakat maupun karyawan perusahaan.
Menurutnya, langkah pengamanan diperketat sebagai upaya antisipasi terhadap kemungkinan gangguan lanjutan, sekaligus mendukung proses penyelidikan untuk mengungkap pelaku penyerangan. Polisi juga melakukan koordinasi dengan pihak terkait, termasuk aparat TNI dan manajemen perusahaan, guna memperkuat sistem pengamanan di kawasan operasional.
“Kami telah mengambil langkah cepat dengan meningkatkan patroli serta pengamanan di titik-titik rawan. Situasi saat ini dalam pemantauan dan kami memastikan aparat tetap siaga,” ujarnya, Senin (23/2/26).
Pihak kepolisian mengimbau masyarakat agar tetap tenang dan tidak terprovokasi oleh informasi yang belum terverifikasi. Aparat juga meminta dukungan warga untuk segera melaporkan apabila menemukan aktivitas mencurigakan di lingkungan sekitar.
Hingga kini, aparat keamanan masih melakukan penyelidikan mendalam terkait motif dan pihak yang bertanggung jawab atas penyerangan tersebut. Polisi menegaskan komitmennya untuk menindak tegas setiap pelaku yang mengganggu stabilitas keamanan di wilayah Papua Tengah. (red-paputeng)
Suasana tenang di kawasan Jalan Musairo, Distrik Makimi, Kabupaten Nabire, Papua Tengah, mendadak berubah tegang pada Sabtu siang (21/2/2026). Dalam rentang waktu sekitar satu setengah jam, sebuah Pos Pengamanan Keamanan dan Ketertiban Masyarakat (Kamtibmas) di Kampung Biha dilaporkan diserang dan dibakar oleh kelompok bersenjata.
Peristiwa yang terjadi sekitar pukul 13.30 hingga 15.00 WIT itu tidak hanya meninggalkan kerusakan fasilitas keamanan, tetapi juga menimbulkan korban jiwa. Aparat menyatakan dua orang meninggal dunia dalam insiden tersebut.
Kepala Penerangan Kodam XVII Cenderawasih, Letkol Inf Tri Purwanto (ist)
Kepala Penerangan Kodam XVII/Cenderawasih, Letkol Inf Tri Purwanto, membenarkan adanya penyerangan tersebut. Menurutnya, aparat segera bergerak menuju lokasi setelah menerima laporan dari masyarakat.
“Benar telah terjadi penyerangan dan pembakaran Pos Kamtibmas di Kampung Biha, Distrik Makimi, yang menyebabkan dua orang meninggal dunia,” ujarnya dalam keterangan resmi.
Kendaraan milik perusahaan PT Kristalin yang ditembak OTK
Klaim Kelompok Bersenjata Masih Diverifikasi
Beberapa jam setelah kejadian, kelompok bersenjata yang mengatasnamakan TPNPB-OPM merilis pernyataan yang mengklaim bertanggung jawab atas serangan tersebut. Dalam siaran pers yang disampaikan juru bicara mereka, Sebby Sambom, disebutkan bahwa pasukan di bawah pimpinan Aibon Kogoya melakukan penyerangan terhadap aparat militer Indonesia sekitar pukul 14.30 WIT.
Kelompok tersebut mengklaim terjadi baku tembak, pembakaran pos militer, penembakan kendaraan, hingga perampasan sejumlah senjata api. Mereka juga menyatakan tidak ada korban dari pihak kelompok bersenjata.
Namun hingga kini, aparat keamanan menegaskan bahwa informasi tersebut masih merupakan klaim sepihak dan sedang dalam proses verifikasi.
Pos Pengamanan PT Kristalin yang dibakar OTK
Aparat Pastikan Situasi Kembali Kondusif
Pasca kejadian, aparat gabungan langsung mengamankan lokasi serta melakukan penyisiran di sekitar tempat kejadian perkara. Pengumpulan keterangan saksi dan proses identifikasi korban masih berlangsung guna memastikan kronologi secara utuh.
Menurut aparat, kondisi keamanan di Distrik Makimi saat ini telah kembali kondusif, dan aktivitas masyarakat mulai berjalan normal di bawah pengawasan aparat keamanan.
Masyarakat pun diimbau tetap tenang dan tidak mudah terprovokasi oleh informasi yang belum terkonfirmasi.
“Kami mengimbau masyarakat tetap tenang dan tidak terprovokasi isu yang belum jelas,” tegas Tri Purwanto.
Perhatian Dunia Usaha
Insiden tersebut turut menjadi perhatian PT Kristalin Ekalestari, perusahaan yang beroperasi di sekitar wilayah Lagari. Deputy Director perusahaan, Teguh Arief Herlambang, menyampaikan keprihatinan atas kejadian yang terjadi di jalur akses menuju area perusahaan.
Ia menegaskan bahwa lokasi pos yang terbakar berada di luar wilayah operasional perusahaan.
“Kami menyayangkan kejadian tersebut dan masih menunggu pembaruan informasi dari para pemangku kepentingan terkait,” ujarnya dalam keterangan tertulis, Minggu (22/2/2026).
Perusahaan juga menyampaikan belasungkawa atas korban jiwa serta mengapresiasi respons cepat aparat keamanan dalam menangani situasi di lapangan.
Menjaga Stabilitas di Tengah Kompleksitas Wilayah
Insiden di Makimi kembali memperlihatkan kompleksitas situasi keamanan di sejumlah wilayah Papua Tengah, di mana aktivitas masyarakat sipil, aparat keamanan, dan kawasan operasional ekonomi berada dalam ruang yang saling berdekatan.
Pengamat keamanan menilai kehati-hatian dalam penyebaran informasi menjadi kunci agar tidak memicu kepanikan publik maupun eskalasi konflik yang lebih luas.
Di tengah dinamika tersebut, masyarakat diharapkan tetap mengandalkan informasi resmi sembari menunggu hasil penyelidikan aparat yang masih berlangsung.
Peristiwa ini sekaligus menjadi pengingat pentingnya kolaborasi antara masyarakat, aparat keamanan, dan pemangku kepentingan lainnya untuk menjaga stabilitas keamanan di wilayah Papua Tengah. (Tim Redaksi)
Aksi heroik ditunjukkan seorang warga lokal bernama Niko Raiki saat memimpin penyelamatan seluruh penumpang pesawat Smart Aviation registrasi PK-SNS yang jatuh di perairan dangkal Pantai Karadiri, Distrik Nabire Barat, Selasa (27/1/2026) sekitar Pukul 12.00 WIT.
Pesawat jenis Cessna Caravan berkapasitas delapan orang itu dilaporkan jatuh tak lama setelah lepas landas dari Bandara Douw Aturure Nabire menuju Kaimana. Dalam insiden tersebut, seluruh tujuh penumpang dan pilot berhasil diselamatkan tanpa korban jiwa.
Niko Raiki yang rumahnya hanya berjarak beberapa meter dari lokasi kejadian, menjadi orang pertama yang menyadari pesawat jatuh ke laut. Ia bersama 4–5 warga serta karyawan di sekitar lokasi langsung berlari menuju pantai dan berenang ke arah pesawat meski arus laut cukup deras.
“Saya kira dia mau ambil air, jadi saya mau jalan ke darat. Tapi saya balik lihat ke laut, pesawat sudah tenggelam di depan,” ungkap Niko dalam wawancara yang videonya viral di media sosial.
Tanpa alat keselamatan memadai, Niko mengikatkan tali kecil di pinggangnya, lalu berenang sejauh 15–20 meter melawan ombak untuk mencapai badan pesawat yang sempat terapung.
“Berenang sampai lidah mau putus, arus kuat sekali. Tali kecil saja yang kami pakai,” katanya.
Setelah berhasil mengikat pesawat, Niko dan warga lainnya menarik pesawat perlahan ke arah darat. Para penumpang dievakuasi dengan cara diarahkan naik ke badan pesawat sebelum akhirnya ditarik ke tepi pantai.
“Pintu sudah terbuka, penumpang keluar sendiri. Kita tuntun naik ke badan pesawat, semua naik dulu, baru kita tarik ke darat pinggir dermaga,” jelasnya.
Niko Raiki
Penumpang yang dievakuasi terdiri dari pilot, orang dewasa, dan remaja. Tidak terdapat anak kecil dalam penerbangan tersebut. Seluruh penumpang dilaporkan selamat meski barang bawaan mereka sempat berantakan akibat insiden.
Niko mengaku tidak mengetahui secara pasti penyebab kecelakaan. Namun ia melihat pesawat mengalami gangguan sesaat setelah lepas landas.
“Baru lepas landas dari bandara, tiba-tiba bunyi kaget. Jatuh tidak terkendali,” tuturnya.
Aksi cepat Niko Raiki dan warga setempat menuai pujian luas dari masyarakat dan netizen. Video kesaksiannya viral di berbagai platform media sosial dan disebut sebagai simbol keberanian warga Papua Tengah.
Hingga saat ini, proses evakuasi badan pesawat masih dilakukan oleh tim gabungan. Insiden tersebut menjadi pengingat akan pentingnya kesiapsiagaan dan peran masyarakat dalam situasi darurat.
Kisah Niko Raiki dari Kampung Karadiri kini menjadi inspirasi tentang keberanian dan solidaritas warga Nabire Barat dalam menyelamatkan nyawa di tengah kondisi ekstrem. (ist)
Suasana haru dan kebahagiaan menyelimuti warga Kampung Lani, Distrik Teluk Kimi, Kabupaten Nabire, Provinsi Papua Tengah saat Kepala Staf Angkatan Darat (Kasad) Jenderal TNI Maruli Simanjuntak, M.Sc, meresmikan Program TNI AD Manunggal Air dan Rumah Tidak Layak Huni (RTLH), Rabu (10/12/2025).
Peresmian ini turut didampingi Pangdam XVII/Cenderawasih, Mayjen TNI Amrin Ibrahim, sebagai bentuk komitmen TNI AD dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat Papua.
400 Titik Air, Target Tambahan 200 Titik di Papua
Dalam sambutannya, Kasad menegaskan Manunggal Air adalah program prioritas TNI AD yang diperluas untuk membantu masyarakat memperoleh akses air bersih.
“Kurang lebih 400 titik air telah dibangun TNI AD. Tahun depan, saya berharap ada tambahan 200 titik di Papua,”ungkapnya.
Kasad juga menekankan bahwa kemajuan pembangunan di Papua tidak terlepas dari perhatian besar Presiden RI.
“Dukungan Presiden sangat luar biasa. Ini semua demi kesejahteraan rakyat Papua,”kata Jenderal Bintang empat ini.
Ia turut mengapresiasi peran para donatur dan mitra dalam menyukseskan program tersebut.
Program RTLH untuk Hunian Layak
Selain Manunggal Air, Kasad juga meresmikan pembangunan Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) bagi warga Kampung Lani. Program ini menjadi upaya nyata TNI AD dalam menyediakan hunian yang aman, sehat, dan layak bagi masyarakat yang membutuhkan.
Apresiasi dari Gubernur Papua Tengah
Gubernur Papua Tengah, Meki Nawipa, S.H, menyampaikan rasa syukur atas hadirnya fasilitas air bersih dan rumah layak huni.
“Terima kasih kepada Bapak Kasad. Fasilitas ini sangat berarti bagi masyarakat. Mari kita jaga bersama agar kolaborasi ini terus berlanjut, demi Papua yang lebih baik dan Sejahtera,”kata Meki.
Tokoh dan Pejabat yang Hadir
Acara peresmian juga dihadiri jajaran pejabat tinggi TNI dan Polri diantaranya, Letjen TNI Erwin Djatniko (Irjenad), Letjen TNI Muhammad Zamroni (Koorsahli Kasad),Mayjen TNI Tato Hadiyah (Asrenad Kasad),Mayjen TNI Drajad Brima Yoga (Asintel Kasad),Mayjen TNI Aminton Manurung (Asops Kasad),Mayjen TNI I Wayan Suarjana (Aspers Kasad),Mayjen TNI Adisura Firdaus Tarigan (Aslog Kasad),Mayjen TNI Rachmad Zulkarnaen (Aster Kasad),Mayjen TNI Frits W. R. Pelamonia (Danrem 173/PVB),Brigjen Pol Alfred Papare (Kapolda Papua Tengah),Brigjen TNI Donny Pramono (Kadispenad) dan sejumlah pejabat dan tokoh adat Kampung Lani.
Program Manunggal Air dan RTLH menjadi bukti nyata kehadiran TNI AD dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat Papua. Pemerintah daerah dan masyarakat berharap kolaborasi ini terus berlanjut demi masa depan Papua yang lebih baik. (Pen/lia)