Pembangunan Jembatan Perintis Garuda di Nabire, Dorong Konektivitas dan Ekonomi Lokal

NABIRE, PAPUTENG.com — Upaya percepatan pembangunan infrastruktur di Papua Tengah kembali menunjukkan progres nyata dengan dimulainya pembangunan Jembatan Perintis Garuda di Kampung Waroki, Distrik Kimi, Kabupaten Nabire, Rabu (8/4/2026). Kegiatan ground breaking ini menjadi tanda resmi dimulainya proyek strategis nasional tersebut.

Kegiatan dihadiri Kepala Seksi Teritorial (Kasiter) Kasrem 173/PVB, Kolonel Inf Fajar Wibawa Angkasa, mewakili Danrem 173/PVB, bersama unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), tokoh agama, tokoh masyarakat, serta tokoh adat setempat.

Dalam sambutan yang dibacakan Kasiter mewakili Danrem 173/PVB, Brigjen TNI Vivin Alivianto, S.I.P., disampaikan bahwa pembangunan Jembatan Perintis Garuda bukan hanya proyek fisik, tetapi bagian dari Program Strategis Nasional yang digagas langsung oleh Presiden Republik Indonesia.

“Program ini merupakan komitmen kuat pemerintah dalam mendorong percepatan pembangunan infrastruktur, khususnya di wilayah yang masih membutuhkan akses konektivitas yang lebih baik,” bunyi sambutan tersebut.

Jembatan Perintis Garuda diharapkan menjadi penghubung vital yang mempermudah akses antarwilayah, khususnya di Distrik Kimi dan sekitarnya. Dengan terbukanya akses transportasi, aktivitas ekonomi masyarakat diyakini akan meningkat, sekaligus mendukung kesejahteraan warga.

Pada tahap awal, pembangunan mencakup empat unit jembatan, terdiri dari dua jembatan beton dan dua jembatan armaco. Proyek ini menjadi langkah strategis untuk memperkuat konektivitas dan mendukung integrasi pembangunan di wilayah Papua Tengah.

Momentum ground breaking ini juga mencerminkan sinergi yang kuat antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, TNI, serta seluruh elemen masyarakat. Dukungan dari tokoh agama, adat, dan masyarakat menunjukkan bahwa pembangunan ini menjadi harapan bersama untuk masa depan yang lebih baik.

Dengan dimulainya pembangunan Jembatan Perintis Garuda, diharapkan tidak hanya membuka akses transportasi, tetapi juga menciptakan peluang baru bagi pertumbuhan ekonomi dan peningkatan kualitas hidup masyarakat Kabupaten Nabire. (Pendam Cenderawasih/red)

Bupati Deiyai Pimpin Apel CPNS dan Tenaga Kontrak, Tekankan Disiplin dan Persiapan Prajabatan

WAGHETE, PAPUTENG.com –

Bupati Kabupaten Deiyai, Provinsi Papua Tengah, Melkianus Mote, memimpin apel bersama seluruh Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) Formasi 2024, Tenaga Honorer Kategori II (THK2), serta Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) di halaman Kantor Bupati Deiyai, kawasan Waghete, Rabu pagi (8/4/2026).

Dalam arahannya, Bupati Mote mengatakan apel tersebut sengaja dilaksanakan untuk menyampaikan sejumlah informasi penting terkait pelaksanaan prajabatan bagi CPNS dan THK2.

Ia menjelaskan dirinya baru saja melakukan kunjungan ke kantor Badan Kepegawaian Negara (BKN) Regional di Jayapura guna berkonsultasi mengenai pelaksanaan prajabatan.

“Belum lama ini saya sudah ke kantor BKN Regional di Jayapura dan menanyakan terkait prajabatan,” kata Mote.

Berdasarkan informasi dari Badan Kepegawaian Negara yang disingkat BKN, pelaksanaan prajabatan dapat dilakukan, namun harus dibagi dalam beberapa sesi. Setiap kelompok dibatasi sekitar 45 hingga 47 peserta.

Menurut Mote, pelaksanaan prajabatan di Deiyai akan menyesuaikan dengan kapasitas gedung yang tersedia di daerah tersebut.

“Karena sesuai aturan per sesi hanya 45–47 orang, sementara gedung besar di Deiyai juga terbatas, maka pelaksanaan prajabatan akan kami prioritaskan berdasarkan absensi,” tegasnya.

Ia menambahkan, peserta yang menunjukkan kedisiplinan sejak awal akan diprioritaskan mengikuti prajabatan pada gelombang pertama.

“Siapa yang rajin, saya akan utamakan. Prajabatan akan dilakukan beberapa gelombang dan saya akan memprioritaskan mereka yang disiplin sejak awal,” ujarnya.

Selain itu, pelaksanaan prajabatan juga akan menyesuaikan dengan ketersediaan anggaran dalam APBD Kabupaten Deiyai Tahun 2026.

“Jadi semua harus rajin masuk sejak sekarang. Biasakan disiplin sejak masih CPNS agar nanti ketika menjadi ASN sudah terbiasa,” kata Mote.

Sementara itu, terkait tenaga kontrak, Bupati Mote menjelaskan bahwa aturan belanja pegawai maksimal 30 persen dari APBD didasarkan pada Undang‑Undang Nomor 1 Tahun 2022 tentang Hubungan Keuangan antara Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah (HKPD). Aturan tersebut wajib dipenuhi oleh pemerintah daerah paling lambat pada tahun 2027.

Kebijakan tersebut bertujuan meningkatkan produktivitas daerah dengan membatasi belanja rutin serta memaksimalkan belanja modal untuk pembangunan.

Menurut Mote, berdasarkan ketentuan tersebut sebenarnya seluruh pegawai kontrak berpotensi dirumahkan. Namun, pemerintah daerah tetap berupaya memberikan kesempatan kepada warga Deiyai yang telah bekerja sebagai tenaga kontrak untuk tetap bertugas.

Ia juga menyampaikan bahwa pada awal April 2026 dirinya telah mengeluarkan surat keputusan (SK) secara kolektif untuk seluruh organisasi perangkat daerah (OPD) berdasarkan usulan masing-masing kepala OPD.

“Maka itu mulai hari ini semua tenaga kontrak wajib mengurus rekening TabunganKu. Siapa saja yang tidak mengurus TabunganKu, kami anggap sudah mengundurkan diri,” tegas Mote. (PK)

 

Massa Demo Ngotot Long March, Aparat Minta Aksi Dialihkan ke Kendaraan

 

NABIRE, PAPUTENG.com –

Massa aksi yang menamakan diri Front Rakyat Bergerak menggelar demonstrasi di depan Pasar Karang Tumaritis, Kabupaten Nabire, Papua Tengah, Selasa (7/4/2026). Dalam aksi tersebut, massa menyuarakan sejumlah tuntutan, di antaranya penutupan PT Freeport Indonesia (PT FI) serta pembubaran Majelis Rakyat Papua (MRP).

Aksi demonstrasi ini turut dipantau langsung oleh aparat keamanan. Kapolres Nabire AKBP Samuel D. Tatiratu  bersama Dandim 1705/Nabire Letkol Arh Dwi Palwanto terlihat mendatangi lokasi untuk berdialog dengan massa aksi.

Situasi sempat memanas ketika massa bersikeras melakukan long march menuju Kantor DPR Papua Tengah. Sementara itu, berdasarkan hasil rapat koordinasi yang digelar oleh Polres Nabire bersama Forkopimda, tokoh agama, tokoh masyarakat, ketua-ketua adat, serta perwakilan paguyuban, aksi long march tidak diperbolehkan.

Pihak keamanan menawarkan solusi dengan menyiapkan kendaraan untuk mengangkut massa menuju titik aksi di depan Gedung DPR Papua Tengah. Namun tawaran tersebut ditolak oleh para demonstran.

“Kami menghendaki Gubernur Papua Tengah untuk bisa hadir di tengah-tengah kami,” ujar juru bicara aksi dalam orasinya.

Wakapolres Nabire Kompol Peter Kendek yang turun langsung menemui massa kembali mengimbau agar para demonstran tidak melakukan long march dari titik kumpul mereka.

Ia menegaskan bahwa aparat keamanan telah menyiapkan skema pengawalan menggunakan kendaraan menuju Kantor DPR Papua Tengah guna menjaga situasi tetap kondusif.

“Jika bapak-bapak memaksa melakukan long march, dengan terpaksa kami akan membubarkan aksi demo ini. Tolong dimengerti dan dihargai,” tegas Kendek.

Menurutnya, pemerintah daerah juga telah menyiapkan mekanisme penerimaan aspirasi massa di Kantor DPR Papua Tengah. Bahkan, ia menyebutkan bahwa Gubernur Papua Tengah telah berada di lokasi untuk menerima perwakilan demonstran.

Hingga berita ini diturunkan, aparat keamanan masih melakukan pendekatan persuasif kepada massa aksi agar situasi tetap terkendali dan aspirasi dapat disampaikan secara tertib. (red-paputeng)

Kapolres Imbau Rencana Aksi Demo 7 April 2026

 

NABIRE, PAPUATENG.com –

Kepala Kepolisian Resor (Kapolres) Nabire telah mengeluarkan himbauan terkait rencana aksi demo yang akan dilaksanakan pada Selasa, 7 April 2026 (besok), mulai pukul 09.00 WIT hingga 18.00 WIT. Dalam surat pemberitahuan demo, tidak disebutkan nama penanggung jawab, dan pihak kepolisian tidak memberikan izin untuk pelaksanaan aksi tersebut.

Meskipun demikian, pihak kepolisian memperkirakan bahwa aksi demo tetap akan dilaksanakan. Oleh karena itu, masyarakat diimbau untuk tetap waspada dan menjaga keamanan lingkungan masing-masing.

“Kami himbau kepada masyarakat untuk tetap menjalankan kegiatan perekonomian seperti biasa, namun tetap waspada dan menjaga keamanan,” ujar Kapolres Nabire saat rakor bersama Muspida, para Kepala Suku, Tokoh Agama, Tokoh Masyarakat, dan Ketua – Ketua Paguyuban, Senin, (6/4/2026).

 

Masyarakat juga diimbau untuk menutup tempat usaha di daerah yang akan dilewati oleh aksi demo, serta tidak menjual BBM di pinggir jalan untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan.

“Jaga kekompakan, jaga lingkungan, dan jika terjadi hal yang tidak diinginkan, pukul lonceng untuk berkumpul,” tambahnya.

Kepolisian mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan tidak terprovokasi, serta mematuhi instruksi dari petugas keamanan.

Dari pesan berantai di WhatsApp maupun berita viral di berbagai platform media sosial aksi demo diinisiasi Front Rakyat Bergerak dengan dua tuntutan utama Penutupan PT Freeport Indonesia (PT FI) dan Pembubaran Majelis Rakyat Papua (MRP).

Adapun yang menjadi sasaran aksi Kantor Gubernur Papua Tengah dengan Tajuk “Lumpuhkan Kota Nabire. ‘ Beberapa titik kumpul demonstrasi yang sebaiknya dihindari, yakni Pasar Karang, Jepara Indah 2, Siriwini, SP 1, dan Uswim Nabire.

Dua Bersaudara Raih Juara di MTQ ke-31 Nabire, Prestasi Membanggakan Satu Keluarga

 

NABIRE, PAPUTENG.com –

Perhelatan Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) ke-31 tingkat Kabupaten Nabire resmi berakhir dengan pengumuman para pemenang dari berbagai cabang perlombaan.

Dalam ajang tersebut, prestasi membanggakan datang dari satu keluarga. Dua bersaudara, Adara Khairunnisa dan Zaenal Abidin Mas’ud, berhasil meraih juara pertama pada kategori yang berbeda.

Adara Khairunnisa tampil gemilang pada cabang Hafalan 1 Juz dan Tilawah Putri dengan meraih juara pertama. Prestasi ini tidak mengejutkan mengingat rekam jejaknya yang telah berpengalaman mengikuti berbagai ajang MTQ dan STQ. Ia bahkan pernah mewakili Kabupaten Nabire pada kompetisi tingkat nasional di Kendari, Sulawesi Tenggara.

Sementara itu, sang adik, Zaenal Abidin Mas’ud, juga mencatatkan prestasi membanggakan dengan meraih juara pertama pada cabang Tartil Al-Qur’an Putra. Keberhasilan ini menjadi kejutan tersendiri bagi keluarga, mengingat ini merupakan kali pertama ia mengikuti perlombaan Al-Qur’an.

Peserta Lomba MTQ ke 31
Peserta Lomba MTQ ke 31

 

Orang tua keduanya, Muhyiddin dan Susanti, mengaku tidak menyangka atas capaian yang diraih kedua anak mereka, terutama Zainal Abidin Mas’ud (Abid).

“Kami tidak pernah menyangka Abid bisa menjadi juara pertama, karena ini adalah pengalaman pertamanya mengikuti lomba,” ujar Muhyiddin, Senin (6/4/26).

Ia menambahkan, keikutsertaan putranya dalam lomba tersebut awalnya hanya untuk menambah pengalaman.

“Kami hanya mendorongnya untuk ikut sebagai ajang menambah pengalaman. Tidak ada target juara, bahkan jika mendapat juara harapan saja kami sudah bersyukur,” tambah Susanti.

MTQ ke-31 Kabupaten Nabire mempertandingkan berbagai cabang lomba, di antaranya Seni Baca Al-Qur’an (Tartil dan Tilawah), Hafalan Al-Qur’an dari 1 hingga 30 juz, Fahm Al-Qur’an, Syarh Al-Qur’an, Seni Kaligrafi, hingga Karya Tulis Ilmiah Al-Qur’an (KTIQ) dengan batasan usia berbeda pada setiap golongan.

Kegiatan tersebut mengusung tema “Aktualisasi Nilai-nilai Al-Qur’an dalam Membangun Karakter Bangsa yang Beradab.”

Ajang MTQ tidak hanya menjadi sarana kompetisi, tetapi juga sebagai wadah pembinaan generasi Qur’ani yang berkarakter, berakhlak, serta mampu memberikan kontribusi positif bagi masyarakat dan bangsa.

Operasional Dapur SPPG 2 Siriwini Dihentikan Sementara, BGN Tegaskan Langkah Sesuai Prosedur

 

NABIRE,PAPUTENG.com –

Koordinator Wilayah Badan Gizi Nasional (BGN), Marcel Asyerem, menegaskan bahwa penghentian sementara operasional Dapur SPPG 2 Siriwini dilakukan berdasarkan prosedur resmi setelah melalui proses evaluasi berjenjang.

Menurut Marcel, keputusan tersebut merujuk pada surat resmi yang dikeluarkan oleh BGN Pusat setelah menerima laporan dari BGN tingkat daerah terkait dugaan pelanggaran dalam operasional dapur tersebut.

Ia menjelaskan, laporan tersebut disusun setelah adanya aduan dari masyarakat setempat mengenai aktivitas operasional dapur yang dinilai tidak sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Aduan itu kemudian ditindaklanjuti melalui proses verifikasi lapangan.

Dalam proses verifikasi tersebut, ditemukan adanya penggunaan mobil box MPG yang tidak sesuai dengan peruntukannya. Temuan ini juga diperkuat oleh laporan dari Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Nabire, Arvan, yang mendapati kendaraan operasional program digunakan untuk aktivitas pembuangan sampah.

Marcel menegaskan bahwa dalam pelaksanaan program BGN, penggunaan kendaraan operasional telah diatur secara ketat melalui Standar Operasional Prosedur (SOP). Mobil box MPG dirancang khusus untuk mendukung distribusi makanan dari dapur ke sekolah-sekolah penerima manfaat.

Selain mendistribusikan makanan, kendaraan tersebut juga digunakan untuk mengangkut kembali wadah makanan atau ompreng dari sekolah ke dapur setelah proses distribusi selesai.

“Dalam SOP BGN sudah sangat jelas bahwa kendaraan tersebut tidak boleh digunakan untuk keperluan lain di luar distribusi makanan. Penggunaan mobil untuk membuang sampah merupakan pelanggaran terhadap ketentuan yang berlaku,” ujar Marcel.

Ia menambahkan, setiap pelanggaran terhadap SOP, sekecil apa pun, berpotensi memengaruhi kualitas layanan serta kepercayaan publik terhadap program BGN. Karena itu, penghentian sementara operasional dapur dilakukan sebagai langkah korektif sekaligus evaluatif.

Langkah tersebut bertujuan untuk memastikan seluruh proses operasional berjalan sesuai dengan standar yang telah ditetapkan oleh Badan Gizi Nasional.

BGN, lanjut Marcel, berkomitmen menjaga integritas program serta memastikan seluruh mitra dan pelaksana di lapangan mematuhi aturan yang berlaku.

Evaluasi terhadap operasional Dapur SPPG 2 Siriwini akan terus dilakukan. Operasional dapur tersebut dapat kembali dibuka apabila seluruh temuan telah ditindaklanjuti dan dinyatakan memenuhi standar operasional yang berlaku.

Marcel berharap langkah ini menjadi pembelajaran bagi seluruh unit pelaksana program di daerah agar lebih disiplin dalam menjalankan prosedur. Selain itu, pelaksanaan program diharapkan tetap menjaga kualitas serta tujuan utama program, yakni memberikan layanan gizi yang aman, higienis, dan tepat sasaran bagi masyarakat.(red-paputeng)

Mobil Ditembak OTK di Distrik Nume Puncak Jaya, Penumpang Diki Barus Dilaporkan Hilang

PUNCAK JAYA, PAPUTENG.com

Aksi penembakan oleh orang tak dikenal (OTK) kembali terjadi di wilayah Papua Pegunungan. Seorang sopir mobil dilaporkan menjadi korban dalam insiden yang terjadi di Distrik Nume, Puncak Jaya, Papua Pegunungan, Indonesia, Senin (16/3/2026).

Berdasarkan laporan awal yang diterima, peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 14.45 WIT saat sebuah kendaraan jenis Mitsubishi Triton yang membawa empat orang dalam perjalanan dari Distrik Kanggime, Tolikara, Papua Pegunungan, Indonesia menuju Kabupaten Puncak Jaya, Papua Tengah, Indonesia.

Sekitar pukul 13.30 WIT, kendaraan tersebut berangkat dari Kanggime. Namun sebelum memasuki Distrik Nume, mobil mereka dihadang oleh sekelompok orang tak dikenal yang kemudian melepaskan tembakan ke arah kendaraan.

Dalam kejadian tersebut, sopir mobil bernama Yohannes Marbun dilaporkan terkena tembakan. Meski demikian, kendaraan tersebut tetap melaju dan berusaha menyelamatkan diri dengan masuk ke wilayah Distrik Nume.

Sekitar pukul 15.10 WIT, kendaraan sempat berhenti di depan sebuah kios yang berada di sekitar Pos Nume. Para penumpang melaporkan kepada pemilik kios bahwa mereka baru saja ditembak oleh OTK dan sopir mereka terkena tembakan. Setelah itu, kendaraan kembali melanjutkan perjalanan menuju Distrik Ilu, Puncak Jaya, Papua Tengah, Indonesia.

Dalam kendaraan tersebut terdapat empat orang, yakni sopir Yohannes Marbun, serta tiga penumpang yaitu Mion Tabuni, Diki Barus, dan Roy Panjaitan.

Hingga delapan hari setelah kejadian, penumpang bernama Diki Barus dilaporkan belum ditemukan dan masih dalam pencarian.

Peristiwa penembakan ini menambah daftar insiden keamanan yang terjadi di wilayah pegunungan Papua. Hingga kini, belum ada keterangan resmi dari aparat keamanan terkait pelaku maupun perkembangan penanganan kasus tersebut. (ist)

 

Aparat TNI–Polri Tindak Anggota KKB Pimpinan Aibon Kogoya di Nabire

NABIRE,PAPUTENG.com

Aparat gabungan TNI–Polri dari Satgas Rajawali Mambri dan Satgas Operasi Damai Cartenz melakukan tindakan tegas terhadap anggota kelompok kriminal bersenjata (KKB) di wilayah Bukit Signal, sekitar Kali Pepaya, Kabupaten Nabire, Senin (16/3/2026).

Dalam operasi tersebut, satu anggota KKB bernama Hurbianus Mirip dilaporkan meninggal dunia. Ia diketahui merupakan bagian dari kelompok Kodap III D Dulla pimpinan Aibon Kogoya serta masuk dalam daftar pencarian orang (DPO) sejak 2025.

Kasatgas Humas Operasi Damai Cartenz, Kombes Pol. Yusuf Sutejo, menyampaikan bahwa tindakan dilakukan secara terukur setelah aparat melakukan operasi di lokasi.

Menurut pihak kepolisian, Hurbianus Mirip diduga terlibat dalam berbagai aksi kekerasan bersenjata di wilayah Papua Tengah, di antaranya:

  • Pembunuhan dua anggota Brimob pada Agustus 2025
  • Penembakan terhadap warga dan aparat di Kali Semen
  • Pemalangan Jalan Trans Nabire–Paniai
  • Kontak tembak dengan aparat di Bukit Doa
  • Penyerangan pos TNI di area PT Kristalin pada Februari 2026

Selain itu, kelompok tersebut juga diduga melakukan penganiayaan terhadap seorang anggota polisi di Pasar Enarotali, Kabupaten Paniai.

Kepala Operasi Damai Cartenz 2026, Brigjen Pol. Faizal Ramadhani, menegaskan bahwa aparat akan terus melakukan upaya penegakan hukum untuk menjaga stabilitas keamanan di Papua Tengah.

Sementara itu, Wakil Kepala Operasi Damai Cartenz, Kombes Pol. Adarma Sinaga, mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan tidak mudah terpengaruh informasi yang belum jelas kebenarannya.

Aparat memastikan akan terus memantau situasi keamanan di wilayah Papua Tengah guna menjaga kondisi tetap aman dan kondusif. (ER)

 

Situasi Keamanan Belum Stabil, Polisi Imbau Pelintas Tunda Perjalanan ke Dogiyai Raya

 

DOGIYAI, PAPUTENG..com – 

Kapolsek Kamuu (Mounamani) Polres Dogiyai, Iptu Yusuf Habel Apiem, mengimbau seluruh pelintas kendaraan untuk sementara waktu menunda perjalanan menuju wilayah Kabupaten Dogiyai, Deiyai, dan Paniai.

Imbauan tersebut ditujukan kepada seluruh pengguna kendaraan, baik kendaraan pribadi, angkutan penumpang, maupun kendaraan pengangkut bahan kebutuhan pokok (sembako). Langkah ini diambil menyusul situasi keamanan di wilayah tersebut yang dinilai belum sepenuhnya stabil.

Kapolsek Kamuu Iptu Yusuf Habel Apiem menjelaskan, pada Senin (9/3/2026) akan dilaksanakan kegiatan yang digelar oleh kelompok pemuda berupa diskusi bersama yang membahas sejumlah peristiwa yang menjadi perhatian kalangan pemuda dan intelektual di wilayah tersebut.

“Untuk sementara kami mengimbau kepada rekan-rekan pelintas, baik kendaraan pribadi maupun angkutan penumpang dan barang, jika berencana melakukan perjalanan ke wilayah Dogiyai, Deiyai maupun Paniai agar menunda perjalanan hingga situasi dinyatakan aman,” ujar Iptu Yusuf Habel Apiem.

Ia menegaskan, imbauan tersebut disampaikan sebagai langkah antisipatif guna mencegah terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan di tengah perjalanan, terutama bagi kendaraan yang membawa penumpang maupun barang kebutuhan pokok.

Menurutnya, apabila kendaraan tetap melintas saat situasi belum kondusif, terdapat risiko perjalanan terhenti di tengah jalan yang dapat menimbulkan kerugian bagi pengendara maupun penumpang.

Kapolsek juga meminta para pelintas untuk terus mengikuti perkembangan informasi resmi dari pihak kepolisian. Apabila kondisi telah dinilai aman dan kondusif, pihaknya akan segera menyampaikan pemberitahuan kepada masyarakat.

“Kami berharap rekan-rekan pelintas dapat memahami imbauan ini demi keselamatan bersama. Tetap berhati-hati dan menunggu informasi resmi dari pihak kepolisian sebelum melakukan perjalanan,” tambahnya.

Saat ini, Polsek Kamuu bersama jajaran Polres Dogiyai terus melakukan pemantauan situasi keamanan di wilayah hukumnya guna memastikan kondisi tetap terkendali dan aktivitas masyarakat dapat kembali berjalan normal. (red-paputeng)

Rumah Pekerja TKBM di Teluk Kimi Ludes Terbakar, Kerugian Ditaksir Puluhan Juta Rupiah

 

NABIRE,PAPUTENG.com –

Sebuah rumah milik pekerja Tenaga Kerja Bongkar Muat (TKBM) di kawasan Pelabuhan Samabusa, Distrik Teluk Kimi, Kabupaten Nabire, Papua Tengah, ludes dilalap si jago merah pada Rabu (4/3/2026) sekitar pukul 19.14 WIT.

Rumah tersebut diketahui milik Baldus Maniawasi. Api yang berkobar hebat dengan cepat menghanguskan seluruh bangunan beserta isi rumah, termasuk dokumen penting seperti ijazah dan pakaian milik korban.

Berdasarkan data yang dihimpun di lokasi kejadian, kebakaran diduga dipicu oleh arus pendek listrik. Struktur bangunan yang didominasi material kayu, papan, dan triplek membuat api dengan cepat membesar dan sulit dikendalikan pada menit-menit awal kejadian.

Petugas pemadam kebakaran mengerahkan sedikitnya tiga unit mobil damkar ke lokasi yang berada cukup jauh dari pusat Kota Nabire. Proses pemadaman berlangsung beberapa waktu hingga api berhasil dijinakkan dan tidak merembet ke bangunan lain di sekitarnya.

Tidak ada laporan korban jiwa dalam peristiwa tersebut. Namun, kerugian material ditaksir mencapai puluhan juta rupiah. Hingga berita ini diturunkan, pihak terkait masih melakukan pendataan lebih lanjut serta penyelidikan untuk memastikan penyebab pasti kebakaran.

Peristiwa ini kembali menjadi pengingat pentingnya kewaspadaan terhadap instalasi listrik, terutama pada bangunan dengan material mudah terbakar. (red-paputeng)
Continue reading “Rumah Pekerja TKBM di Teluk Kimi Ludes Terbakar, Kerugian Ditaksir Puluhan Juta Rupiah”